Bernostalgia “Intan Mendulang Cinta” di Cataleyya Café

0
CAFE BU AGUSTIN 1

 

Tak hanya dikenal sebagai kota seribu sungai, namun Banjarmasin juga adalah kota seribu pesona. Kota yang dibelah sungai Martapura ini, menawarkan keindahan-keindahan yang sayang untuk terlewatkan, seperti serunya wisata susur sungai, city tour hingga wisata kuliner warisan budaya Banjar.

Bagi wisatawan tak perlu bingung mencari suasana berbeda rasa Banjarmasin di waktu sore. Karena hampir setiap sudut kota dan pinggiran Banjarmasin kini tersedia beragam café.Tempat nongkrong dan santai pun di sore hari hingga jelang malam tersedia dengan beragam tampilan dan cita rasa menu yang disuguhkan.

Salah satu kawasan yang menjadi pusat jajanan dan kuliner Banjar adalah Kampung Banua Anyar, Banjarmasin. Hampir di sepanjang jalan yang merupakan kampung bersejarah ini, dipenuhi rumah makan dan café.Suasana perkampungan yang teduh dibalut keramahan masyarakatnya membuat Banua Anyar menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang sayang dilewatkan begitu saja.

 

 

Di kawasan ini pula terdapat sebuah café unik di bantaran sungai Martapura, namanya Cataleyya Café. Tempat yang menawarkan pemandangan indah sore hari termasuk menikmati keindahan sunset (matahari terbenam).Tempat yang luas dan nyaman di beranda sungai ini, membuat café yang dikelola keluarga besar Agustinah, menjadi pilihan untuk bersantai bersama teman, sahabat, kolega hingga keluarga.

Menginjakkan kaki ke Cataleyya Café, seakan membawa kenangan terindah di tahun 80-an. Karena rumah yang peninggalan tokoh besar Banua Anyar, adalah tempat salah satu lokasi syuting film Intan Mendulang Cinta. Di tempat ini pula aktor tampan era 80-an Herman Felani beradu akting dengan artis cantik Mutia Datau serta Farah Meutia. Ruangan tamu yang menjadi lokasi syuting utama pun masih terlihat bagus, yang menjadi saksi bisu pembuatan film yang disutradarai Djamal Harputra dan didukung pula bintang kawakan almarhum WD Mochtar dan Zainal Abidin.

“Alhamdulillah, ternyata lokasi ini dulunya tempat bersejarah syuting film Intan Mendulang Cinta. Sambil bersantai ngopi dan menikmati sajian kuliner, kita juga bisa mendengar cerita indah syuting film yang dibintangi Herman Felani dan Mutia Datau, yang pada zamannya bintang top semua,” tutur Andra, salah satu pengunjung yang berkesempatan melihat dari dekat ruangan lokasi syuting di café Cataleyya.

 

Salah satu adegan film Intan Mendulang Cinta, yang lokasinya syutingnya di rumah yang sekarang menjadi Cataleyya Cafe, di kawasan Banua Anyar Banjarmasin.

 

Tak hanya Andra, pengunjung lain pun merasakan suasana berbeda yang membawa mereka bernostalgia di tahun 80-an. Karena dulunya mereka harus berdesak-desakan dengan warga lainnya menyaksikan suasana syuting  film dari kejauhan di rumah yang terletak di Jalan Banua Anyar RT 7 no 1B,Banjarmasin.

“Awalnya kami tak mengira rumah yang dijadi café bagus dan alami ini adalah rumah yang dijadikan syuting film Intan Mendulang Cinta.Alhamdulillah akhirnya kami bisa bernostalgia kesini bersama kawan-kawan.Ya banggalah mendapat kesempatan mengunjungi café Cataleyya yang ternyata tempat syutingnya aktor Herman Felani dan artis cantik mba Mutia Datau,” ujar Hj.Farida Aryani, salah satu pengunjung asal Jakarta.

 

Suasana malam di beranda belakang Cataleyya Cafe yang berada di bantaran sungai Martapura.

 

Bagi Agustinah sendiri kehadiran café Catalleya adalah salah satu upaya dirinya bersama keluarga turut berperan menghidupkan perekonomian kawasan Banua Anyar. Terlebih Pemerintah Kota Banjarmasin menjadi Banua Anyar sebagai kawasan wisata kuliner Banjarmasin.

“Ini merupakan bagian kami bagaimana mendukung upaya pemerintah menggalangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.Kita mulai dari hal-hal yang kecil dengan membangun café sederhana dengan suasana khas rumah perkampungan dengan beranda sungai,” ungkap Agustinah,owner Cataleyya Café kepada Tim Economic Travelling.Com yang mengunjungi khusus kediamannya, Minggu sore (11/12/2022).

 

 

Cafénya sendiri tutur perempuan yang sempat berkarir di Bank Indonesia, menggunakan konsep café keluarga.Karena itulah suasananya dibikin senyaman mungkin, termasuk suasana santai di beranda rumah yang menghadap ke sungai.Pengunjung pun bisa menikmati suasana petang sembari menyaksikan langsung sunset persis di beranda sungai café ini.

“Memang dulunya rumah ini pernah menjadi lokasi syuting film Intan Mendulang cinta.Selain itu rumah ini dulunya milik salah satu tokoh ternama disini beserta turunannya. Karena itulah sebagian bangunannya kami biarkan seaslinya, sehingga natural banget.Karena rumah ini juga menyimpan sejarah tersendiri,” cerita Agustinah.

Meskipun bentuknya café namun konsepnya tetap mengangkat kearifan lokal. Karena disini menurut Agustinah, menunya juga banyak mengangkat menu Banjar, disamping menu kekini-kinian dan masakan Timur Tengah. Karena itulah mereka lebih fokus memberikan kenyamanan bagi pengunjung dengan suasana café yang sedikit berbeda dengan kebanyakan, termasuk menjaga privacy dengan baik.(Olpah Sari Risanta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!