Wisman Pertama Tahun 2025 Disambut di Tiga Pintu Masuk Utama

0
SAMBUTAN UTAMA SEKALI

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa hadir dan menyambut langsung kedatangan wisatawan pertama pada 1 Januari 2025 yang tiba pada pukul 08.10 WIB bertempat di Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Lagoi, Bintan. (Foto-Biro Komunikasi Kemenpar).

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Garuda Indonesia, dan Pemerintah Daerah menggelar penyambutan wisatawan mancanegara (wisman) pertama yang tiba di Indonesia melalui tiga pintu masuk utama, yakni Kepulauan Riau, Bali, dan Jakarta.

Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (02/01/2025), mengatakan acara ini bertujuan untuk menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menyambut lebih banyak wisman di tahun 2025.

“Penyambutan wisatawan awal tahun ini menjadi bentuk sinergi antara Kementerian Pariwisata dengan instansi dan stakeholder terkait yang masih terus dijaga keberlanjutannya dalam rangka mendukung kebangkitan sektor pariwisata Indonesia pasca-pandemi,” kata Menpar Widiyanti.

Menpar Widiyanti mengungkapkan, pada tahun 2025, Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai kisaran angka 14,6 juta – 16 juta kunjungan dan wisatawan nusantara mencapai 1,08 miliar pergerakan.

“Dengan semangat kolaborasi, mari kita wujudkan pariwisata Indonesia sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta inklusif, dan mampu bersaing di tingkat global,” terang Widiyanti.

 

Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (02/01/2025),. (Foto-Biro Komunikasi Kemenpar).

Sementara itu Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa hadir dan menyambut langsung kedatangan wisatawan pertama pada 1 Januari 2025 yang tiba pada pukul 08.10 WIB bertempat di Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Lagoi, Bintan. Wamenpar didampingi pejabat dari Kementerian Pariwisata, Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara, Gubernur Kepulauan Riau beserta jajarannya, Bupati Bintan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, dan beberapa stakeholder pariwisata Kepri lainnya.

“Saya percaya awal tahun ini sampai akhir 2025 nanti kita bisa mencapai target untuk kedatangan wisatawan mancanegara,” ujar Wamenpar Ni Luh.

Ni Luh menjelaskan, Kepulauan Riau memiliki peran dan posisi strategis dalam menunjang pencapaian target kunjungan wisman ke Indonesia. Letaknya yang berbatasan laut dengan Singapura dan Malaysia, menjadikan provinsi kepulauan ini sebagai satu dari tiga pintu masuk terbesar wisman ke Indonesia setelah Bali dan Jakarta. Kepri juga memiliki pantai-pantai luar biasa indah dan budayanya juga sangat kaya.

 

Wamenpar Ni Luh Puspa menyambut langsung kedatangan wisatawan pertama yang tiba di Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Lagoi, Bintan, Rabu (1/1/2025). (Foto-Biro Komunikasi Kemenpar).

 

Wisatawan dan Pelaku Pariwisata saat berada di Batam.

“Dengan adanya potensi ini ke depan diharapkan length of stay wisatawan bisa lebih lama lagi sehingga _spending_nya lebih banyak. Oleh karena itu dibutuhkan atraksi wisata yang lebih beragam. Saya optimistis target kunjungan wisatawan mancanegara dapat kita capai,” kata Ni Luh.

Wamenpar sendiri membuka acara dengan prosesi menggunting pita dilanjutkan dengan penyambutan 6 wisatawan mancanegara yang terdiri dari 2 orang asal Jepang, 1 orang asal AS, 1 orang asal Rusia, dan 2 orang asal Singapura melalui pemberian hand bouquet, pemasangan tanjak, dan pemberian goodie bag berisi suvenir.Di rrival Hall Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (IGNR), Bali, penyambutan wisman pertama asal Australia disambut Deputi Bidang Pemasaran, Ni Made Ayu Marthini, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I, Wisnu Sindhutrisno.
Penyambutan wisman Australia penumpang maskapai Garuda Indonesia, juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjokorda Bagus Pemayun, Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, CEO Regional II InJourney Airports, Wahyudi, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, General Manager Garuda Indonesia Branch Office DPS, Ade Nurman, Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Ida Bagus Putu Puja, dan Sekretaris DPD ASITA Bali, Nyoman Subrata

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan penyambutan dilakukan untuk penumpang wisman dengan penerbangan full service dari Australia yang menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Melbourne, dengan nomor penerbangan GA719.

“Maskapai tersebut mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Airport pada tanggal 1 Januari 2025 pukul 09.58 WITA, pesawat membawa 259 penumpang yang mayoritas adalah WNA asal Australia. Tingkat keterisian pesawat atau seat load factor mencapai lebih dari 90 persen dari total seat capacity sebesar 287,” ungkap Made.

Made mengungkapkan, pintu masuk udara mendominasi 70 persen dari total kedatangan wisman sepanjang Januari – Oktober 2024 dengan tertinggi berada di pintu Masuk Bali I Gusti Ngurah Rai Airport sebesar 5,2 juta kedatangan, disusul Bandar Udara Soekarno Hatta 2,1 juta kedatangan.

 

Wisatawan Mancanegara langsung disambut tarian khas Bali.(Foto-Biro Komunikasi Kemenpar).

 

Sambutan penuh hangat untuk wisatawan mancanegara (Foto-Biro Komunikasi Kemenpar).

Penyambutan Wisman di Pintu Jakarta dilakukan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), berkolaborasi dengan InJourney Airports. Kegiatan turut dihadiri oleh General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, perwakilan Kementerian Pariwisata, Customer Experience Group Head

Prosesi penyambutan dimulai dengan kedatangan pesawat Japan Airlines dengan nomor penerbangan JL729 dari Narita, Jepang yang mendarat di CGK tepat pukul 23.55 WIB yang mendatangkan penumpang sebanyak 144 orang.

Sebagian besar penumpang merupakan wisatawan mancanegara yang akan menghabiskan waktu libur tahun baru mereka di berbagai destinasi di Indonesia.

Kedatangan wisman pertama di Jakarta disambut secara simbolis melalui pengalungan bunga kepada lima wisatawan terpilih sebagai bagian dari upaya untuk memberikan kesan pertama yang positif kepada wisman serta meningkatkan citra Indonesia sebagai destinasi wisata yang ramah.(Fikri Husaini-Muhammad Irfani-Risanta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!