Dukung Pariwisata Bali Kembali, Melalui Ajeg Bali VI ASPPI 2022

0
ajeg utama

 Bangli,Bali – Bali masih menjadi barometer industri pariwisata di Indonesia. Dua tahun pasca pandemi, upaya membangkitkan kembali pariwisata di Pulau Dewata terus digalakkan. Bali pun kian bersolek menyambut kedatangan wisatawan mancanegara. Bali memang kerap menjadi salah satu tujuan berwisata bagi para pelancong domestik maupun internasional.

Beragam langkah strategis dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten setempat untuk mendongkrak kunjungan spesial berwisata ke Bali. Hampir setiap Kabupaten terus mendorong pariwisata di daerahnya untuk menjemput harapan, pariwisata Bali tumbuh kembali dahsyat seperti tahun-tahun sebelum terjadinya pandemi.

Salah satu daerah yang berjuang keras membangkitkan kembali pariwisatanya di Bali, adalah Kabupaten Bangli. Daerah ini  merupakan satu-satunya daerah yang tidak dikelilingi dengan laut karena terletak diantara wilayah Karangasem, Buleleng, dan Badung.

 

 

Meskipun demikian Bangli masih memiliki keistimewaan tersendiri karena memiliki kekhasan tersendiri sebagai salah satu destinasi wisata di Bali. Tidak memiliki destinasi wisata bahari, namun Kabupaten Bangli masih mampu menarik banyak wisatawan dengan objek-objek wisata berupa dataran tinggi, danau, air terjun, dan sejumlah wisata berbasis alam lainnya..

“Kami mohon dukungan pelaku pariwisata secara nasional untuk pariwisata kami kembali.Salah satunya tentunya dukungan kawan-kawan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia ASPPI, yang hari ini menggelar AJEG ASPPI VI di Kabupateng Bangli.Tentunya kolaborasi dan kerjasama yang baik ini memberikan spirit bagi kami untuk terus mengembangkan potensi-potensi pariwisata di Bangli,” kata Staf Ahli Bupati Bangli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, I Wayan Suastika, saat membuka Ajeg Bali VI ASPPI 2022, di Toya Devasya,Kintamani, Bali, Selasa malam (20/9/2022).

 

 

Rasa optimis Bangli bisa memberikan warna dalam industri pariwisata Bali, menurut I Wayan Suastika tidak terlepas dari banyaknya potensi-potensi wisata yang dimiliki Bangli, mulai Gunung Batur sebagai lokasi hiking dan pendakian, Danau Batur yang memiliki warna air danau yang bisa berubah-ubah karena mengandung belerang yang berasal dari Gunung Batur. Selain untuk menikmati pesona alam yang disuguhkan, danau alami yang terbentuk dari letusan Gunung Batur ini juga kerap dijadikan lokasi untuk pengambilan foto serta untuk menikmati matahari terbenam.

Bangli juga memiliki sebuah desa adat yang kini berubah menjadi desa wisata yang sering dikunjungi oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara. Desa ini masih mempertahankan kebudayaan leluhur dan dapat dilihat dari bangunan-bangunannya yang masih kental dengan unsur-unsur bangunan di Bali pada zaman dulu.

“Kami juga memiliki desa adat,  Desa Penglipuran, yang tetap  mempertahankan apa yang sudah ditinggalkan oleh nenek moyang termasuk kebudayaan leluhur. Disamping itu disini ada museum Geopark yang sekarang sudah memasuki asesmen kedua oleh UNESCO,” terang I Wayan Suastika.

 

 

Ketua Umum DPP Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Agus Pahlevi, menilai Bali masih menjadi barometer bagi industri pariwisata di Indonesia. Bali sendiri memiliki historis sejarah dengan organisasi pelaku pariwisata seperti ASPPI.Karena 14 tahun silam organisasi ASPPI terbentuk di Bali, sebagai salah satu upaya mendorong profesionalisme bagi praktisi bisnis pariwisata.

“Bali memang memiliki catatan historis sejarah dengan ASPPI. Karena 14 tahun silam di sini ASPPI terbentuk.Secara umum Bali masih menjadi barometer pelaku pariwisata di Indonesia.Karena itulah Ajeg Bali ini juga merupakan pintu gerbang mempromosikan pariwisata Indonesia, terutama Bali. Pertemuan buyer dan seller merupakan salah satu upaya mendorong kebangkitan kembali pariwisata Indonesia, khususnya Bali yang sudah bergerak dinamis pariwisatanya,” sebut Agus Pahlevi.

 

 

 

Ajeg Bali VI ASPPI 2022  ini mempertemukan ratusan pelaku wisata, yang terdiri  dari buyer dan seller. Buyer merupakan travel agen dari berbagai daerah yang hadir. Sedangkan seller merupakan pelaku wisata mulai dari hotel, restauran, hingga penyedia aktivitas liburan.

“Ini event yang sangat bagus bagi kami, tak hanya mengenal dari dekat potensi-potensi Bali dalam industri pariwisata, namun bisa membuka ruang silaturahmi para pelaku pariwisata dengan meningkatkan kembali kerjasama-kerjasama dalam mengelola pasar pariwisata,”  ujar Alam, salah satu buyer asal Jakarta. (Tim Humas ASPPI – Olpah Sari Risanta).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!