Mengenal Pusteklim Yogyakarta, Koperasi Pengelolaan Sampah
Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR dan Wakilnya HJ Ananda serta jajaran terkain termasuk anggota DPRD Kota Banjarmasin melakukan kunjungan Studi Tiru Pengelolaan Sampah ke Pusteklim di Yogyakarta. (Foto-Diskominfotik Banjarmasin),
Yogyakarta memang dikenal sebagai kota pendidikan di Indonesia. Selain terkenal dengan kampus dan pusat pendidikan terkemuka, Daerah Istimewa ini menyimpan cerita bagus dalam mengelola sampah. Tak heran jika daerah ini dijadikan studi tiru daerah lainnya di Indonesia.
Menyebut tata kelola sampah, maka perhatian tertuju kepada Pusteklim di Yogyakarta yang dikenal sebagai Pusat Teknologi Limbah, karena organisasi ini berfokus pada pengelolaan limbah dan gas emisi industri. Pusteklim juga berperan dalam meningkatkan dan menyebarkan teknologi tepat guna untuk pelestarian lingkungan.
Pusteklim adalah Koperasi Jasa Multi Pihak yang bergerak di bidang pengelolaan limbah cair dan padat. Pusteklim ini didirikan pada tahun 2023. Kehadirannya bertujuan memberikan solusi hidup terutama di bidang limbah cair dan padat. Tak hanya itu keberadaannya juga untuk mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi berkualitas dan tepat guna. Disatu sisi Pusteklim ini menjadi badan usaha terkemuka dalam pengelolaan limbah.
Dan yang menonjol dari Pusteklim yang berlokasi di Gandu Rt07 / 06, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta adalah mengusung prinsip Koperasi Universal, yaitu badan usaha yang demokratis, harmonis, dan berdaya serta Model Multi Pihak atau koperasi yang prinsipnya dekat dengan Koperasi Universal.

Selain fokus kegiatan penanganan limbah cair, limbah padat (sampah dan limbah padat lainnya) serta penanganan masalah gas emisi dari kegiatan industri, Pusteklim ini juga bergiat pula di bidang peningkatan dan penyebarluasan teknologi tepat guna yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan melalui kegiatan training terstruktur.
Ini pula yang membuat Pemerintah Kota Banjarmasin menjadikan salah satu rujukan dalam mencari formulasi agar bagaimana bisa melakukan penanganan sampah dengan baik dan maksimal.
Keseriusan Banjarmasin mengatasi “Darurat Sampah” membuat Wali Kota HM Yamin bersama Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda dan jajaran pejabat Pemko Banjarmasin menyempatkan berkunjung ke Pusteklim Yogyakarta.
Pola dan teknologi ‘Incinerator’ menjadi kajian dan studi tiru dalam pengelolaan sampah yang bisa dipraktekkan di Kota Banjarmasin.
“kita melihat teknologi Insinerator yang ada di sini apakah nanti bisa dijadikan solusi untuk penyelesaian masalah sampah di Kota Banjarmasin. Kita akan kaji dulu,” ucap Yamin disela kunjungannya Pusteklim. Yogyakarta
Yamin pun menyakini dari informasi yang dapatkan, incenarator itu bekerja dengan membakar sampah yang memiliki tingkat kepanasan sekitar 850- 1000 derajat celcius dan tentunya ramah lingkungan.
“Ini adalah salah satu teknologi yang efisien dan efektif sehingga diharapkan bisa membantu penyelesaian persampahan di kota Banjarmasin. Meskipun begitu, sampah yang dimasukan ke alat tersebut juga tetap harus dilakukan pemilahan dan mungkin juga sampai pencacahan,” terang Yamin.
Cara kerja teknologi dipastikan akan memberikan manfaat luar biasa, karena pasca pemilahan dan pencacahan alat ini menjadi pendaur ulang.
“Nah setelah pemilahan dan pencacahan itu baru alat ini digunakan untuk mendaur ulangnya. Nah dari hasil itu limbahnya juga bisa bermanfaat,” sambungnya lagi.
Alat itu setidaknya bisa menjadi opsi sebagai bahan rapat untuk formulasi penanganan sampah di Banjarmasin. Incinerator sendiri bermanfaat untuk mengolah limbah organik dan anorganik, mengurangi pencemaran lingkungan, dan menghasilkan energi alternatif.
Manfaat Incinerator lainnya adalah mengolah limbah, karena Incinerator dapat mengolah limbah organik dan anorganik dengan cara membakarnya dalam sistem terkontrol dan terisolir.
Selain itu dapat mengurangi pencemaran lingkungan, Incinerator dapat mengurangi polusi lingkungan akibat penimbunan sampah.
Incinerator tersebut juga menghasilkan energi alternatif yaitu energi panas hasil pembakaran dalam incinerator dapat digunakan sebagai energi alternatif untuk pemanasan atau pengeringan.
“Hal terpenting adalah ia memusnahkan mikroorganisme patogen, karena Incinerator dapat menghancurkan mikroorganisme patogen,” pungkasnya. (Ridzky Husna).
