Indahnya Wisata Religi Tepian Sungai Banjarmasin

0
BIMA ARYA

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto ditemani Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR, santai menikmati suasana perjalanan wisata susur sungai. (Foto-Dok Diskominfotik Banjarmasin).

Sebagai kota Seribu Sungai, kharisma Banjarmasin semakin bersinar.Kota ini tak hanya menjadi kota sarat sejarah namun juga menyimpan potensi-potensi terbaik untuk pariwisata.

Wisata susur sungai pun menjadi bagian tak terpisahkan dari kota yang dibelah sungai Martapura. Bahkan Banjarmasin adalah sentral destinasi utama wisata yang mengantar wisatawan ke pelosok Banua.

Sisi lain dari wisata berbasis sungai ini adalah Wisata Religi Tepian Sungai. Konon sebagai kota sejarah dan tertua, Banjarmasin memiliki situs-situs berkaitan wisata relegi. Mulai Masjid Sultan Suriansyah, Makam Sultan Suriansyah hingga Kubah Basirih. Ketiga destinasi wisata relegi ini persis berada di bantaran sungai Martapura.

Keindahan dan keunikan destinasi-destinasi wisata ini membuat Pemerintah Kota Banjarmasin kian mendorong pengembangan wisata religi tepian sungai. Setidaknya gambaran awal tercetus dalam perjalanan khusus Wali Kota Banjarmasin, H M Yamin HR, bersama Wakil Wali Kota, Hj. Ananda, mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyusuri sungai Martapura dengan kapal wisata.

 

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyusuri sungai Martapura dengan kapal wisata dan berdiskusi dengan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda.

Perjalanan ini pun menarik perhatian Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya. Pria yang dulunya Wali Kota Bogor, Jawa Barat dua periode, 2014-2019 dan 2019-2024, sangat terkesan dengan perjalanan susur sungai mengunjungi sejumlah titik wisata religi yang berada di sepanjang jalur sungai, Kamis (24/04/2025) barusan.

“Amazing dan menarik sekali perjalanan kami siang hari ini menyusuri sungai Martapura naik kelotok wisata.Apalagi sempat menikmati kopi Banjar dan wadai cincin.Kami pun mengunjungi Kubah Habib Hamid Bin Abbah Bahasyim di Basirih,” ujar Bima Arya mengagumi perjalanan wisata tepian sungai.

Di Kubah Basirih Wamen Bima Arya pun berziarah ke makam atau Kubah Habib Basirih. Di tempat ini pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Parahiyangan (UNPAR) Bandung, melaksanakan salat di mushola samping kubah, serta diakhiri dengan minum kopi khas Banjar serta wadai Banjar lainnya.

“Potensi wisata religi di Banjarmasin ini sangat luar biasa. Dari beberapa titik yang kami susuri bersama Pak Wali Kota dan Bu Wakil Wali Kota, terlihat potensi yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata nasional,” sambung Bima Arya.

Sebagai langkah awal, Bima Arya menyerahkan kepada Wali Kota untuk membentuk tim khusus yang bertugas memetakan wilayah-wilayah potensial untuk pengembangan wisata religi.

 

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, berziarah ke Makam Habib Hamid Bahasyim di Kubah Basirih.

Bima Arya pun menekankan pentingnya identifikasi kawasan permukiman yang bisa ditransformasikan, terutama karena banyak rumah warga yang menghadap langsung ke sungai.

“Harus dipetakan juga warganya, alasannya seperti apa, dan tentu dilakukan dengan koordinasi semua pemangku kebijakan, termasuk BUMN dan BUMD yang memiliki aset di kawasan itu,” harapnya.

Mencermati perjalanan sehari ini, Wakil Menteri Dalam Negeri ini menilai melihat sejumlah aset milik pemerintah maupun non-pemerintah yang berpotensi dimaksimalkan untuk mendukung pengembangan wisata religi. Ia pun membandingkan Banjarmasin dengan konsep wisata sungai di Bangkok.

“Kalau di Bangkok itu dari kuil ke kuil melalui sungai , saya membayangkan di Banjarmasin ini bisa dari masjid ke masjid melalui sungai. Masjid-masjid yang berada di tepi sungai punya nilai sejarah dan spiritual yang kuat,” jelasnya.

Kemendagri sendiri menurutnya siap memberikan dukungan untuk pengembangan ini, dan berharap Pemerintah Kota Banjarmasin segera menindaklanjuti dengan berkonsultasi dan menjemput berbagai peluang yang ada.

“Kami ingin melihat Banjarmasin menjadi kota yang membanggakan di Indonesia, terutama dalam penataan kawasan sungai,” katanya lagi.

 

Ketua ASITA Kalsel, Hj Dewi Restina SE.

Wali Kota, HM Yamin HR sangat mengapresiasi pandangan dan ajakan terbaik Wamendagri terkait pengembangan wisata berbasis sungai ini.Karena ini menjadi catatan penting bagi pengembangan pariwisata Banjarmasin yang banyak menyimpan objek wisata religi tak kalah dengan dengan daerah lain maupun negara lain.

Sementara itu Ketua ASITA Kalsel,Hj Dewi Restina SE menyambut baik upaya Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Pusat mengembangkan wisata berbasis sungai yang mengangkat sisi wisata religi.

“Sebagai penggiat dan pelaku langsung di lapangan , ASITA Kalsel memberikan dukungan penuh bagi Banjarmasin mengembangkan wisata religi tepian sungai. Kami pun selalu mempromosikan dan menjual paket-paket wisata berbasis sungai, ke sejumlah kota dan negara.” Ucap Dewi Restina. (Ridzky Husna).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!