Banjarmasin Satu Suara Buka TPA Basirih !

0
FGD UTAMA

Kompak dan Satu Suara Buka Kembali TPA Basirih. (Foto-Diskominfotik Banjarmasin).

Masalah sampah di Banjarmasin kian parah. Pemerintah Kota Banjarmasin pun dibikin susah payah. Karena TPA Basirih ditutup resmi pemerintah yang membuat masyarakat susah.

Potret buram di awal pemerintahan HM Yamin HR dan Hj Ananda adalah darurat sampah. Kedua pemimpin tertinggi kota ini pun ekstra keras dengan tenaga tercurah, agar Banjarmasin bebas terbelenggu sampah.

“Sampah ini menjadi fokus utama para pemangku kepentingan dan kebijakan di kota Banjarmasin.Mohon dukungan semua kita atasi secepatnya darurat sampah ini,” ucap Wali Kota HM Yamin menegaskan komitmen pemerintahannya terhadap Darurat Sampah dalam berbagai kesempatan.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Kalimantan Post, Wali Kota HM Yamin HR pun menegaskan sikap pemerintahannya menangani sampah dengan cepat dan terarah.

Dirinya pun mengapresiasi semua pihak mulai jajaran forum koordinasi pimpinan daerah, camat, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, aktivis maupun relawan lingkungan hingga praktisi hukum menyatakan satu suara dan sepakat bahwa TPAS Basirih mesti dibuka kembali sebagai solusi jangka pendek.

 

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisal Rofiq berdiskusi serius dengan Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda dan jajaran dalam penanganan sampah. (Foto-Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup).

Dirinya akan terus coba mendorong pembukaan TPA Basirih sebagai langkah konkrit penanganan darurat sampah di Kota Seribu Sungai dengan berbagai cara, termasuk negosiasi intensif terhadap Kementerian Lingkungan Hidup.

“TPA Basirih masih memiliki sel yang belum terpakai dengan luasan sekitar 5 hektar. Lahan tersebut akan diusulkan kepada kementerian agar dapat digunakan sebagai lokasi pemilahan dan pemrosesan sampah berskala besar,” katanya dalam FGD yang berlangsung hingga petang, Selasa (08/04/2025).

ke depan ia menginginkan pergantian istilah TPA Basirih menjadi TPS Terpadu Basirih karena dasarnya adalah pengelolaan. Dijelaskannya lagi, jika masih menggunakan TPA, maka masih akan yang terbayang bayang tempat penumpukan akhir, berbeda dengan TPST.

“Sehinga residu dari sana nanti, itulah yang akan dikirim ke TPA Regional Banjarbakula,” terangnya lagi.

 

Sekda Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman turun langsung ke lapangan menyemangati jajarannya menangani masalah sampah. (Foto-Diskominfotik Banjarmasin).

Yamin pun sangat berterimakasih dengan kritikan dan masukkan yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin. Karena sejatinya persoalan sampah ini merupakan persoalan kompleks dan berdampak langsung kepada banyak sektor. Pihaknya tentu tidak tinggal diam dan terus bergerak sepanjang waktu menangani masalah sampah yang sangat parah ini.

Dirinya berharap Kementerian Lingkungan Hidup dapat mengabulkan permintaan warga Kota Banjarmasin, terlebih saat ini, menurutnya jika hanya mengandalkan pemilahan dari sumbernya akan memakan waktu yang lama.

“Sedangkan kita butuh langkah cepat, jadi yang hilir kita benahi, TPA kita tata, tidak ada lagi open dumping, dan yang hulunya terus kita edukasi serta sosialisasi secara masif tentang arti penting memilah sampah dari sumbernya,” tegasnya.

Sementara dalam FGD ini juga mengemuka berbagai dukungan. Mulai dari Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin, M Abdan Syakura. Pihaknya akan memastikan dan mengawal langkah langkah pemilahan sampah oleh para pedagang pasar, termasuk edukasi dan pengawasan sampah rumah tangga yang dibuang ke area pasar agar bisa diminimalisir.

“Sehingga nantinya memberi rasa nyaman bagi penjual dan pembeli dalam bertransaksi. Dirinya pun turut mendukung penuh aksi pembukaan kembali TPA Basirih,” kata M Abdan Syakura.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin Alive Yoesfah Love saat memaparkan langkah-langkah strategis mengatasi sampah.

Sementara itu Kapolresta Banjarmasin melalui Kabag Ops Polresta Banjarmasin Kompol I Made Subagya Wirya menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung segala langkah Pemko Banjarmasin terkait efisiensi pengelolaan sampah dan membantu memback-up urusan pengamanan saat pelaksanaan penataan lingkungan di Kota Banjarmasin apabila diperlukan.

Dukungan itu disampaikan pula Akademisi atau ahli hukum, Dr. H Abdul Halim Shahab.Dirinya mendukung Pemko menuntaskan permasalahan sampah dari segi aspek hukum yang terjadi saat darurat sampah.

Hal ini diamini pula Akademisi UIN Antasari, Dr. H Sukarni . Bahkan pria yang juga Dai ini bakal menyerukan para khatib yang berkhutbah untuk menyampaikan pentingnya mengelola sampah dari sumber. Sebab, ujarnya, kebersihan merupakan sebagian dari iman dan merupakan cerminan karakter diri.

Selaras dengan hal itu, Direktur Bank Sampah Kota Banjarmasin, Fathurrahman juga menyatakan kesiapannya untuk membina masyarakat secara masif dengan memberikan pembekalan kepada warga untuk menilik peluang ekonomis dari sampah.(Ridzky Husna).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!