Audit Internal Bukan Mencari Kesalahan ,Tapi Untuk Ruang Perbaikan
Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena . (Foto-Tim Humas OJK Kalsel).
Audit internal seringkali dianggap momok atau sesuatu yang menakutkan bagi banyak orang, terutama di lingkungan bisnis dan pemerintahan. Hal ini karena audit internal seringkali dikaitkan dengan pencarian kesalahan dan potensi temuan yang bisa merugikan. Namun, audit internal sebenarnya memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan.
Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena menegaskan audit internal itu tidak hanya mencari kesalahan orang, tapi justru mencari room for improvement-nya (ruang untuk perbaikan), itu untuk assurance (kepastian suatu hal).Karena audit memberikan dorong untuk melakukan perubahan atau tindak yang bertujuan untuk mencapai hasil yang lebih baik.
“Jadi, audit internal itu tidak hanya mencari kesalahan orang, tapi justru mencari room for improvement-nya, itu untuk assurance nya. Tapi ada sisi lainnya yaitu ada fungsi konsultansi. Nah, inilah yang dibangun di OJK. Jadi ada fungsi insight, insight itu adalah fungsi advisory. Fungsi oversight, oversight itu adalah fungsi auditnya. Dan kemudian fungsi manajemen risikonya itu foresight,” tegas Sophia.
Saat berbicara dalam Student Integrity Campaign (In Camp) di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (16/06/2025), dia pun mengungkapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkuat ekosistem tata kelola dan integritas di industri jasa keuangan yang penting dalam menghadapi tantangan teknologi dan sosial yang semakin kompleks.

Sophia mengatakan bahwa penguatan tata kelola tidak hanya sebatas fungsi pengawasan, tetapi juga mencakup aspek konsultatif dan pengelolaan risiko.
Sophia juga menekankan pentingnya tata kelola, potensi risiko di sektor jasa keuangan, serta langkah-langkah preventif yang dilakukan oleh OJK untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan konsumen.
“Potensi fraud akibat serangan cyber di sektor jasa keuangan itu juga meningkat dari tahun ke tahun. Nah ini yang tentunya juga aspek governansinya dalam pengembangan teknologi AI, machine learning itu perlu diperhatikan,” tambah Sophia.
Sopia sendiri hadir ke Banjarmasin dalam Kegiatan merupakan bagian dari rangkaian Roadshow Governansi yang dilakukan OJK secara berkesinambungan di berbagai wilayah Indonesia guna membangun pemahaman dan kesadaran publik, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya tata kelola yang baik dan nilai-nilai integritas.
Melalui pendekatan yang inklusif dan dialogis, OJK berharap nilai-nilai integritas dan tata kelola yang baik dapat tumbuh kuat tidak hanya di lingkungan kerja, tapi juga menjadi bagian dari karakter generasi muda Indonesia.
Acara turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat Prof. Dr. Ahmad Yunani, Komite Etik Level Governance OJK Prof. Niki Lukviarman, serta Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan Agus Maiyo.
Mengusung tema “Bareng OJK, Bangun Dunia Keuangan yang Bersih dan Berintegritas”, kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda sebagai agen perubahan yang menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan etika, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.
Prof. Dr. Ahmad Yunani mengapresiasi pelaksanaan kegiatan In Camp di Universitas Lambung Mangkurat serta mendorong mahasiswa untuk dapat turut menerapkan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.(Muhammad Irfani).

