Tidak Pernah Terlambat untuk Belajar
Kisah Inspiratif Abdul Munir Pendidik Sepanjang Hayat
Oleh: Olpah Sari
Ada banyak cara Tuhan mengajarkan manusia tentang arti perjuangan.
Sebagian orang menemukan jalan keberhasilan melalui langkah yang mulus. Namun sebagian lainnya harus melewati lorong panjang penuh tantangan, jatuh bangun, dan proses yang tidak selalu mudah.
Abdul Munir adalah salah satu contoh bahwa perjalanan hidup tidak pernah ditentukan hanya oleh bagaimana seseorang memulai.
Pria kelahiran Banjarmasin, Maret 1954 ini pernah mengalami masa sulit dalam perjalanan pendidikannya. Dua kali ia tidak naik kelas ketika masih duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Sebuah pengalaman yang bagi sebagian orang mungkin terasa berat. Namun bagi Abdul Munir, kegagalan bukanlah akhir cerita.
Justru dari titik itulah lahir tekad untuk terus belajar dan membuktikan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki masa depan.
Puluhan tahun kemudian, sosok yang pernah tertinggal dalam pendidikan itu menjelma menjadi seorang pendidik, akademisi, dan pembelajar sepanjang hayat.
Sebuah perjalanan yang memberikan pesan sederhana namun kuat, Tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar.
Bagi Abdul Munir, pengalaman tidak naik kelas bukanlah sesuatu yang harus disesali sepanjang hidup. Ia justru menjadikannya sebagai pelajaran berharga tentang arti ketekunan.
Ia memahami bahwa keberhasilan bukan hanya milik mereka yang selalu berada di depan sejak awal.
Ada orang yang harus berjalan lebih lambat. Ada orang yang membutuhkan waktu lebih panjang.
Tetapi selama seseorang terus bergerak, peluang untuk mencapai tujuan tetap terbuka.
Prinsip itulah yang kemudian membentuk karakter Abdul Munir dalam menjalani kehidupannya.

Dari Guru Les Bahasa Inggris hingga Menjadi Akademisi
Perjalanan Abdul Munir di dunia pendidikan dimulai dari langkah sederhana. Ia mengawali karier sebagai guru les Bahasa Inggris.
Dari ruang belajar kecil dan jumlah murid yang terbatas, ia mulai menemukan panggilan hidupnya sebagai seorang pendidik.
Kemampuannya dalam bahasa asing membawanya mengajar di berbagai lembaga pendidikan. Guru Kursus Bahasa Inggris dan Guru Bahasa Inggris SMP Muhammadiyah.
Selain itu ia mendedikasikan diri juga menjadi Guru Bahasa Inggris dan Bahasa Perancis SMA PGRI . Bagi Abdul Munir, mengajar bukan hanya pekerjaan, tetapi adalah bentuk pengabdian.
Baginya, seorang guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dan membuka wawasan peserta didik terhadap dunia yang lebih luas.
Menjadi Pembelajar Sepanjang Usia
Yang membuat semua orang menaruh respek kepada dirinya adalah di tengah perjalanan kariernya, Abdul Munir tidak pernah berhenti belajar.
Pak Munir begitu ia disapa akrab, memilih kembali duduk di bangku pendidikan, memperluas wawasan, dan memperdalam ilmu.
Perjalanan akademiknya menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal usia. Ia meraih berbagai jenjang pendidikan, antara lain B.A. dari ABA Yogyakarta .Lalu gelar Drs. dari FKIP Universitas Islam Kalimantan (Uniska) dan Sarjana Sosial (S.Sos.) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Terbuka.
Abdul Munir terus belajar dan mengenyam pendidikan S2 di dalam negeri dan luar negeri. Ia meraih Magister Manajemen (M.M.) dari STIE Pancasetia Banjarmasin dan Master of Science (M.Sc.) dari UWCC, United Kingdom. Setiap gelar yang diraih bukan sekadar simbol akademik.
Di baliknya ada proses panjang, kerja keras, dan semangat untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
Abdul Munir membuktikan bahwa pendidikan adalah perjalanan tanpa garis akhir.

Empat Dekade Mengabdikan Diri di Dunia Kampus
Sejak tahun 1982 hingga 2026, Abdul Munir menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia pendidikan tinggi.
Lebih dari empat dekade ia menjadi dosen di berbagai perguruan tinggi swasta. Ia pernah mengajar di 10 perguruan tinggi swasta, bertemu dengan ribuan mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Baginya, mahasiswa bukan sekadar peserta kuliah. Mereka adalah generasi penerus yang harus dibekali ilmu dan karakter.
Dalam perjalanan akademiknya, Abdul Munir mengampu berbagai mata kuliah, mulai dari bahasa, ekonomi, sosial, hingga manajemen.
Beberapa mata kuliah yang pernah diajarkan antara lain mulai Bahasa Inggris, Bahasa Perancis, Bahasa Indonesia, Steno Inggris, Ekonomi Pembangunan, Sosiologi dan Politik, Ekonomi Koperasi, Budaya Organisasi, Perilaku Organisasi, Bahasa Indonesia dan Komunikasi Bisnis, Aspek Hukum dan Etika dalam Bisnis hingga TOEFL .
Kemampuan mengajar berbagai disiplin ilmu menunjukkan keluasan wawasan seorang pendidik.
Ia tidak hanya memahami bahasa, tetapi juga ekonomi, organisasi, komunikasi, dan kehidupan sosial masyarakat.
Menjalani Banyak Peran, Memberi Banyak Kontribusi
Perjalanan hidup Abdul Munir tidak hanya berada di ruang kelas.
Ia juga menjalani berbagai peran profesional dan sosial.Pria yang senang musik dan bersepeda ini pernah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pusat, Admin Konsultan Transmigrasi Banjarmasin , Admin Geoco Seismic Survey Banjarbaru, Pemandu Wisata, Tim Juri Karya Tulis Wakil Ketua Koperasi Kencana, hingga Ketua Perguruan Tinggi Swasta serta Sekretaris Perkumpulan Juang Kencana (PJK) periode 2025–2029
Guru yang Tidak Pernah Pensiun dari Belajar
Bagi Abdul Munir, usia bukan alasan untuk berhenti berbagi.
Di tengah perjalanan kehidupannya, ia tetap aktif mengajar di Sekolah Lansia Siti Hajar Kencana, Banjarmasin.
Sebuah ruang pendidikan yang menunjukkan bahwa belajar bukan hanya milik generasi muda. Menurutnya, manusia harus terus bertumbuh selama masih memiliki kesempatan.
Karena ilmu tidak mengenal batas umur. Dan seorang guru sejati tidak pernah benar-benar berhenti mengajar.

