Munakosah, Inovasi Baru Layanan Akomodasi Saat di Asrama Haji

0
HAJI BANJAR 1

Foto Ilustrasi - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel, Dr. Muhammad Tambrin , bersilaturahmi dengan salah seorang Jamaah Haji Lansia di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, beberapa saat lalu.

Info penting dan terbaru bagi Jamaah haji, Saat ini Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) mengenalkan inovasi baru layanan asrama haji dalam penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M.

Inovasi baru itu diberi nama Munakosah atau Manajemen Unit Layanan Akomodasi di Asrama Haji, baik asrama haji embarkasi maupun antara. Inovasi ini juga akan memudahkan pengelolaan tas kabin jemaah haji bagi petugas PPIH dan penempatannya di kamar asrama

“Ini merupakan inovasi dalam penempatan layanan akomodasi bagi jemaah haji, termasuk jemaah haji prioritas atau lansia, saat berada di asrama haji. Inovasi ini dikembangkan dengan sistem berbasis elektronik atau digital,” ungkap Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhammad Zain, dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (30/04/2025).

 

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Muhammad Zain. (Foto-Humas Kemenag RI).

Seperti yang dirilis Kementerian Agama RI, Munakosah merupakan pengembangan dari pelayanan satu atap atau one stop service (OSS) di asrama haji embarkasi/antara masa operasional haji.

Munakosah sendiri bertujuan memudahkan layanan penempatan akomodasi bagi jemaah haji, jemaah haji prioritas dan jemaah haji lansia di asrama haji. Karena, Munakosah memberikan informasi dini kepada jemaah haji terkait akomodasi yang akan mereka tempati saat di Asrama Haji.

Bagaimana mekanisme informasi ini ?. Berdasarkan info resminya mekanisme pemberitahuan dilakukan melalui dua cara. Pertama, melalui lembar Surat Perintah Masuk Asrama (SPMA) yang sudah mencantumkan nama gedung dan nomor kamar saat di asrama haji. SPMA secara umum sudah dibagikan ke jemaah dua hari sebelum keberangkatan.

Kedua, dengan mengakses halaman web aplikasi “asramahaji.com” lalu scan QR code yang tercantum pada tanda pengenal jemaah haji yang berwarna merah putih, atau dengan memasukan nomor porsi, akan muncul informasi tentang nama gedung dan nomor kamar jemaah.

 

Plt/Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan-Kepala Biro Kesra Pemprov Kalsel, Fatkhan dan Kepala Bappeda Kalsel, Ariandi serta Ahli Pers Dewan Pers Muhammad Risanta, saat mengunjungi Asrama Haji Banjarbaru.

“Nama gedung dan nomor kamar inibisa dicetak oleh jemaah dan dicantumkan pada tas kabin masing-masing sejak dari rumah, sebelum berangkat ke asrama haji. Hal ini akan mempercepat pengelolaan tas kabin jemaah haji saat di asrama haji,” tambah Muhammad Zain.
Sejatinya Munakosah akan mempercepat proses penerimaan jemaah dan memberikan waktu yang lebih lama bagi mereka untuk istirahat di gedung penginapan.
“Sebab, saat tiba di asrama haji, jemaah hanya perlu mengikuti proses penerimaan dan bisa langsung masuk ke kamar masing-masing tanpa mengkhawatirkan tas kabin nya,”sambung Muhammad Zain.
Dengan Munakosah, jemaah tidak perlu lagi menunggu antrian pemberian label pada tas kabin karena informasinya sudah bisa diakses secara mandiri sejak sebelum keberangkatan.
Jemaah juga tidak perlu membawa tas kabinnya masing-masing ke kamar di asrama haji. Sebab, tas kabin sudah akan diletakkan di masing-masing kamar sesuai nomor penempatannya
“Munakosah akan memberikan layanan yang lebih cepat, tertib, aman, dan nyaman. Bahkan keluarga juga bisa tahu lebih awal penempatan jemaah saat di asrama haji,” pungkasnya. (Olpah Sari).

Olpah Sari – Jurnalis & Pemimpin Umum Economic Travelling.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!