Fukui Norin Highschool Kunjungi SMK-PP Kementan di Banjarbaru

0
JEPANG 1

Akrab dan saling berinteraksi antara siswa Jepang dan SMK PP Negeri Banjarbaru. (Foto -Humas SMK PP Negeri Banjarbaru).

Keberadaan SMK PP Negeri Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang Pendidikan Vokasi Pertanian di bawah naungan Badan PPSDMP, Kementerian Pertanian (Kementan)terus mendapat perhatian. Bahkan kiprah sekolah vokasi pertanian ini mendapat apresiasi dari sekolah luar negeri.

Sekolah yang juga sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Kalimantan Selatan, dikunjungi khusus guru dan pelajar dari Fukui Norin High school dari Jepang, selain itu juga rombongan tim ABP Magang, dan tim dari BPPPSDMP, Kementan.

Rombongan pelajar dan tenaga pendidikan Jepang ini berada di Kalsel selama 3 hari, sejak Rabu (11/12/2024) hingga Jumat (13/12/2024). Selama di Bumi Lambung Mangkurat, mereka melihat dari dekat kampus, lahan dan laboratorium praktek SMK-PP Negeri Banjarbaru, persemaian di Banjarbaru, pembibitan tanaman hias (anggrek), Amanah Borneo Park (budidaya buah naga).Bahkan delegasi Jepang ini pun berintraksikan dalam kegiatan keakraban dan senam bersama, termasuk menyaksikan penampilan silat yang diperagakan siswa SMK PP Negeri Banjarbaru.

Kunjungan delegasi pendidikan Jepang ini merupakan bentuk hasil dari penandatanganan agreement yang dilakukan oleh BPSDMP, Kementan. Adapun kegiatannya meliputi pertukaran pelajar bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) serta pertukaran budaya antara Jepang dan Indonesia.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni menyampaikan rasa senang atas kunjungan dari Fukui Norin Highschool ke SMK-PP Negeri Banjarbaru dan berharap kunjungan bisa memberikan kesan yang positif dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

“Kami juga sangat senang, bangga, dan menghargai kesempatan yang baik ini untuk menjalin kerjasama internasional, yang dapat memperbanyak wawasan bagi siswa dan guru,” ungkap Yudi Astoni.

Yudi menyebutkan hal ini menjadi kesempatan emas untuk saling bertukar pengalaman dan belajar dari satu sama lain. Dia berharap dengan kunjungan tim Fukui Norin High school, Jepang ini, semua guru dan siswa mereka memperoleh wawasan baru tentang metode, pembelajaran, teknologi, budaya pertanian yang diterapkan di jepang.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang berbagi ilmu, mempererat persahabatan, dan memperluas jejaring Kerjasama antar kedua sekolah,” sebut Yudi.

 

Antusiasme pelajar Jepang melihat dari dekat kampus, lahan dan laboratorium praktek SMK-PP Negeri Banjarbaru. (Foto-Humas SMK PP Banjarbaru).

Kepala Sekolah Fukui Norin Highschool, Hikari Imazawa mengatakan kunjungan ini untuk mempererat persahabatan melalui pertukaran siswa dan pembelajaran.

“Kami berharap memahami realitas kawasan asia Tenggara secara history dan budaya. Sehingga siswa kami berpandangan luas dan aktif berpartisipasi dalam pertukaran informasi di masa depan,” ujar Hikari.

Kunjungan ini menurut Hikari Imazawa diharapkan pula dapat membangun kemitraan berkelanjutan di bidang pendidikan dan pertanian. Karena ini merupakan jembatan besar bagi perkembangan siswa di kedua belah pihak untuk saling bertukar budaya, pembelajaran di pertanian.

Rombongan Fukui Norin Highschool sendiri dipimpin langsung:Hikari Imazawa, didamping salah satu staf pengajar mereka, Terunobu Ota. Mereka juga membawa sejumlah siswa diantaranya adalah Kazuhito Takeuchi, Taishi Aoki, Hayaki Saitou, Shuya Takahashi, Miku Miyagoshi. Selain itu terdapat Tim ABP Magang diantaranya Tachizaki Asuka (Wakil Manajer Proyek), ⁠Morita Chiharu, dan ⁠Renata Elsa Hapsari.

Program pertukaran informasi dan saling berkunjung ini, selaras dengan upaya Kementerian Pertanian (Kementan) yang terus memaksimalkan pendidikan vokasi untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM), yang inklusif, profesional, modern sesuai motto Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun menaruh harapan besar pada generasi generasi penerus bangsa termaksuk generasi Z atau gen Z. Generasi ini sangat berpengaruh besar nantinya dalam pembangunan pertanian.

“Kalian semua adalah motor penggerak pertanian di negara yang kita cintai ini, terlepas dari generasai pendahulu kalian yang saat ini sudah menjadi penggerak dan pelopor pembangunan pertanian,” kata Amran.

Senada dengan itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, mengatakan di masa depan, SMK-PP diharapkan menjadi leader vocational agriculture di Indonesia.

“Implementasi agreement diharapkan akan meningkatkan kualitas dan kapasitas siswa SMK-PP,” kata Kepala Badan PSDMP, , Idha Widi Arsanti. (Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!