TEFA SMK Kementan Kembangkan Budidaya Kopi,  Investor Asing Langsung Melirik

0
INVESTOR ASING 2

 

Banjarbaru – Upaya Teaching Factory (TEFA) SMK- Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru mengembangkan budidaya kopi mendapat respon positif. Kali ini sejumlah investor asing yang bergerak di bidang perkebunan kopi mulai melirik usaha yang dikembangkan TEFA SMK-PP Kementan tersebut.

Kamis siang (02/03/2023) TEFA SMK-PP Negeri Banjarbaru dikunjungi langsung delegasi investor asing perkebunan kopi. Kedatangan para investor luar negeri ini didampingi langsung tim Biji Kopi Borneo Banjarbaru.

Founder Biji Kopi Borneo Banjarbaru, Dwi Kurniawan bersama investor perkebunan kopi dari Timur Tengah, berkunjung langsung ke Banjarbaru, karena sekolah ini tengah mengembangkan budidaya kopi dengan memanfaatkan lahan luas dengan banyak komoditas.Sekolah Kejuruan dibawah Kementerian Pertanian mengembangkan komoditas kopi dengan jenis biji kopi yang berbeda, yakni arabika, robusta, liberika dan excelsa.

“Kami membawa mereka (investor) ke sini untuk melihat jenis biji kopi apa saja yang dapat tumbuh di Kalsel. Pada Kebun SMK-PP Negeri Banjarbaru ini memiliki komoditas kopi dengan 4 jenis biji berbeda,” terang Dwi.

Para investor perkebunan kopi asal Qatar dan Yaman ini mengunjungi TEFA SMK PP Negeri Banjarbaru, karena ingin melihat langsung pengembangan budidaya kopi yang tumbuh di Kalsel.

“Alhamdulillah, tujuan kami kesini adalah untuk mempelajari jenis kopi apa saja yang dapat tumbuh di sini (Kalsel). Dan kami datang ke sini bertujuan untuk menggali informasi dan rencananya membangun kebun kopi, Insya Allah nantinya dapat kami jadikan sebagai investasi” kata Safwan Muhammad yang datang bersama rekannya Salah Syaibani dari Yaman dan Hasan dari Qatar.

Kunjungan dari investor asing ini disambut baik oleh Manager TEFA, Abdul Wahid. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan ini mempu membuat keberadaan TEFA SMK-PP Negeri Banjarbaru makin eksis. Bukan hanya di mata instansi pendidikan dan pemerintah, tetapi juga oleh DUDI yang telah bekerjasama dengan SMK-PPN Banjarbaru.

“Ini menjadi salah satu keuntungan tersendiri, dimana TEFA ini kedepannya diharapkan dapat menjadi gerbang untuk edukasi pertanian sesuai dengan tugas utama sebagai lembaga pendidikan menengah Kementan maupun sebagai media edukasi masyarakat luas guna regerasi pertanian,” ungkapnya.

Di satu kunjungan dari para investor yang datang jauh-jauh dari luar negeri, dinilai Abdul Wahid sebagai sebuah branding dunia pertanian dan memberikan eksistensi perkebunan di masa mendatang.

“Manfaat lainnya dari kunjungan ini adalah sebagai branding dunia pertanian agar tetap eksis di masa mendatang. Dan tak lupa juga, Kami berterima kasih kepada founder Biji Kopi Borneo yang merekomendasikan Inverstor datang ke sini,” katanya lagi.

 

 

Sementara itu upaya yang dikembangkan SMK PP Negeri Banjarbaru sangat selaras dengan program Kementerian pertanian. Karena di bawah kepemimpinan seorang Syahrul Yasin Limpo upaya Regenerasi  untuk  menghadirkan sumber daya manusia (SDM) pertanian terbaik terus dilakukan. Hal ini dalam rangka mendukung  kebijakan pembangunan pertanian berbasis ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satunya dengan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian.

Untuk mencapai kemampuan teknis dan manajerial di bidang pertanian, menururt Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. dibutuhkan metode pembelajaran pendidikan vokasi melalui pendekatan teaching factory (TEFA), yaitu menerapkan sistem pembelajaran yang dikembangkan semirip mungkin dengan dunia kerja dan dunia industri (DuDi).

“Hal ini sudah menjadi keharusan mengingat tuntutan kemajuan pertanian yang maju mandiri dan modern perlu didukung oleh SDM yang mampu mengelola usaha pertanian berbasis teknologi,” ujar Mentan.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP),  sendiri terus memfasilitasi unit pelaksana teknis pendidikan salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru untuk mengembangkan TEFA.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyululuhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menuturkan pentingnya peran petani muda. Dedi menuturkan bahwa sekarang ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

“Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” tutur Dedi.(Olpah Sari Risanta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!