Indahnya Jumatan di Masijd Ihsanul Barokah Bank Kalsel
Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina dan jajaran salat Jumat di Masjid Ihsanul Barakah Bank Kalsel.
Sebagai salah satu daerah religius di tanah air, Banjarmasin memang dikenal sebagai kota religi. Hampir setiap kawasan terdapat masjid dan mushola, yang menjadi ciri khas kota Seribu Sungai.
Mulai Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Masjid Sultan Suriansyah yang bersejarah, Masjid tertua Masjid Jami, Masjid Al Jihad hingga yang terbaru adalah Masjid Ihsanul Barokah, di kawasan Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.
Masjid yang diresmikan ulama terkenal Habib Syech Bin Abdul Qodir As-Segaf, Jumat (30/05/2024) lalu, berada di areal perkantoran Bank Kalsel di Banjarmasin. Masjid ini pun menjadi ikon baru tempat ibadah umat Islam, selain masjid-masjid masyhur lainnya di Banjarmasin.
Pusat. Berbeda dengan masjid pada umumnya yang memiliki kubah, masjid yang dibangun untuk memudahkan karyawan Bank Kalsel dan masyaraakat luas ini, memiliki atap yang estetik dan selaras dengan bangunan megah Bank Kalsel.
“Alhamdulillah, nuansanya serasa di Madinah saja sekilas berada di sini, ada kesejukan dan kenyamanan, terutama melaksanakan ibadah jumatan,” terang Lukman Fadlun, Kepala Badan Kesbangpol Kota Banjarmasin yang melaksanakan salat Jumat di masjid ini.

Jumatan dalam suasana Nisfu Sya’ban (14/02/2025) menjadi Jumat istimewa bagi Masjid Ihsanul Barokah. Karena di hari Jumat tersebut Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina menjadi Khatib khutbah Jumat. Ibadah ini pun menjadi spesial, karena momen perpisahan bagi Ibnu Sina yang dalam hitungan hari akan mengakhiri tugasnya memimpin Kota Banjarmasin.
“Alhamdulillah, hari ini Khatib Jumatan di Masjid Ihsanul Barokah Bank Kalsel adalah Bapak Wali Kota Banjarmasin. Kami bersyukur dengan kedatangan beliau yang salat Jumat dan menjadi khatib, bersama sejumlah kepala SKPD, tokoh masyarakat serta awak media.Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujar Suriadi, Kepala Cabang Utama Bank Kalsel didampingi Abdurahim Fiqry, Direktur Operasional dan Akhmad Fauzi Noor Direktur Bisnis, saat menerima kedatangan Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Sementara dalam khutbahnya Ibnu Sina yang merupakan seorang ustadz ini menekankan betapa pentingnya bagi semua orang, untuk bersyukur berada di bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban menjadi bulan yang mulia bagi umat Islam karena keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalamnya. Selain itu, bulan Sya’ban juga menjadi istimewa karena merupakan bulan penyambut Ramadan.
“Karena itulah perbanyak beribadah dan berdoa, terutama di malam Nisfu Sya’ban. Allah SWT mengabulkan doa-doa umat dan kita semua yang dipanjatkan pada saat malam Nisfu Syaban. Jika memohon rezeki, maka niscaya Allah akan memberikannya,” demikian salah satu penggalan khutbah yang disampaikan Ibnu Sina.
Usai salat Jumat, Ibnu Sina bersama jamaah lainnya pun meninjau dari dekat keindahan dari Masjid yang menjadi salah satu kebanggaan warga Banjarmasin. Ibnu Sina pun terkesan dengan bangunan Masjid yang tertata dengan baik dan memberikan kesan minimalis namun dengan arsitektur modern yang indah . Ruangan itu dicat warna putih bersih. Di sisi kiri dan kanan ada sejumlah ventilasi yang terbuat dari kayu berornamen sehingga cahaya bisa masuk.

Dalam berbagai kesempatan Direktur Utama Bank Kalsel, merasa bersyukur dengan berdirinya Masjid Ihsanul Barokah.Karena memberikan kemudahan, keberkahan dan manfaat bagi pegawai dan masyarakat sekitar Bank Kalsel Kantor Pusat yan ingin beribadah.
“Pembangunan ini adalah cita-cita bersama keluarga besar Bank Kalsel dan bagian dari wujud rasa syukur atas kemajuan Bank Kalsel dengan segala capaiannya, terutama sudah memasuki usia 60 tahunan,” kata Fachrudin.
Masjid ini pun diapresiasi kalangan penggiat wisata Banjarmasin, karena sangat refresentatif dan sangat bagus. Tak heran jika suatu saat dikunjungi wisatawan, terutama untuk melaksanakan ibadah disela-sela perjalanan wisata di Banjarmasin.
“Kami mengapresiasi sekali dengan keberadaan masjid ini dan menambah koleksi masjid terbaik di Banjarmasin, yang bagus pula untuk dikunjungi wisatawan sambil beribadah,” tutur Risanta, Humas DPP Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI). (Muhammad Irfani).

