Pasar Wadai Ramadhan Banjarmasin Semakin Beda
Suasana Pasar Wadai Ramadan di Banjarmasin Hari Pertama ramai dikunjungi pengunjung wisatawan.
Ada Warung Murah Untuk Buka Puasa dan Sahur Bersama
Pasar Wadai Ramadan di Banjarmasin ada ruang rindu yang tersembunyi. Begitulah barangkali ungkapan setiap pengunjung yang selalu menanti bulan penuh keberkahan dengan bertandang ke Pasar ikonik di kota Banjarmasin.
Ya Pasar yang satu ini selalu ngangenin dan menjadi tempat nostalgia. Karena bisa bernostalgia membeli jajajan khas wadai-wadai (kue) tradisional yang melegenda dan hanya bisa ditemui pada bulan Ramadan saja.
Sebut saja Masubah, wadai tatal, gigicak, hintalu karuang yang menjadi bagian dari wadai 41 macam. Wadai-wadai ini merupakan kudapan tradisional yang selalu lestari dan terjaga, seiring zaman yang berlalu dalam lintasan waktu. Kue-kue ini pamornya pun tak pernah pudar, seperti halnya dengan Pasar Wadai Ramadan di Banjarmasin.

Tahun 2025 membuka lembaran sejarah bagi pasar yang tumbuh bersama sejarah, menyemarakan bulan suci Ramadan. Karena pasar yang terus menjaga tradisi keunikan kuliner Banjarnya, kembali rumah lamanya.
Ramadan 1446 H ini, Pasar Ramadan “Bulik Kampung” ke kawasan Nol Kilometer, Jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin, yang berada di bantaran Sungai Martapura yang penuh historis. Kolaborasi kuat antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kota Banjarmasin, menempatkan kembali pasar yang mendunia ini, kembali kepada kampung halamannya.
Merunut lembaran waktu, Pasar Ramadan selalu “Nomaden”, dari Balai Kota Banjarmasin, Siring Tendean, Taman Kamboja. Namun berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah mufakat, Pasar yang menjadi bagian dari Calendar Of Event Pariwisata Kalimantan Selatan kembali ke asalnya, di Nol Kilometer Banjarmasin.

Penempatan lokasi yang strategis diapresiasi penuh Gubernur Haji Muhidin. Pria yang dikenal getol menjaga tradisi khas warga Banjar, sangat bersyukur kebersamaan tercipta antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk menyatukan pasar dalam satu lokasi, sehingga memberikan rasa nyaman bagi pedagang dan pengunjung.Tanpa harus berpindah-pindah tempat dari tahun-tahun sebelumnya.
Muhidin menyebut Pasar Wadai Ramadan sudah menjadi tradisi turun temurun di Banua Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarmasin. Menurutnya, tahun ini menjadi lebih spesial, sebab dalam penyelenggaraannya Pemkot dan Pemprov dapat saling merangkul untuk semua.
“Di bulan puasa seperti ini rasanya tidak lengkap bila tidak ada pasar wadai, kita akan menemukan berbagai hidangan macam wadai dan makanan khas seperti hamparan tatak, bingka, laksa sampai ipau. 41 macam wadai kita saya kira lengkap ada di sini, dan kita buka sampai tengah malam, termasuk menyediakan wadah gasan berbuka sampai sahur,” terang Muhidin, kepada awak media di sela-sela peninjauan Pasar Wadai Ramadan dan Warung Murah Ramadan, Sabtu sore (01/03/2025).
Gubernur Muhidin pun sangat berterima kasih dengan dukungan semua pihak sehingga penyelenggaraan sangat baik. Terlihatnya banyaknya stand yang membuat Pasar Ramadan ini semakin ramai.Bahkan ada Warung Murah untuk buka puasa dan sahur bersama.
“Mudahan ini jadi berkah bagi kita semua, saya mengajak semua ayo berbelanja, mendukung para pedagang yang ada di sini. Sehingga ekonomi masyarakat kita bisa bertumbuh dan membawa manfaat,” harap Gubernur yang baru saja mengikuti retreat kepala daerah di Akmil Magelang, Jawa Tengah.

Wali Kota Banjarmasin M Yamin HR pun menyambut baik dukungan dan apresiasi yang diberikan oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kita ingin hal seperti ini bisa terjadi setiap tahun, di mana hubungan harmonis Pemprov dan Pemkot ini bisa terus terjalin, tidak sekadar berhenti di pasar wadai saja,” ungkapnya.
HM Yamin HR juga berharap pasar wadai ini bisa menumbuhkan geliat ekonomi UMKM di kota Banjarmasin. Pasar ini diharapkan pula bisa berjalan dengan sebaik-baiknya, terus ramai, dan masyarakat bisa menikmati hiburan yang disajikan serta menjadi wisata kuliner yang mengasyikan di bulan Ramadan.
Pasar Wadai Ramadan yang memberikan kenangan indah tersendiri bagi warga kota Banjarmasin.Karena hampir setiap tahun bisa mengunjungi pasar yang juga menyediakan beragam kuliner khas asli Banjar. Mulai wadai 41 macam, hingga masakan khas Banjar yang populer dari zaman ke zaman, Soto Banjar, Selada, Ayam Panggang. Tak hanya itu jajanan kekinian serta produk UMKM pun ditawarkan dengan harga yang terjangkau kantong. (Ridzky Husna).

