ASN Dilatih Jadi Agen Perubahan, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan

0
ASN AGEN PERUBAHAN

Sekdaprov Kalsel HM Syarifuddin menyerahkan penghargaan kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2026 di Aula Kampus I Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Jumat (10/07/2026) pagi.(Foto - Biro Adpim Kalsel).

Di tengah tuntutan birokrasi yang semakin cepat, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan, aparatur sipil negara (ASN) tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengalaman kerja.

Mereka dituntut menjadi pemimpin yang mampu menghadirkan solusi, membangun inovasi, dan menggerakkan perubahan di lingkungan kerjanya.

Semangat itulah yang menjadi ruh Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Selama lebih dari empat bulan, para peserta tidak hanya mempelajari teori kepemimpinan, tetapi juga diwajibkan merancang dan mengimplementasikan aksi perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi maupun masyarakat.

Program yang berlangsung sejak 26 Februari hingga 10 Juli 2026 tersebut diikuti 40 aparatur sipil negara dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan.

Berbeda dengan pelatihan konvensional yang berakhir pada penerimaan sertifikat, PKP menempatkan keberhasilan peserta pada kemampuan mereka menerapkan gagasan inovatif di tempat kerja.

Setiap peserta diwajibkan menyusun proyek perubahan yang kemudian diuji melalui implementasi langsung di instansi masing-masing sebelum dipresentasikan dalam seminar hasil.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun birokrasi yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.

Kepemimpinan Diukur dari Dampak, Bukan Sertifikat

Pesan tersebut kembali ditegaskan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. M. Syarifuddin saat menutup PKP Angkatan I Tahun 2026 di Aula Kampus I BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Jumat (10/07/2026).

Gubernur mengingatkan bahwa jabatan yang diemban setiap ASN merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sekadar posisi administratif.

Karena itu, menurutnya, ilmu yang diperoleh selama pelatihan harus diterjemahkan menjadi pelayanan publik yang lebih cepat, lebih efektif, serta mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kesadaran tentang amanah ini perlu kita renungi, ketimbang sekadar mengejar sertifikat kelulusan pelatihan. Menjadi seorang pemimpin yang terampil, kreatif, inovatif, dan adaptif harus dilandasi oleh kejujuran, keadilan, dan kebenaran,” ujar H. M. Syarifuddin membacakan sambutan Gubernur H. Muhidin.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kualitas kepemimpinan ASN tidak diukur dari banyaknya pelatihan yang pernah diikuti, melainkan dari perubahan yang mampu diwujudkan di lingkungan kerjanya.

Selama mengikuti PKP, peserta memperoleh pembelajaran mengenai Kepemimpinan Pancasila dan Bela Negara, Kepemimpinan Pelayanan, Pengendalian Pekerjaan, hingga Aktualisasi Kepemimpinan Pelayanan.

Seluruh proses pembelajaran menggunakan metode blended learning, yaitu kombinasi pembelajaran klasikal dan nonklasikal sehingga peserta tetap dapat menjalankan tugas kedinasan sembari mengembangkan kompetensi kepemimpinan.

Namun yang menjadi pembeda utama adalah kewajiban setiap peserta menyusun aksi perubahan. Program tersebut dirancang agar setiap ide inovasi tidak berhenti sebagai konsep, melainkan benar-benar diterapkan untuk meningkatkan efektivitas organisasi, memperbaiki tata kelola pemerintahan, serta mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, pelatihan kepemimpinan tidak lagi dipandang sebagai kegiatan formalitas, tetapi menjadi instrumen membangun budaya inovasi di lingkungan birokrasi.

Mayoritas Peserta Raih Predikat Memuaskan

Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta mampu menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dengan baik.

Dari 40 peserta, satu orang memperoleh predikat Sangat Memuaskan, 38 peserta meraih predikat Memuaskan, sementara satu peserta belum memenuhi kualifikasi kelulusan.

Pada kesempatan yang sama juga diumumkan lima peserta terbaik PKP Angkatan I Tahun 2026. Peringkat pertama diraih Ardiansyah dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, disusul Dargana Minullah dari Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala, Rizky Fitriani dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Nur Agriati dari Inspektorat Kabupaten Balangan, serta Yuliana dari Inspektorat Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Gubernur H. Muhidin berharap seluruh alumni PKP tidak berhenti setelah menyelesaikan pelatihan. Sebaliknya, mereka diminta menjadi motor penggerak perubahan di unit kerja masing-masing dengan menghadirkan inovasi, memperkuat komunikasi organisasi, meningkatkan disiplin, serta menjadi teladan bagi aparatur lainnya.

“Saya berharap alumni PKP Angkatan Pertama ini mampu menularkan semangat perubahan kepada rekan sejawat di satuan kerja masing-masing sehingga manfaat pelatihan ini tidak berhenti pada diri Bapak dan Ibu saja, melainkan berkembang menjadi budaya kerja organisasi,” pesannya.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!