Taklukkan Muara Uya, KBC Club Jelajah Riam Bidadari

0
MUARA 1

Pagi di Muara Uya, Tabalong, hadir dengan udara yang berbeda. Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan, suara alam menjadi latar perjalanan, sementara roda-roda sepeda mulai bergerak menyusuri jalur pedesaan yang menawarkan wajah lain Kabupaten Tabalong.

Bagi sebagian orang, bersepeda mungkin hanya tentang jarak dan kecepatan. Namun bagi KBC Club, perjalanan menuju Riam Bidadari bukan sekadar aktivitas olahraga.

Ada cerita tentang persahabatan, kebersamaan, dan cara sederhana menikmati keindahan alam Banua melalui sebuah perjalanan.

Selama dua hari,  1–2 Agustus 2026, komunitas KBC Club menggelar kegiatan gowes wisata dan camping bersama di kawasan Wisata Riam Bidadari, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong.

Puluhan anggota komunitas datang membawa semangat yang sama menikmati perjalanan, memperkuat kebersamaan, sekaligus mengenalkan potensi wisata alam daerah.

Perjalanan dimulai dengan suasana keakraban. Pada hari pertama, Sabtu (01/08/2026), para peserta berkumpul di kawasan perkemahan Riam Bidadari.

 

Foto – Dokumentasi Ratno Timur

Jauh dari hiruk pikuk perkotaan, malam itu menjadi ruang untuk saling mengenal lebih dekat, bertukar cerita, dan mempererat hubungan antaranggota komunitas.

Di tengah suasana alam yang masih alami, kebersamaan menjadi bagian paling penting dari perjalanan tersebut. Tidak ada sekadar mengejar tujuan, sebab setiap perjalanan selalu menyimpan pengalaman yang menjadi cerita.

Memasuki hari kedua, tantangan sekaligus keseruan dimulai. Para anggota KBC Club mengayuh sepeda menyusuri jalur wisata yang melewati kawasan Desa Muara Uya.

Jalan pedesaan, pepohonan hijau, serta panorama alam khas Tabalong menjadi teman perjalanan yang menghadirkan pengalaman berbeda.

Setiap kayuhan membawa peserta lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal dan keindahan alam yang selama ini menjadi kekuatan wisata Kalimantan Selatan. Rute yang dilalui bukan hanya menawarkan tantangan fisik, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual yang membuat perjalanan semakin berkesan.

Pembina KBC Club, H. Syaipullah, S.Ag., M.H., mengatakan kegiatan seperti ini menjadi bagian penting untuk menjaga semangat hidup sehat sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dalam komunitas.

Menurutnya, komunitas tidak hanya dibangun melalui aktivitas bersama, tetapi juga melalui pengalaman yang menciptakan ikatan emosional antaranggota.

“Kegiatan seperti ini perlu kita laksanakan secara rutin. Selain menjaga kesehatan, bersepeda menjadi wadah menyalurkan hobi sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan anggota KBC Club,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan, Ratno Timur, menjelaskan pemilihan Riam Bidadari sebagai lokasi kegiatan memiliki alasan kuat. Kawasan tersebut dinilai memiliki kombinasi antara keindahan alam, suasana yang nyaman, serta jalur yang menarik untuk kegiatan gowes wisata.

“Riam Bidadari memiliki panorama alam yang luar biasa. Kami ingin menikmati keindahannya sekaligus ikut memperkenalkan potensi wisata Muara Uya agar semakin dikenal masyarakat,” katanya.

Bagi Ratno, kegiatan bersepeda wisata memiliki nilai lebih dibanding sekadar olahraga. Setiap perjalanan menjadi cara untuk mengenal daerah, menikmati budaya masyarakat sekitar, serta membangun kesadaran bahwa destinasi lokal memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan tempat wisata lainnya.

Kegiatan KBC Club di Riam Bidadari menjadi gambaran bahwa komunitas memiliki peran dalam menggerakkan promosi pariwisata. Melalui aktivitas sederhana seperti bersepeda dan berkemah, sebuah destinasi dapat semakin dikenal melalui cerita, pengalaman, dan dokumentasi yang dibawa para pengunjung.

Muara Uya dengan lanskap alamnya memberikan pesan bahwa perjalanan tidak selalu tentang seberapa jauh seseorang pergi, tetapi bagaimana sebuah perjalanan mampu menghadirkan hubungan baru dengan alam dan sesama manusia.

Bagi KBC Club, Riam Bidadari bukan hanya sebuah lokasi tujuan. Tempat itu menjadi ruang pertemuan antara olahraga, persahabatan, dan kecintaan terhadap alam Banua.

Sebuah perjalanan yang mungkin berawal dari kayuhan sepeda, namun meninggalkan jejak lebih panjang: tentang kebersamaan yang terus tumbuh dan semangat mengenalkan keindahan wisata Kalimantan Selatan.(M.Irfani).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!