Dosen ULM Ajarkan Story Telling Wisata di Kampung Hijau Banjarmasin
Banjarmasin – Banjarmasin itu kaya potensi destinasi wisata yang beragam dan menarik. Namun tahukah kita, tidak semua keindahan, kenyamanan dan keunikan satu destinasi bisa dideskripsikan dan diceritakan dengan baik.
Belum banyak memang para pemberi cerita atau tukang cerita, bisa mengisahkan dengan baik dan sesuai fakta tentang sebuah destinasi wisata. Tak heran hal ini sedikit mengurangi indahnya pesona pariwisata kota berjuluk seribu sungai.
Hal inilah yang membuat sejumlah Dosen Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin tergerak turun ke kampung-kampung. Mereka yang merupakan Tim Dosen Wajib Mengabdi Universitas Lambung Mangkurat,berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada masyarakat.
Salah satu kampung yang “dielangi langsung” adalah Kampung Hijau. Di kampung yang dikenal memiliki heritige perkampungan asli suku Banjar, tim dosen yang diketuai Yuanita Setyastuti membagikan ilmu khusus dalam “Pelatihan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Berbasis Susur Sungai di Kampung Hijau Banjarmasin”.

Kegiatan para Dosen mengajar di kampung dilakukan pada Selasa (18/07/2023) dan dihadiri langsung dihadiri anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis Kampung Hijau). Kegiatan Pelatihan dihadiri oleh perwakilan Kelurahan Sungai Bilu, Bambang Samiaji dan Ketua Pokdarwis Kampung Hijau, Zulkifli.
“Alhamdulillah, kami bersama sejumlah dosen memberikan pembelajaran khusus bagi pelaku pariwisata kelompok masyarakat, termasuk juga diantaranya adalah story telling tentang destinasi wisata dan pemasaran potensi pariwisata serta pendukungnya,” ungkap Yuanita Setyastuti,Ketua Tim Dosen Wajib Mengabdi ULM Banjarmasin, kepada awak media.
Lebih jauh Yuanita berharap dengan sinergi berbagai pihak, kegiatan pelatihan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan promosi usaha yang dimiliki masyarakat Kampung Hijau.
Sementara itu salah satu Tim Dosen Wajib Mengabdi ULM, Achmad Bayu Chandrabuwono, saat membekali para anggota Pokdarwis dan masyarakat menjelaskan masyarakat dapat mengali potensi wisata di Kampung Hijau dengan cara storytelling. Menurut pria yang juga owner Intalu Cloth Banjarmasin ini, warga Kampung Hijau memiliki potensi usaha membuat kerupuk udang, membuat bunga rampai, dan menjual kuliner khas Banjar.
“Masyarakat dapat menggunakan media promosi wisata berupa dari mulut ke mulut (word of mouth marketing), di sisi lain kemampuan story telling juga memberikan pengaruh bagi majunya sebuah destinasi wisata, karena itu di setiap kawasan seperti Kampung Hijau, ada satu atau dua yang memiliki kemampuan bercerita atau bakisah dengan kampung sekitarnya disini,”jelas Bayu.
storytelling sendiri menurut Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi ULM adalah cerita yang disampaikan kepada wisatawan dalam rangka untuk lebih memahami sejarah atau keistimewaan suatu tempat, storytelling ditujukan untuk menghibur atau mengajarkan sesuatu kepada wisatawan.
“Inilah yang sedang kami dorong juga kepada masyarakat untuk bisa bakisah dan memiliki pengetahuan yang luas tentang destinasi wisata. Kita mulai dari sejarah Kampung Hijau, apa keunikan, mengapa sekarang menjadi destinasi yang wajib dikunjungi, ada cerita apa dibalik kampung di bantaran sungai Martapura ini,” kata Bayu.
Lebih jauh Bayu berpendapat, masyarakat juga bisa memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk mempromosikan Kampung Hijau guna meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun nasional.
“Kami sangat mendukung upaya pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas SDM Pariwisata di kampung-kampung terutama kelompok sadar wisatanya. Hal ini juga kami wujudkan dengan menggelar pelatihan seperti ini,” ujarnya mengakhiri keterangan. (Muhammad Irfani).

