Banjarmasin Gercep Gas Melon Susah di Pasaran
Warga menukarkan 1 kupon dengan 1 tabung gas elpiji dalam operasi pasar bersama Pemko Banjarmasin. (Foto-Tim Diskominfotik Banjarmasin).
Dalam sepekan terakhir warga Banjarmasin disulitkan kembali dengan gas elpiji 3 Kg. Gas Melon (sebutan untuk tabung elpiji ukuran 3 Kg) benar-benar susah didapat, karena di pangkalan sering kosong dan habis. Ironisnya harga gas melon pun melambung di pasaran.
Tercatat untuk mendapatkan satu tabung gas elpiji 3 kilogram warga harus rela merogoh kocek Rp.40 ribu per tabungnya.Padahal HET-nya yang ditetapkan pemerintah hanya di kisaran Rp.18.500 di pangkalan.
“Kami sampai keliling kampung dan ke kampung lain. Namun tak ada yang jual di pangkalan. Sedangkan di warung atau kedai lainnya harganya Rp.40 ribu per tabung. Jelas harganya ini yang bikin kami pening,” keluh Murni, salah satu warga Jalan Gelrilya Banjarmasin.
Murni sendiri adalah salah satu dari ratusan ibu rumah tangga di Banjarmasin yang harus berjuang keras mendapatkan “gas melon”. Bersama ibu-ibu lainnya mereka rela ngantri di pangkalan yang kebetulan menjual dengan harga berbandrol HET. Namun itu pun untung-untungan, jika stok di pangkalan lebih, maka dirinya bersama warga lainnya bisa mendapatkan gas elpiji.
Kondisi ini pun membuat Pemerintah Kota Banjarmasin mengambil langkah cepat dan konkre. Mereka pun salah satunya menggelar program operasi pasar gas “melon”. Kamis lalu (03/07/2025), operasi ini dipusatkan di kantor kelurahan Sungai Bilu, kecamatan Banjarmasin Timur.

Operasi pasar gas melon ini pun diharapkan dapat menjawab banyaknya keluhan masyarakat terkait tingginya harga tukar LPJ 3 kg yang dapat mencapai kisaran Rp40 ribu per tabung dari harga eceran tertinggi (HET) seharusnya yang telah ditetapkan pemerintah pusat yakni sebesar Rp18.500.
Tim operasi pasar gas Elpiji 3 kg yang dibawah kendali Kepala Bagian Ekonomi SDA Setdako Banjarmasin, Siane Apriliawati,menemukan laporan terdapat sejumlah titik kelangkaan yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat, salah satunya di Sungai Bilu.
“Ada 200 tabung yang kita alokasikan di tiap titik nantinya dengan harga jual tertinggi Rp18.500. 1 KK 1 kupon atau tabung. Ini yang kedua, setelah kemarin di Tanjung Pagar kita laksanakan,” ujarnya disela-sela pemantuan.
Anne mengungkapkan, sebetulnya tidak ada kelangkaan gas yang terjadi di Kota Banjarmasin seperti asumsi yang beredar.
“Kami pastikan kuota untuk Banjarmasin itu cukup banyak, jadi tidak ada kelangkaan. Adapun terjadinya kenaikan harga mungkin karena pengecer tidak mendapatkan pasokan yang maksimal dari agen pangkalan, karena itu dibatasi hanya 10 persen kuota,” ungkapnya.
Akibat distribusi yang tidak merata inilah membuat terjadi kekosongan di sejumlah titik. Kondisi ini juga disebabkan selama bulan Mei dan Juni banyak tanggal merah, sehingga dropping elpiji 3 klilogram tidak maksimak.
Selepas ini, pihaknya akan memanggil PT. Pertamina dan stakeholder terkait untuk melakukan koordinasi terkait skema distribusi maupun regulasi, agar kondisi tersebut tidak terulang kembali.
“Pengawasan ketat akan kita tingkatkan dan dalam waktu dekat akan kita panggil pihak-pihak terkait untuk merundingkan mekanisme terbaik,” tegasnya. (Ridzky Husna).
