Tingkatkan Kapasitas Petani Kalimantan Selatan, Kementan Lakukan Penguatan Dengan Pemerintah Daerah
Banjarmasin – Kementerian Pertanian (Kementan) kian serius dalam hal regenerasi petani serta melahirkan wirausaha milenial dari sektor pertanian. Bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), Kementan menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS). Salah satunya di wilayah Kalimantan Selatan.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa regenerasi petani salah satu fokus Kementan bagi keberlanjutan pembangunan pertanian.
“Indonesia harus menjalankan pertanian efektif, efisien dan transparan melalui pengembangan pertanian maju, mandiri dan modern yang dimotori oleh petani milenial. Melalui sinergi dengan IFAD, Kementan berupaya meningkatkan regenerasi melalui pengembangan petani milenial sekaligus memastikan bahwa bertani itu keren,” ujar Syahrul.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, senada dengan hal tersebut. Ia berharap melalui program YESS akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumberdaya manusia dari perdesaan, meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.
“Program YESS ini sangat mendukung dalam pengembangan sumberdaya manusia pertanian, dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumberdaya alam pertanian di pedesaan, secara optimal, profesional, menguntungkan dan berkelanjutan tentunya mereka ini akan siap menghadapi era milenial,” kata Dedi.
Program regenerasi petani juga digencarkan di Kalimantan Selatan melalui SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) di Kalimantan Selatan dalam Program YESS.
Sebagai wujud dukungan dan menunjang program pemerintah tersebut, baru-baru ini SMK-PP Negeri Banjarbaru melakukan kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Kegiatan Program YESD dengan District Implementation Team (DIT) Kabupaten Program YESS di Kalimantan Selatan untuk kegiatan tahun 2023 di Hotel Rattan In, Banjarmasin Selasa (02/05/2023).
Pertemuan DIT yang merupakan pertemuan setingkat Dinas Pertanian ini, dihadiri pula 3 kabupaten pelaksanaan Program YESS di Kalimantan Selatan, yakni Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu. Kegiatan ini dibuka langsung Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso.

“Kegiatan ini untuk mempersiapkan swakelola yang merupakan salah satu kegiatan Program Yess. Hal ini untuk memfasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas pemuda atau petani milenial di wilayah Program YESS di KalselSebab, nantinya saat anggaran masuk akan ada banyak kegiatan terutama di DIT terkait kegiatan yang di swakelolakan oleh kami kepada DIT. Namun sebelum itu perlu perencanaan yang nantinya proposal akan di review oleh IFAD,” jelas Budi Santoso.
Karena itulah menurut Budi Santoso melalui pertemuan tersebut harus disiapkan semua draftnya. Agar nantinya kegiatan seperti BMP, Start Up, Literasi keuangan dan Proposal Bisnis bagi penerima manfaat Program YESS dapat terlaksana dengan baik dan sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku, sehingga terhindar dari permasalahan nantinya.
“Selanjutnya selama 3 hari nantinya diharapkan dapat tersusun draft proposal kegiatan swakelola serta adanya rencana kegiatan peningkatan kapasitas bagi penerima manfaat Program YESS di masing-masing kabupaten,” tambahnya lagi.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan berupa pemaparan desain peningkatan kapasitas pemuda, petunjuk penyusunan proposal dan anggaran kegiatan. Selain itu terdapa pula pengelolaan data calon peserta dan monitoring, pelaporan berbasis MIS, penyusunan proposal kegiatan, presentasi proposal, dan rencana dan tindak lanjut.(Olpah Sari Risanta/Adv)
