Merawat dan Menjaga Sejarah Rumah Anno 1925

0
RUMAH ANNO WALIKOTA UTAMA

Perubahan nama Rumah Anno 1925 menjadi Banjarmasin Culture HUB. (Foto-Diskominfotik Banjarmasin).

Rumah Anno Jadi Banjarmasin Culture Hub

Masih Ingat Rumah Anno 1925 ? Rumah yang berada di bantaran Sungai Martapura bersebelahan dengan Menara Pandang Siring Tendean Banjarmasin, memiliki kisah sejarah tersendiri.

Sejatinya konon menurut cerita rumah panggung ini berjenis palimasan. Dan rumah tua yang sekarang direnovasi bagus Pemerintah Kota Banjarmasin di tahun 2015, adalah salah satu varian rumah tradisional khas suku Banjar. Karena Identik dengan atapnya yang berbentuk limas atau piramida.

Merujuk berbagai literatur Rumah Anno 1925 ini berarsitektur Gajah Manyusu Dampet 2 Babalung Ayam (Tumpang Talu).Jika menelisik lagi sejarah, rumah ini dulunya adalah yaitu rumah tradisional yang pada masa itu diperuntukkan untuk kaum bangsawan.

Sejarah pun kembali mengubah namanya.Adalah Pemerintah Kota Banjarmasin yang resmi mengumumkan perubahan nama Rumah Anno 1925 menjadi Banjarmasin Culture Hub. Alasannya ini adalah penegasan arah baru sebagai pusat budaya yang inklusif, kreatif, dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat.

Hal ini selaras dengan keinginan Banjarmasin merawat sejarah dan sisi lain di balik sejarah Rumah Anno 1925.Seperti yang ditegaskan Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR,  bahwa transformasi itu merupakan bagian dari upaya menjadikan kawasan Siring sebagai sentra kegiatan budaya dan inovasi, tanpa menghilangkan nilai nilai historis yang melekat di dalamnya.

 

Atraksi budaya Bakuntau di halaman Rumah Anno 1925. (Foto-Diskominfotik Banjarmasin).

“Harapannya ini bisa menjadi satu tahap yang menjadikan pusat budaya dan seluruh kegiatan-kegiatan yang inovatif, kreatif, dan juga mungkin menjadi inovasi untuk pemuda-pemuda yang ada di Kota Banjarmasin,” ujar Wali Kota Yamin dalam keterangan resminya di Banjarmasin, Sabtu (24/05/2025).

Ia menegaskan kembali Banjarmasin Culture Hub akan menjadi ruang berkumpul yang menyatukan berbagai unsur seni, budaya, dan komunitas kreatif.

Rumah Anno yang selama ini dikenal sebagai bangunan bersejarah akan tetap mempertahankan nilai sejarahnya, namun kini dengan wajah baru yang lebih interaktif,

“Sejarah dan sebagainya tetap ada di Rumah Anno, tapi kami akan membenahi dan memperbaikinya agar lebih hidup dan lebih ramai ke depan,” lanjutnya.

Tak hanya Rumah Anno, kawasan sekitar seperti Menara Pandang juga akan terus difungsikan sebagai ruang publik untuk anak-anak muda dan masyarakat umum,

“Tempatnya tetap dijadikan tempat berkumpul anak-anak muda dan umum bisa melaksanakan kegiatan apapun di situ untuk bisa meramaikan daerah wisata Siring sini, Harapannya kawasan disini dapat mendukung pertumbuhan UMKM dan memperkuat sektor pariwisata kota.” terang Yamin.

 

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR bersama Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri serta Pimpinan Cabang Utama Bank Kalsel Suriadi dan undangan lainnya berfoto di depan Rumah Anno 1925.

Lebih jauh, Pemerintah Kota Banjarmasin juga berencana melakukan penataan menyeluruh dari Jembatan Pasar Lama hingga Jembatan Dewi. Langkah itu merupakan bagian dari rencana besar menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat budaya Kota Banjarmasin. Kegiatan seperti latihan menari dan aktivitas seni lainnya akan tetap dilestarikan dan dikembangkan.

“Semua akan dilakukan pembenahan. Kami ingin dari ujung ke ujung bisa menjadi lebih ramai lagi, sesuai dengan instruksi kami,” tegas Wali Kota.

Transformasi ini diharapkan tak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga menjadi magnet baru bagi generasi muda untuk berkreasi dan terlibat aktif dalam pembangunan kota berbasis budaya.

Sejatinya Menjaga dan merawat rumah kuno bersejarah adalah upaya penting untuk melestarikan warisan budaya dan sejarah. Ini melibatkan menjaga bentuk aslinya, melakukan renovasi atau restorasi jika diperlukan, menjaga kebersihan, menghindari vandalisme, dan mematuhi peraturan yang berlaku.

Menjaga dan merawat rumah kuno bersejarah untuk pariwisata melibatkan pelestarian fisik bangunan, pemeliharaan budaya, dan pengembangan objek wisata yang menarik. Ini mencakup restorasi, revitalisasi, dan promosi yang berkelanjutan, serta pentingnya edukasi dan kesadaran masyarakat. Sejarah pun mencatat Rumah Anno 1925 kini bertransformasi untuk merawat sejarah dan budaya di sebuah kota tua Banjarmasin. (Ridzky Husna).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!