Indahnya Bandung Untuk Liburan Lebaran
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhanamengunjungi Rumah Seni Ropih di kawasan Braga, Bandung,(Foto- Dok Kemenpar).
Bandung adalah salah satu etalase wisata Indonesia.Kota pilihan berwisata ini adalah kota yang termasuk paling favorit untuk berlibur. Tercatat tahun 2024, jumlah kunjungan wisatawan ke Bandung mencapai 8,5 juta wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Angka ini naik sekitar 20 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya 7,7 juta wisatawan.
Konon peningkatan jumlah wisatawan ini terjadi karena berkembangnya infrastruktur dan fasilitas pendukung pariwisata di Bandung. Tak hanya itu wisatawan semakin mudah masuk Bandung setelah terbukanya akses Tol Soreang-Pasirkoja.
“Hal menariknya adalah di Bandung itu banyak tempat wisata yang mudah dijangkau dan banyak pusat oleh-oleh. Di sejumlah tempat dan destinasi ada wifi gratis yang memudahkan wisatawan terkoneksi internet. Ini hanya sisi lain dari Bandung,” terang Made Ludya, salah satu penggiat pariwisata nasional.
Perempuan cantik yang merupakan Manager Marketing salah satu Travel Agen Wisata dan Biro Perjalanan Umroh dan haji ini, mengungkapkan salah satu alasan utama mengapa Bandung selalu menjadi destinasi liburan yang populer adalah karena cuacanya yang sejuk dan nyaman. Dibandingkan Jakarta yang lumayan panas dan terkesan padat, dia melihat Bandung memberikan suhu yang lebih dingin, terutama di pagi dan malam hari.

“Memang inilah mengapa banyak wisatawan memilih liburan ke Jakarta dan meneruskan yang weekend ke Bandung.Dua kota ini memberikan warna-warni indahnya sebuah liburan terutama saat lebaran,” tutur Made Ludya yang sempat menimba ilmu kepariwisataan di Jogja.
Bandung juga membuat Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan atensi dan berkunjung langsung dalam upaya memastikan kesiapan sektor pariwisata dalam menyambut wisatawan di libur lebaran mendatang.
Ketika di Bandung, Menteri Pariwisata Bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Rabu (19/03/2025) lalu, mengunjungi Rumah Seni Ropih. Rumah seni ini terletak di Braga yang merupakan salah satu kawasan populer dan ikonis yang selalu ramai dikunjungi wisatawan yang datang ke Bandung.
Rumah Seni Ropih adalah galeri seni yang memajang deretan seni lukis hasil karya rumah seni tersebut. Dulunya, rumah seni ini adalah milik seorang pelukis bernama Pak Ropih yang kini diteruskan oleh anak dan cucunya.

Menteri Pariwisata melihat dan mengagumi deretan karya seni yang ada di dalamnya dengan didampingi Gina, salah satu anggota keluarga dari Pak Ropih.
“Di sini banyak sekali karya dari anak dan keluarga Pak Ropih, ini galeri seni luar biasa yang banyak mengundang daya tarik wisatawan,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri.
Tak hanya itu Menteri Pariwisata Widiyanti Putri melihat dari dekat Rumah Batik Komar sebagai salah satu sentra batik dan destinasi wisata belanja populer di Bandung, Jawa Barat.
Dari kunjungan ini Menteri Pariwisata menekankan pentingnya persiapan yang matang terutama terkait kebersihan, keamanan, dan keselamatan, juga manajemen pengunjung (crowd management) di destinasi, guna memastikan wisatawan dapat berwisata dengan aman, tenang, dan menyenangkan.
“Saya sangat senang bisa datang ke sini bersama Pak Wali Kota Muhammad Farhan dan tim, saya datang untuk melihat Bandung dan meninjau persiapan kota ini untuk menerima wisatawan saat libur lebaran,” katanya.
Ia mengapresiasi persiapan yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dan pengelola sejumlah destinasi di kota itu. Secara khusus, kepada Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Menteri Pariwisata menekankan pentingnya penanganan dan tata kelola sampah sehingga mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan bagi wisatawan.
Hal ini sejalan dengan program Kemenpar yakni Gerakan Wisata Bersih yang tak hanya mendorong kebersihan, tetapi juga mewujudkan destinasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Perhatikan juga kepadatan lalu-lintas. Kami juga sudah berdiskusi untuk mitigasi jika terjadi kepadatan lalu-lintas, termasuk perlunya perbaikan dan penambahan fasilitas parkir agar bisa lebih menampung lebih banyak kendaraan wisatawan,” sambung Widyanti.

Libur lebaran dan mudik merupakan salah satu momentum terbesar dalam sektor pariwisata Indonesia, karena pergerakan wisatawan khususnya wisatawan nusantara secara konsisten lebih tinggi dibandingkan periode penting libur lainnya seperti Natal dan Tahun Baru. Pada libur lebaran tahun ini diperkirakan jumlah pergerakan wisatawan nusantara secara nasional mencapai angka 146 juta.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan, Jawa Barat merupakan daerah tujuan pemudik terbanyak ketiga, setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karenanya, kesiapan dari pengelola destinasi juga pemerintah daerah dan industri lainnya amat penting untuk dilakukan.
Masyarakat yang mudik diyakini tidak hanya mengunjungi sanak saudara, namun juga akan berwisata di Kota Bandung dan sekitarnya.
Kementerian Pariwisata sebelumnya telah mengirimkan Surat Edaran Menteri Pariwisata kepada Pemerintah Daerah, Ketua Asosiasi Usaha Pariwisata, dan Pelaku Usaha Pariwisata. Surat tersebut mengimbau agar dilakukan penilaian risiko untuk mempersiapkan penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Kementerian Pariwisata sebelumnya juga telah meluncurkan kampanye salah satunya #MudikYuk untuk meningkatkan minat wisatawan melakukan perjalanan wisata selama libur Lebaran 2025. Kampanye ini dirancang untuk mengajak masyarakat menjelajahi destinasi wisata di Indonesia, terutama di sekitar kampung halaman mereka.
Melalui publikasi promo paket wisata menarik hasil kolaborasi dengan mitra industri pariwisata, kampanye ini bertujuan mendorong pencapaian target 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2025. Ini juga merupakan bagian dari kampanye besar #DiIndonesiaAja dan program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI).
Kementerian Pariwisata juga bekerja sama dengan BUMN, asosiasi pariwisata, dinas pariwisata, pelaku industri, serta pemangku kepentingan terkait. Promo dan paket wisata yang telah terkurasi dapat diakses melalui media sosial Kementerian Pariwisata, laman khusus di situs Indonesia.travel, serta QR code pada banner yang dipasang di bandara, stasiun, dan pusat perbelanjaan. (Fikri Husaini-Olpah Sari).
