Anak Banua Mengirim Pesan “Kami Ingin Didengar, Bukan Sekadar Dirayakan”
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalsel sekaligus Bunda Forum Anak Daerah Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin,bercengkrama dengan anak-anak dalam sesi foto. (Foto - Biro Adpim Kalsel).
Ada pesan sederhana yang disampaikan anak-anak Banua dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.
Bukan tentang hadiah, bukan pula sekadar panggung pertunjukan. Mereka ingin satu hal didengar.
Pesan itu muncul dari suara polos anak-anak yang berdiri di hadapan para pemimpin daerah. Sebuah pengingat bahwa anak-anak bukan hanya kelompok yang harus dilindungi, tetapi juga generasi yang memiliki pandangan, mimpi, dan harapan tentang masa depan mereka sendiri.
Peringatan HAN yang berlangsung di Gedung Idham Khalid, Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Kamis (23/07/2026), menjadi ruang bagi anak-anak untuk tampil lebih dari sekadar peserta acara.
Mereka menari, membaca ayat suci, menyampaikan aspirasi, mengenakan berbagai kostum profesi, hingga berbicara langsung tentang apa yang mereka harapkan dari orang dewasa.
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalsel sekaligus Bunda Forum Anak Daerah Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin, hadir menyaksikan langsung ekspresi anak-anak dari berbagai daerah di Banua.
Tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan. Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” terasa tidak hanya sebagai slogan, tetapi diterjemahkan melalui keterlibatan anak-anak dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Suasana acara mulai terasa berbeda sejak awal. Alunan madihin menyambut kedatangan Gubernur dan Ketua TP PKK Kalsel. Setelah itu, anak-anak Sanggar Idaman Banjarbaru menampilkan Tari Japin Diang Batandik yang merupakan binaan UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel.

Penampilan tersebut bukan hanya memperlihatkan kemampuan seni anak-anak Banua, tetapi juga menunjukkan pentingnya memberikan ruang agar mereka tumbuh dengan kepercayaan diri dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah ketika perwakilan anak-anak Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Banjarbaru menyampaikan Suara Anak Daerah Kalimantan Selatan.
Di hadapan Gubernur, mereka menyampaikan hasil rumusan aspirasi anak dari seluruh kabupaten/kota di Kalsel. Isinya sederhana, tetapi memiliki makna besar ingin mendapatkan pendidikan yang baik, lingkungan yang aman, kesempatan berkembang, dan ruang untuk ikut berpendapat.
Momen tersebut menunjukkan bahwa pembangunan anak tidak cukup hanya berbicara tentang fasilitas, tetapi juga tentang bagaimana mendengarkan suara mereka.
Keceriaan anak-anak semakin terlihat saat parade Kids Take Over – “Satu Hari Saya Menjadi” digelar.
Anak-anak tampil mengenakan berbagai kostum profesi. Ada yang menjadi dokter, polisi, guru, penyiar, hingga profesi lainnya yang selama ini menjadi cita-cita mereka.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Aisyah Kayla Azzahra. Dengan penuh percaya diri, ia menyampaikan pesan anak-anak kepada para orang tua.
“Lihat deh, kami keren banget kan pakai baju ini?” katanya membuka penampilan.
Kemudian ia menyampaikan kalimat yang sederhana namun menyentuh:
“Ayo sayangi kami, lindungi kami dan temani kami meraih mimpi.”
Kalimat itu menjadi pesan kuat dalam peringatan HAN tahun ini. Bahwa anak-anak tidak hanya membutuhkan perlindungan, tetapi juga membutuhkan kehadiran orang tua dan lingkungan yang mendukung perjalanan mereka.
Muhidin: Jangan Biarkan Anak Kehilangan Mimpi
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak-anak.
Menurutnya, anak-anak hari ini adalah generasi yang akan menentukan arah Kalimantan Selatan ke depan. Ia berpesan agar anak-anak Banua terus belajar, menjaga sikap, serta berani memiliki cita-cita.
“Teruslah belajar dengan tekun, hormati orang tua dan guru, jauhi perilaku negatif, berani bermimpi setinggi langit, serta persiapkan diri menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, kreatif, sehat, dan berdaya saing,” pesan H. Muhidin.
Sikap Gubernur yang hadir dan berinteraksi langsung dengan anak-anak mendapat apresiasi. Kehadiran pemimpin daerah dalam kegiatan tersebut dinilai penting untuk menunjukkan bahwa isu anak bukan hanya urusan keluarga atau sekolah, tetapi menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.
Peringatan HAN 2026 juga ditandai dengan sejumlah agenda penguatan perlindungan anak.
Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin melakukan penandatanganan prasasti peresmian Taman Asuh Ramah Anak (TARA) Nurul Muhibbin yang disaksikan Gubernur H. Muhidin.
Selain itu, jajaran Forkopimda Kalsel juga menandatangani komitmen dukungan Provinsi Layak Anak dan pemenuhan hak serta perlindungan anak.
Momen haru terjadi ketika Gubernur H. Muhidin bersama Hj. Fathul Jannah Muhidin menyerahkan bunga kepada anak-anak yang mengenakan kostum berbagai profesi.
Bunga tersebut bukan sekadar simbol penghargaan, tetapi pesan bahwa anak-anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.(M.Irfani).
