Bandung Sentra UMKM Indonesia “Yang Mendunia”

0
BANDUNG PA MENTERI

Menteri Perdagangan Budi Santoso berdiskusi ringan dengan pimpinan Tegep Boots & Accessories , Etnawati Melani . (Foto-Humas Kemendag).

Menteri Perdagangan Kunjungi UMKM Unggulan Bandung

Bandung tak hanya dikenal sebagai Kota Kembang, namun kota ini memiliki magnet sendiri sebagai salah satu kota wisata terbaik di Indonesia. Tak heran jika banyak wisatawan selalu terkenang dengan ibukota Jawa Barat ini dan akan datang kembali.

Bandung pun membuktikan sebagai kota yang menjadi sentra kreativitas dan inovasi bagi UMKM Indonesia.Tak heran selain berwisata banyak wisatawan yang memanfaatkan liburan dengan berburu sejumlah produk olahan mulai makanan sampai kerajinan tangan.

Kabar baik pun menemani perjalanan Paris Van Java ini. Karena Bandung berhasil masuk jajaran World Trending Destinations 2024 versi Tripadvisor kategori “Best of the Best Destinations Travelers Choice”.

Bandung berada di urutan ke-15 dari 25 kota di dunia dan menjadi satu-satunya kota dari Indonesia yang masuk daftar tersebut. Ada banyak alasan mengapa Bandung bisa masuk dalam jajaran World Trending Destinations 2024 versi Tripadvisor. Bisa dibilang Bandung memiliki paket wisata yang komplet. Mulai dari bentang alam yang memesona, wisata sejarah, budaya yang kental, hingga banyak kuliner tradisional lezat menggugah selera yang menjadi daya tarik wisata Kota Kembang.

Tak hanya pariwisata sektor industri dan perdagangan membuat Bandung menjadi pusat studi tiru daerah mana pun. Bahkan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengaku terkesan dengan kegigihan pengrajin Bandung dalam mengembangkan produk-produk berkualitas.

Baru-baru tadi Menteri Perdagangan (Mendag), bersama Pj Wali Kota Bandung, A. Koswara, dan Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, mengunjungi sejumlah UMKM unggulan di kota kembang ini, Senin (23/12/2024).

Salah satu yang mencuri perhatian Mendag Budi Santosa adalah Tegep Boots & Accessories serta Machine56 di kawasan Pasirluyu.
“Tegep Boots ini karya asli Bandung dengan desain custom yang luar biasa. Kami akan bantu memperluas akses pasar internasional, termasuk ke Milan, Italia,” kata Mendag Budi Santoso.

 

Menteri Perdagangan Budi Santoso terkesan dan memuji produk UMKM Tegep Boots & Accessories Bandung. (Foto-Humas Kemendag).

Mendag Budi Santoso pun tak segan-segan memuji produk Tegep Boots saat melihat dari dekat warehouse dibawah sentuhan manajemen propesional, Etnawati Melani. Mendag pun tertarik dan mencoba langsung produk Tegep Boots.

“Sepatu ini keren, kualitasnya luar biasa. Tentunya kita dukung terus produk dalam negeri seperti ini agar semakin dikenal di pasar global,” ujar Mendag sembari memperhatikan produk secara detail.

Menteri perdagangan Kabinet Merah putih ini sangat mengapresiasi karena 95% produknya diekspor ke berbagai negara, termasuk China, Machine56 membuktikan jika Bandung memiliki potensi besar di pasar internasional.

Kunjungan Menteri Perdagangan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa potensi UMKM Indonesia tidak hanya terletak pada kreativitas, tetapi juga pada kemampuannya untuk berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar internasional.

“Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar mampu bersinar di kancah global,” tegas Mendag Budi Santoso.

Etnawati Melani pimpinan pihak Tegep Boots dan Machine 56 menyampaikan harapan atas dukungan serta fasilitasi Kemendag untuk mengikuti pameran-pameran internasional agar memperoleh kepercayaan buyer.

“Saat ini, Tegep Boots telah mengikuti pameran di Italia dan Prancis, sedangkan Machine 56 sedang mempersiapkan diri untuk pemeran di Amerika Serikat,” sebut Etnawati Melani.

Tegep Boots merupakan merek lokal dari Bandung yang memproduksi sepatu buatan tangan model boot untuk pengendara motor dan koboi, serta berbagai aksesori. Selain itu, Tegep Boots juga memproduksi produk dari kulit, seperti jok motor, tas, dan aneka suvenir yang berbahan baku utama kulit, mulai dari kulit sapi, domba, sampai buaya.

Sementara, Machine 56 merupakan UMKM anak muda yang membuat produk fesyen dan mainan koleksi yang 90% pangsa pasarnya untuk ekspor.(Fikri Husaini-Risanta).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!