Dari Konvoi hingga Sujud Syukur, Warga Rayakan Juara Kampung Merah Putih 2026
Suara sirene mobil pemadam kebakaran mengiringi arak-arakan piala kemenangan di kawasan Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Warga menyambut dengan gembira saat piala dan piagam penghargaan hasil kompetisi Kampung Merah Putih 2026 diarak berkeliling kampung.
Kegembiraan itu menjadi cara warga Komplek Herlina Perkasa/PWI Blok E RT 31, Sungai Andai, Banjarmasin Utara, merayakan prestasi yang diraih. Usai menerima piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan, mereka langsung menggelar konvoi menggunakan mobil pemadam kebakaran, membawa kebanggaan kampung ke tengah lingkungan tempat mereka tinggal.
Namun, perayaan kemenangan para juara Kampung Merah Putih 2026 yang diselenggarakan Badan Kesbangpol dan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) di Banjarmasin berlangsung dengan cara yang beragam. Ada yang memilih mengarak piala bersama warga, ada pula yang mengungkapkan rasa syukur melalui sujud syukur setelah mengetahui kampungnya berhasil meraih penghargaan.
Sejumlah ketua RT yang menjadi juara memilih bersujud sebagai ungkapan syukur atas pencapaian tersebut. Momen itu memperlihatkan bahwa kemenangan tidak semata-mata dipandang sebagai hasil sebuah kompetisi, melainkan juga sebagai buah dari kebersamaan dan usaha warga dalam membangun kampung.
“Alhamdulillah, apa pun hasilnya kita patut bersyukur karena telah mampu memberikan yang terbaik.Ini juga memberikan spirit bagi warga kami untuk terus menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Idrus Ketua RT 18, Pemurus Luar, Banjarmasin Timur.

Sementara itu, Kampung Jafry Zam-Zam, Gang Karya RT 50, Kecamatan Banjarmasin Tengah, yang meraih juara pertama Kampung Merah Putih 2026, memilih menggelar syukuran bersama warga.
Perayaan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati hasil kerja bersama yang mengantarkan kampung mereka meraih posisi tertinggi.
“Insya Allah, ini ungkapan syukur bersama warga atas prestasi kampung kami menjadi juara pertama. Karena apa yang diraih merupakan kerjasama semua warga yang saling dukung mendukung serta menjaga kebersamaan dalam satu ikatan kuat NKRI dan silaturahmi,” ujar Rina, Ketua RT 50,Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah.
Perbedaan cara merayakan kemenangan itu memperlihatkan kuatnya ikatan sosial di lingkungan masyarakat. Piala dan piagam menjadi simbol prestasi, sedangkan konvoi, sujud syukur, dan syukuran bersama menjadi ungkapan kebahagiaan yang tumbuh dari kebanggaan terhadap kampung sendiri.

Bagi warga, kemenangan Kampung Merah Putih 2026 bukan sekadar urusan membawa pulang penghargaan. Ada kebersamaan yang dirayakan, kerja kolektif yang mendapat pengakuan, serta semangat untuk terus menjaga lingkungan agar tetap hidup, rukun, dan membanggakan.
Dari Sungai Andai hingga Gang Karya, para juara merayakan keberhasilan dengan cara masing-masing. Namun, pesan yang terasa sama adalah kebahagiaan saat sebuah kampung mampu berdiri sebagai pemenang melalui keterlibatan dan kebersamaan warganya.(Olpah Sari).
