Tak Mesti Ke Vietnam, Temukan Keindahan Sungai Di Banjarmasin
Kapal Wisata Pinisi "Barito River Crusie" berlayar perdana bersama Gubernur Kalsel H Muhidin dan rombongan, Rabu (12/02/2025).
Sensasi Baru Berwisata Bersama Barito River Cruise
Liburan dan berwisata tak mesti jauh-jauh ke luar negeri. Karena Indonesia itu negeri yang indah dan kaya akan budaya termasuk keindahan sungai dan kearifan budaya lokalnya.
Salah satu daerah yang memiliki potensi pariwisata berbasis sungai adalah Kalimantan Selatan . Provinsi yang sekarang dipimpin Gubernur H Muhidin terus mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan destinasi-destinasi unggulan dan terbarukan.
Menjelajahi perairan Sungai Barito menjadi sisi baru wisata berbasis sungai. Sungai Barito adalah salah satu sungai terbesar dan terpanjang di Indonesia. Sungai ini berhulu di Pegunungan Muller di Provinsi Kalimantan Tengah, dan bermuara di Laut Jawa di Provinsi Kalimantan Selatan.
Panjang sungai ini mencapai 909 km, dengan lebar rata-rata 800 m dan kedalaman rata-rata 8 m1. Sungai Barito memiliki daerah aliran sungai (DAS) seluas 62.585 km2, yang meliputi 10 kabupaten di Kalimantan Selatan dan sebagian wilayah Kalimantan Tengah. Sungai Barito juga memiliki banyak anak sungai, di antaranya Sungai Banjar, Sungai Negara, Sungai Murung, Sungai Anjir, dan Sungai Alalak (data Wikipedia).

Keindahan Sungai Barito mengilhami kehadiran Kapal Wisata Pinisi “ Barito River Cruise “ yang membawa wisatawan menjelajahi sisi lain Banjarmasin dan Barito Kuala. Kapal ini pun resmi berlayar perdana dan dinaiki langsung Gubernur Kalsel, H Muhidin, yang merupakan penumpang pertama kapal wisata ini.
“ Sensasinya kita menikmati makan sambil goyang-goyang, dan kami lanjutkan ke dek kapal anginnya bagus, seperti kapal dalam Film Titanic,” ujar Muhidin yang sempat berfoto dengan istrinya seperti adegan Jack dan Rose di Film Titanic yang melegenda.
Muhidin sendiri mengapresiasi inisiasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kalsel, PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) membuat terobosan dengan membuka potensi wisata perairan dengan kapal pinisi Dia pun mengacungkan jempol dengan keberadaan “Barito River Cruise” yang didatangkan jauh-jauh dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Muhidin pun mengajak masyarakat luas termasuk wisatawan Indonesia untuk mencoba dan menikmati sensasi berlayar dan berwisata ke perairan Sungai Barito bersama kapal wisata Pinisi ini.
“ Apalagi pihak pengelola memberikan harga diskon. Jadi manfaatkan promo ini, karena sambil menikmati perjalanan wisatawan atau pengunjung mendapat paket makanan yang tersedia selama perjalanan,” ajak Muhidin usai berlayar dengan Barito River Cruise.
Dengan berwisata dan berlayar dengan kapal wisata pinisi ini, wisatawan bisa melihat sisi-sisi terindah yang ada di perairan Sungai Barito. Karena pesonanya lebih indah dari negeri-negeri lainnya, termasuk Vietnam.
“Dulu kami pernah ke Vietnam kunjungan dan diajak menyusuri kawasan wisata dengan kapal pesiar. Kami rasa disini kada kalah jua dan terbaik dibandingkan Vietnam.Karena itu pengelola diharapkan juga lebih inovatif dan baik dalam pelayanan kepada wisatawan,” kata Muhidin.

Sementara itu, Direktur Utama PT Ambapers Zulfadli Gazali menyebut, keberadaan kapal wisata ini merupakan tindak lanjut kajian-kajian yang mereka lakukan, terutama menggali potensi-potensi Daerah Aliran Sungai Barito, 26 Januari 2024 lalu.
“Dari kajian itu ternyata ada peluang usaha dalam pemanfaatan DAS Barito. sebagai alur logistik dapat dimaksimalkan dengan menghubungi transportasi ke wilayah IKN di Kaltim, dan pengembangan destinasi wisata di sepanjang DAS,” terang Zulfadli Gazali.
Zulfadli sendiri menjelaskan untuk operasional kapal sendiri memiliki dua rute reguler, baik yang pendek maupun panjang. Rute pendek dimulai dari Basirih-Banjar Raya, dan Pulau Kembang sekitar dua jam perjalanan yang dilengkapi konsumsi bagi penumpang.

“Rute sendiri dari kawasan Banjar Raya berkeliling Pulau Kembang, menikmati sunses sekitar dua jam. Fasilitas lainnya adalah hiburan dan konsumsi,”sambungnya.
Selain itu untuk rute perjalanan jarak jauh dimulai dari Basirih ke Jembatan Barito dengan waktu hampir tiga jam perjalanan dan pulang pergi.
“Ini perjalanan menyenangkan dan menjadi berkesan karena bisa mengenal lebih jauh Banjarmasin dan Batola dari sudut pandang yang berbeda. Jadi ngga perlu ragu untuk berwisata dengan kapal pinisi dengan biaya tiket yang terjangkau dan sesuai dengan apa yang bisa dilihat dan dinikmati untuk perjalanan ini,” tutur Endah, salah satu wisatawan. (Olpah Sari).

