Barito Kuala Luncurkan “Semangat Baja”
Bupati Bahrul Ilmi melakukan Kick Off Pembentukan Desa “Semangat Baja” (Semua Masyarakat Sehat, Bangun Jamban) Menuju Kabupaten Barito Kuala Sehat.
Menuju Kabupaten Sehat Mengubah Perilaku Yang Sehat
Spirit menciptakan daerah yang sehat dan menanamkan semangat hidup sehat terus digelorakan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.Hal ini selaras dengan keinginan pemerintahan H Bahrul Ilmi dan Herman Susilo, membangun lingkungan dan warga yang sehat, sebagai langkah strategis yang sejalan pula memberikan akses sanitasi lingkungan yang semakin baik.
Salah satu langkah percepatan yang terbaik mencanangkan program meningkatkan sanitasi yang baik dan sehat. Karenanya Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan Kick Off Pembentukan Desa “Semangat Baja” (Semua Masyarakat Sehat, Bangun Jamban) Menuju Kabupaten Barito Kuala Sehat. Kegiatan ini dibuka secara resmi Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, di Aula Selidah, Pemkab Barito Kuala, Kamis (10/07/2025).
Semangat Baja sendiri adalah sebuah program yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, untuk meningkatkan sanitasi dan mengakhiri praktik buang air besar sembarangan. Program ini merupakan akronim dari “Semua Masyarakat Sehat, Bangun Jamban”.
Bupati Bahrul Ilmi menekankan pentingnya percepatan pembangunan sanitasi lingkungan. Hal dilakukan mengingat tantangan di Indonesia masih cukup besar, yakni 90% penduduk harus memiliki akses terhadap sanitasi layak dan 15% di antaranya harus menggunakan sanitasi aman. Untuk itu, diperlukan pendekatan komprehensif melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
“STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam rangka meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar melalui pemberdayaan masyarakat. Program ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2014 tentang Strategi Nasional STBM,” terang Bupati Bahrul Ilmi.

Sebagai wujud implementasi regulasi tersebut, lanjutnya, Kabupaten Barito Kuala meluncurkan Program Unggulan Semangat Baja yang merupakan akronim dari “Semua Masyarakat Sehat, Bangun Jamban”. Program ini menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kabupaten, provinsi, serta dunia usaha dan sektor swasta (CSR).
Salah satu kegiatan konkret dari program ini adalah pelatihan tukang di desa-desa untuk membangun jamban, baik jenis jamban keluarga maupun Jamban Tripikon.
Sekedar diketahui Jamban Tripikon adalah sistem sanitasi yang menggunakan tiga pipa konsentris untuk mengolah limbah domestik, terutama di daerah rawa atau lahan sempit. Sistem ini dirancang untuk mengurai limbah menjadi gas, air, dan lumpur, serta cocok untuk daerah dengan air tanah dangkal atau pasang surut.
Bupati juga menyoroti urgensi program ini, mengingat capaian sanitasi layak di Barito Kuala baru mencapai 71,05%, dan baru 21% desa yang berstatus Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).
“Diharapkan, Program Semangat Baja ini mampu meningkatkan cakupan sanitasi, memperluas cakupan desa SBS, menurunkan prevalensi stunting, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Barito Kuala Sehat,” harapnya lagi.
Bahrul Ilmi atas nama Pemerintah Daerah, menyampaikan apresiasi tinggi atas program ini, serta berharap pelaksanaannya bisa mempercepat peningkatan akses sanitasi masyarakat.
Kegiatan sendiri juga diwarnai dengan penyerahan piagam penghargaan dan plakat dari Pemerintah Kabupaten Barito Kuala kepada PT Adaro Indonesia, atas dukungan dan partisipasinya dalam peningkatan akses sanitasi melalui inovasi Semangat Baja di wilayah Barito Kuala.
Kegiatan ini juga mendapat atensi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, Kepala Dinas Kesehatan Barito Kuala, para Pimpinan SKPD, perwakilan PT Adaro Indonesia, seluruh camat se-Barito Kuala, Kepala Puskesmas, serta Ketua Asosiasi Kepala Desa Kecamatan se-Kabupaten Barito Kuala.(Olpah Sari).
