Bernostalgia di Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Kalsel 2025

0
FESTIVAL WISATA PASAR TERAPUNG flyer

Banjarmasin kembali menjadi pusat perhatian dunia lewat event-event terbaiknya. Dan terbaru kota Seribu Sungai menjadi saksi bersejarah digelarnya kembali Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2025. Event yang merupakan bagian promosi pariwisata Kalsel resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin, mewakili Gubernur Kalsel.

Acara yang membawa warga Banjar bernostalgia ini dipusatkan di kawasan Titik Nol Kilometer Banjarmasin serta kawasan Kantor Gubernur Lama di Jalan Sudirman.Baru dibuka Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2025 antusias warga serta wisatawan menjelajah beragam kegiatan, mulai permainan tradisional, kuliner dan jajanan khas Banjar Banget,pameran kerajinan dan UMKM serta parade jukung hias.

Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2025 merupakan bagian penting rangkaian Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-75 sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.Festival ini mendapat perhatian wisatawan nusantara, mancanegara serta Sekda Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, serta sejumlah pejabat daerah dan pelaku usaha lokal.

Menariknya festival tahunan bergengsi ini juga mengenalkan kawasan “Kampung Banjar”, yang merupakan perspektif beragam seni budaya 13 Kabupaten dan Kota di Kalimantan Selatan. Di stan-stan daerah, pengunjung bisa bernostalgia dengan wisata kuliner “jadul”, mulai Apam Batil dan Badangkak, Gula Habang Barabai, Kudapan Petah, Wadai Amparan Tatak Pisang, es kero dan es wadai,  hingga Soto Banjar, yang bernuansa kota sungai.

 

Salah satu atraksi parade Jukung Hias yang menjadi rangkaian pembukaan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2025.(Foto-Biro Adpim Pemprov Kalsel).

Sekdaprov Kalsel Syarifuddin, menuturkan festival ini bukan sekadar agenda pariwisata, melainkan upaya menjaga warisan budaya sungai yang telah menjadi identitas masyarakat Banjar.

“Pasar terapung adalah warisan budaya yang unik dan memiliki nilai sejarah, ekonomi, serta sosial tinggi. Di sinilah pedagang dan pembeli bertemu di atas perahu, memadukan budaya khas dengan semangat gotong royong. Melalui festival ini, kita ingin mengenalkan budaya kita ke masyarakat luas sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM, seniman, dan pelaku wisata untuk berkembang,” ujarnya.

Syarifuddin menambahkan, keberlangsungan pasar terapung adalah simbol ketahanan budaya yang patut dibanggakan. Ia juga mengapresiasi kinerja Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Disisi lain, Sekda Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, menilai festival ini berdampak langsung pada geliat ekonomi masyarakat dan pariwisata kota.

“Kegiatan ini sedikit banyak memengaruhi keamanan, ekonomi, dan pariwisata di Banjarmasin. Pasar terapung adalah budaya asli kota ini, sehingga kehadiran festival membuat wisatawan datang, UKM lokal bergerak, dan produk khas Banjarmasin kembali dikenal,” kata Ikhsan.

 

Sekdaprov Kalsel M syarifuddin bernostalgia bermain logo, permainan tradisional Suku Banjar di Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2025. (Foto-Biro Adpim Pemprov Kalsel).

“Tema yang diangkat adalah ‘Jalan Menuju Area Memori Kampung Kita’, bertujuan membangkitkan semangat nostalgia tentang kehidupan masyarakat Banjar yang erat dengan sungai,” sambungnya.

Dirinya pun berharap, kegiatan semacam ini dapat terus eksis dan melekat di hati masyarakat khususnya warga Banjar.

Kegiatan ini pun secara tidak langsung menjadi pijakan bagi pemerintah untuk memperkuat citra Banjarmasin sebagai “Kota Seribu Sungai” yang tak hanya mempertahankan entitas budaya sungai, namun juga mengubahnya menjadi motor penggerak ekonomi kreatif.

Penggiat pariwisata nasional, Muhammad Risanta, menyebutkan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2025 bukan sekedar festival biasa, namun ada misi khusus Kalsel membawa pariwisata semakin mendunia. Karena itu demi mensukseskan event tahunan yang diinisiasi Dinas Pariwisata Kalsel harus didukung semua pihak.

“Di saat daerah lain berlomba-lomba menarik wisatawan ke daerah, mengapa kita di Kalsel tidak merapatkan barisan bergandengan tangan mempromosikan dan mengenalkan tiada henti pariwisata Banua kita, yang sarat sejarah dan keindahan seni budayanya,” ucap pria yang juga Dosen STIE Pancasetia Banjarmasin.(Ridzky Husna).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!