Desa Pulau Sewangi “Seribu Jukung” Yang Bikin Bangga Banua
Bupati Barito Kuala H Bahrul Ilmi saat wawancara khusus dengan Antara News TV. (Foto-Diskominfo Barito Kuala).
Meskipun berada di sebuah daratan kecil dengan luas 55 hektare, Desa Pulau Suwangi, kampung memberikan warna bagi Kabupaten Barito Kuala. Desa yang berada di Kecamatan Alalak, adalah sisi lain yang membawa Barito Kuala dikenal dunia.
Berada di bantaran aliran sungai Barito, Pulau Suwangi membumi karena kearifan masyarakatnya membuat jukung atau perahu. Kampung ini melegenda sebagai “”Desa Seribu Jukung”. Keunikan inilah membuat Pulau Suwangi salah satu situs Geopark Meratus di bagian ruter Baratnya.
Potret lainnya adalah Kampung Pulau Suwangi dikenal sebagai desa ramah perempuan dan peduli anak. Tak hanya di Kalsel, desa ini pun menjadi percontohan di level nasional dan menginspirasi Indonesia.
Bahkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menempatkan desa ini menjadi proyek percontohan program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Desa yang sempat menjadi lokasi syuting Program Si Bolang Trans7, salah satu Satu dari Enam desa se-Indonesia.

Dalam sesi wawancara bersama Antara News TV, Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, mengaku bersyukur dan bangga dengan penunjukan Desa Pulau Suwangi sebagai percontohan program RBI (Ruang Bersama Indonesia).
“Saya mengapresiasi dan menyambut baik program RBI, serta bangga desa pulau Sewangi Kabupaten Barito Kuala, yang menjadi satu-satunya di Kalimantan dan hanya ada Enam percontohan di Indonesia.,” terang H.Bahrul Ilmi dalam wawancara eksklusif, di kantornya di Marabahan, Jumat (07/03/2025).
Rasa bahagia ia rasakan juga sebelum jadi Bupati. Karena Bahrul Ilmi hadir sebagai tokoh masyarakat, kunjungan Menteri PPA kesana dan melaunching RBI di Pulau Sewangi, pada tanggal 5 Desember 2024 barusan.
“Apalagi sekarang saya sudah jadi bupati, tentu saya akan dukung penuh program ini karena sejalan dengan visi kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi angka kekerasan bagi anak dan perempuan” kata Bupati jebolan Doktor Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Jawa Tengah.

Bupati Bahrul Ilmu pun mengungkapkan masyarakat desa Pulau Sewangi telah memanfaatkan lumbung desa sebagai lokasi RBI. Lumbung desa ini telah direnovasi dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk mendukung kegiatan RBI.
“Sebagai Bupati saya juga meminta Dinas PPKBP3A Barito Kuala untuk mendukung fasilitas kegiatan RBI dan memastikan bahwa program ini berjalan efektif dan efisien” ujarnya dalam sesi wawancara yang juga didampingi Kepala Dinas Kominfo Barito Kuala, Hery Sasmita dan Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Barito Kuala Akhmad Wahyuni.
Menurut Bupati, desa ideal adalah desa yang masyarakatnya sejahtera, berpendidikan, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembangunan di desa. Harapnya, desa ideal memiliki infrastruktur yang memadai seperti jalan, jembatan, dan fasilitas kesehatan dan pendidikan.
“Tentunya saya berharap bahwa program RBI di Desa Pulau Sewangi dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, kalau perlu seluruh Kalimantan dan se-Indonesia,” harapnya.
Sebagai kepala daerah yang merintis kehidupan dari bawah dan dari kampung, dirinya juga berharap bahwa program ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi angka kekerasan bagi anak dan perempuan di daerah kami, Barito Kuala tercinta.
Sekedar diketahui pula RBI adalah bentuk upaya kolaborasi dari lintas sektor oleh pemerintah, Lembaga masyarakat dan bahkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.(Olpah Sari)

