Potret Desa Wukirsari Peraih “Best Tourism Village UNWTO 2024”
Menpar Widiyanti Putri Wardhana bersama Wamenpar Ni Luh Puspa mencoba praktik membuat batik saat kunjungannya ke Desa Wisata Wukirsari, DIY, Kamis (23/01/2025).(Foto-Biro Komunikasi Kemenpar).
Tak terbayangkan sebuah desa di Indonesia bisa mengalahkan desa-desa terbaik di dunia. Setidaknya ini prestasi cukup membanggakan Indonesia, karena salah satu desa wisatanya, Wukirsari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meraih penghargaan The Best Tourism Village 2024 dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nation World Tourism Organization/UNWTO), bulan Nopember 2024 silam.
Desa wisata Wukirsari dinilai terbaik karena komitmen penuh inovatif dan transformatif terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta ditopang sumber daya alam dan budayanya.
Dari berbagai literatur yang dihimpun Economic Travelling.Com, desa ini sejak tahun 2007 mengembangkan potensi-potensi ekonomi kreatif melalui sub sektor fesyen. Salah satunya adalah bagaimana konsennya masyarakat dan pemerintahan desanya mengembangkan dan menjaga kelestarian batik tulis lewat Sentra Kampung Batik Giriloyo. Bahkan di kampung ini dikembangkan pula kegiatan belajar membatik.
Desa Wisata Wukirsari pun mendapat apresiasi langsung Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. Saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi DIY, Menpar Widiyanti menyempatkan diri langsung mengunjungi desa Wukirsari.
Menpar Widiyanti bersama Wamenpar Ni Luh Puspa sangat memuji pencapaian yang diraih Desa Wisata Wukirsari. Pencapaian luar biasa ini turut mendorong geliat pariwisata Indonesia di mata dunia.
“Kami sangat bangga karena prestasi ini mencerminkan kekayaan budaya Indonesia dan sekaligus menjadikan simbol global pariwisata berbasis kearifan lokal,” ujar Menpar Widiyanti.
Desa wisata yang berada di Kabupaten Bantul, DIY ini, merupakan salah satu desa wisata terbaik Indonesia yang sebelumnya telah banyak meraih deretan penghargaan, salah satunya Best Tourism Village UNWTO tahun 2024.

Desa Wisata Wukirsari memiliki potensi pariwisata yang besar mulai dari keindahan alam hingga produk ekonomi kreatif dan berfokus pada pengembangan edu-wisata dan eco-wisata.
Belajar membatik menjadi ajang bagi Wukirsari untuk mengenalkan warisan budaya dunia milik Indonesia yang telah ada di kawasan ini sejak tahun 1634.
Bukan sekadar ajang wisata, kegiatan ini menitikberatkan pada keterlibatan lebih dari 600 perajin batik sebagai pemandu wisata belajar batik, sehingga setiap perkembangan dalam atraksi ini akan berimbas pada meningkatnya taraf hidup masyarakat yang berprofesi sebagai perajin batik.
Selain kerajinan masyarakat lokal yang menjadi daya tarik utama, tata letak geografis Desa Wukirsari juga sangat beragam. Mulai dari perbukitan, sungai, hutan, dan lahan pertanian yang membuat desa ini sangat asri.
Potensi-potensi yang diiringi dengan pengelolaan berkelanjutan oleh masyarakat, juga membawa Desa Wisata Wukirsari meraih deretan penghargaan lainnya. Seperti ASEAN Homestay Award di tahun 2016, juara 1 Desa Wisata Maju Tahun 2023, hingga penetapan UNESCO atas Batik Giriloyo sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak 2009.
Selain itu Desa Wukirsari juga telah menerima sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan wisata pada 2022.
“Tentunya ini semua adalah hasil dari dedikasi yang konsisten dan buah dari kolaborasi yang baik dari seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari pemerintah daerah dispar, pengelola desa wisata, pelaku UMKM, komunitas lokal, hingga mitra strategis lainnya,” sambung Menpar Widiyanti.
Ia berharap, Desa Wukirsari bisa menjadi contoh dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan pada aspek pengelolaan destinasi wisata, sosial ekonomi, budaya, dan lingkungan.
“Ke depan kami berharap Desa Wisata Wukirsari dapat terus berinovasi tanpa melupakan akar tradisinya terutama dalam perspektif pariwisata yang berkelanjutan. Mari kita turut menciptakan produk dan jasa pariwisata yang tidak hanya memiliki daya saing global tapi juga wadah lingkungan dan berbasis pada pemberdayaan komunitas,” ujar Menpar Widiyanti.(Fikri Husaini).

