Sentuhan Ekosistem Keuangan Inklusif di Wisata Pasar Racah Mampulang

0
BALANGAN

Foto Ilustrasi - Salah satu kawasan Pasar Budaya Racah Mampulang.

Bank Kalsel Gandeng OJK Dorong Wisata Desa Balida Naik Kelas

 

Balangan  –  Destinasi wisata termasuk Desa Wisata tak hanya sebuah wilayah yang menyajikan keindahan pesona, keunikan serta sesuatu yang bisa diceritakan semata. Namun di dalam desa wisata adalah kegiatan-kegiatan ekonomi yang bergerak menghidupkan masyarakat sekitarnya.

Demikian pula dengan Wisata Pasar Racah Mampulang Desa Balida, di Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Wisata buatan yang menawarkan Gazebo, Menara Pandang dan Spot-spot foto menarik di hamparan persawahan yang luas, kini tumbuh menggeliat sebagai destinasi alternatif orang berwisata di Bumi Sanggam.

Nama Pasar Budaya Rancah Mampulang kian populer setelah sejumlah mahasiswa luar negeri  dari Australia mengunjunginya. Desa wisata ini disebut-sebut sebagai salah satu penggerak wisata di Paringin.

Sejak dikelola Bumdes-Pokdarwis Balida, destinasi ini pun turut berkontribusi bagi PAD desa hingga mencapai Rp.100 Juta. Pasar Budaya Rancah Mampulang menawarkan hamparan sawah yang hijau. Pengunjung dan wisatawan menikmati keindahan ini  melalui jembatan panjangnya ratusan meter.

Pertumbuhan bagus sektor pariwisata ini menarik perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menganggandeng Bank kalsel, lembaga ini mengimplementasikan program yang diinisiakan “Program Generic Model Ekosistem Keuangan Inklusif (GM EKI)”.

Hal ini merupakan komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2023 ini, dalam menjalankan Program Generic Model Ekosistem Keuangan Inklusif (GM EKI) di Wilayah Perdesaan dengan melibatkan kementerian atau lembaga, perwakilan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dan stakeholders terkait. Khusus untuk wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kali ini mereka mengimplementasikan di Desa Balida Pasar Budaya Rancah Mampulang Kabupaten Balangan bekerja sama dengan Bank Kalsel.

“Project GM EKI di wilayah pedesaan ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya pemerintah daerah dalam pengembangan dan pemberdayaan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya dan ekonomi desa. Selain itu melalui program ini juga dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di wilayah perdesaan,” ungkap Kepala OJK Regional 9 Wilayah Kalimantan Darmansyah disela kunjungannya ke Wisata Pasar Racah Mampulang Desa Balida usai kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) implementasi GM EKI di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan baru-baru tadi.

Darmansyah berharap melalui Project GM EKI kedepannya Wisata Pasar Racah Mampulang Desa Balida dapat menjadi wisata unggulan yang ada di Kabupaten Balangan, sekaligus juga bisa menjadi wadah ekosistem keuangan yang baik di sektor pariwisata.

Direktur Utama Bank Kalsel Fachruddin menambahkan, Bank Kalsel merasa terhormat dapat menjadi bagian dalam suksesnya Project GM EKI pada Wisata Pasar Racah Mampulang Desa Balida di Kabupaten Balangan.

Pihaknya juga berkomitmen untuk bisa mensukseskan Project GM EKI tersebut melalui berbagai terobosan, diantaranya bantuan pengelolaan keuangan desa, UMKM, masyarakat umum hingga pelajar yang ada disekitar Wisata Pasar Racah Mampulang Desa Balida.

“Selanjutnya  penyediaan layanan QRIS untuk memudahkan transaksi dan akuntabilitas laporan keuangan desa serta UMKM. Disamping itu ketersediaan permodalan yang terjangkau dan mudah bagi UMKM untuk dapat mengembangkan usahanya dan terhindar dari rentenir,” kata Fachrudin.

Bank Kalsel optimis dapat mendukung semakin berkembangnya Wisata Pasar Racah Mampulang Desa Balida di Kabupaten Balangan kedepannya.

“Kami juga  mendukung program Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor dalam mentransformasi ekonomi Provinsi Kalsel dari ketergantungan pada komoditas bahan mentah atau setengah jadi, ke sektor pertanian, kehutanan, pariwisata dan hilirisasi industri,” tandasnya. (Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!