Pesona “Pegunungan Eropa” di Site of Kalsel Park-Mandiangin
Indahnya pemandangan alam bak lukisan negeri Eropa di kawasan Tahura Sultan Adam, Mandiangin, Kabupaten Banjar, Kalsel.(Foto-Olpah Sari).
Eropa memang banyak menawarkan pemandangan pegunungan yang memanjakan mata. Tengoklah Pegunungan Alpen, yang membentang di beberapa negara, terkenal dengan keindahan puncaknya yang tertutup salju, lembah hijau, dan desa-desa tradisional yang menawan.
Tak heran jika banyak wisatawan menjadikan Eropa salah satu tujuan wisata dunia.Sebut saja Swiss yang memiliki Interlaken dan Zermat, dua kota di Swiss yang terkenal dengan keindahan alamnya dan menjadi tujuan wisata populer. Interlaken terletak di antara dua danau dan dikelilingi oleh Pegunungan Alpen, sementara Zermatt terkenal dengan pemandangan Gunung Matterhorn yang ikonik dan desa bebas mobilnya.Demikian pula dengan desa-desa indah di kaki Gunung Eiger.
Namun perjalanan wisata tak mesti buru-buru ke Eropa. Karena di Indonesia ada beberapa daerah yang memiliki kawasan sarat pemandangan alam, hutan dan pegunungan nan indah serta luar biasa.Kita pun tak perlu menengok jauh Grindelwald, sebuah desa sekaligus kotamadya di distrik administratif Interlaken-Oberhasli di kanton Bern, yang terkenal dengan pemukiman Alpiglen, Burglauenen, Grund, Itramen, Mühlebach, Schwendi, Tschingelberg, dan Wargistal.
Salah satu daerah yang memiliki kembaran pemandangan Eropa adalah Kalimantan Selatan. Provinsi yang memiliki Luas hutan lindung mencapai 139.315 hektare dann hutan konservasi seluas 179.000 hektare, dikenal sebagai salah satu sorga tersembunyi, yang memiliki pemandangan alam bak Eropa.

Di bentangan Geopark Meratus terdapat Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin, yang terkenal dengan pemandangan indah hingga puncaknya dijuluki negeri di atas awan. Berlokasi di kawasan Mandiangin, Kabupaten Banjar, tempat ini menawarkan panorama indah pegunungan, udara sejuk, dan kekayaan flora-fauna yang memikat hati.
Tahura Sultan Adam selain memiliki hutan yang rindang dan koleksi satwa serta beberapa destinasi wisata berbasis, kini semakin lengkap dengan hadirnya Site of Kalsel Park-Mandiangin. Kalsel Park-Mandiangin menawarkan konsep wisata terpadu yang mengintegrasikan sistem digital, edukasi, manajemen wisata, investasi, dan pengembangan pariwisata. Taman ini juga menonjolkan keindahan alam Pegunungan Meratus, budaya Banjar dan Dayak Meratus, serta kekayaan geologi dan hayati.
“Begitu datang saya merasa dibawa ke suasana Eropa.Bayangkan baru berdiri di Balkon Site of Kalsel Park-Mandiangin disuguhi pemandangan sejuk dan menawan. Persis pemandangan Grindelwald yang menakjubkan di wilayah Jungfrau, Bernese Oberland, yang menjadi latar belakang dunia lain untuk seri terakhir trilogi prekuel Star Wars,” tutur Andika Thoriq, Wisatawan Semarang yang mengunjungi Kalsel Park.
Pria yang merupakan salah satu eksekutif muda di salah satu perusahaan alat berat ternama, mengaku terkesan dengan suasana yang ada di kawasan Tahura Sultan Adam dan spot wisata alam di Kalsel Park dengan konsep camping dan glamping yang memanjakan pengunjungnya dengan view alam.

Hal senada dirasakan Mei Hwa wisatawan asal Kenjeran Surabaya. Dia rela terbang jauh berlibur ke Site of Kalsel Park-Mandiangin untuk merasakan sensasi menginap di alam terbuka dengan sarana glamping yang terbilang ekslusif dan mewah.
“Kesan pertama itu tempatnya worth it banget, begitu tiba istirahat bentar disambut sejuknya udara pegunungan dan orkestra nyaring dari tonggeret (Serangga yang dikenal dari banyak anggotanya yang mengeluarkan suara nyaring dari pepohonan dan berlangsung lama.),Ini benar-benar liburan menyenangkan disini,” ujarnya sembari menyeruput kopi panas ditemani pisang goreng yang hangat.
Melodi alam nan indah serta sejuk membuat Site of Kalsel Park-Mandiangin memberikan pesona sepintas memang terlihat mirip dengan pemandangan Pegunungan Alpen di Swiss.Tak heran jika belakangan ini banyak wisatawan rebutan menginap hanya untuk merasakan kenyamanan berlibur di alam serta menikmati sunrise dan sunset.
“Yang seru kita bisa menikmati suasana malam nan indah sambil seru-seruan disini. Kemarin ada Performance Live Music by SAMA MANAGEMENT, Lokasi di Amphitheater Tahura Sultan Adam Site of Kalsel Park – Mandiangin.Keren banget, cocok juga buat nongkrong serta kumpul komunitas sembari diskusi ringan dan beristirahat ditemani jajanan hangat, kopi dan pisang goreng panas-panas,” ucap Muhammad Risanta, penggiat pariwisata nasional yang juga Jurnalis Senior CNN Indonesia.

CEO Shafwah Group, Muhammad Helmi, melalui General Manager PT Safwah Insani Meratus, Ahmad Nujhan mengatakan komitmen mereka adalah menjadikan Tahura Sultan Adam site of Kalsel Park – Mandiangin bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga simbol pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Karenanya pihaknya mengajak semua kalangan untuk menyambut era baru pariwisata Kalsel dengan semangat dan antusias dengan tetap menjaga kelestariannya.Kehadiran mereka sendiri adalah sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan pariwisata di Kalsel lewat perannya bersama site of Kalsel Park – Mandiangin.
“Site of Kalsel Park – Mandiangin mengusung konsep Ecotourism yang juga bagian dari pengembangan wisata berbasis konservasi yang menyatukan keindahan alam dan kenyamanan fasilitas modern.Ini juga mewakili landcaps Taman Bumi (Geopark Meratus) yang ada di Kalsel.Mandiangin ini kita sebut sebagai kawasan yang mewakili Taman Bumi Pegunungan,” ungkap Bang Aan sapaan akrab Ahmad Nujhan’
Shafwah Group sendiri berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Kalsel, berharap Site of Kalsel Park-Mandiangin yang berada di kawasan Tahura Sultan Adam yang juga dirancang untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Kalsel, yang mampu menarik minat wisatawan nusantara dan mancanegara.
Site of Kalsel Park-Mandiangin ini sendiri telah dilengkapi dengan fasilitas area glamping (glamour camping), kabin untuk penginapan, area pertemuan luar ruangan (outdoor meeting area), serta kafe dan restoran bernuansa alam.(Olpah Sari).
