BESTY EduCamp Hadir di Manggasang

0
BEBEH KEREN 1

BESTY (Banua English Society) Banjarbaru salah satu kekuatan lain menggerakan kreatif anak Banua berani bicara berbahasa Inggris. (Foto - Dok Bebeh).

oleh: Bebeh

Kalau saya ditanya kapan sebuah gerakan kecil terasa benar-benar hidup, saya tidak akan menunjuk ruang rapat, tidak juga panggung besar. Saya akan menunjuk satu tempat sederhana di Barabai, yakni Manggasang.

Di sanalah kali ini BESTY (Banua English Society) hadir membawa sesuatu yang kami sebut EduCamp. Bukan sekadar program. Bukan sekadar kegiatan.

Tapi ini adalah sebuah perjalanan kecil yang lahir dari proses panjan tentang bagaimana kami mencoba mengubah cara anak-anak muda Banua memandang bahasa Inggris.

Saya masih ingat, BESTY ini tidak tumbuh dari sesuatu yang megah. Tidak ada seremoni besar. Tidak ada langkah yang langsung dikenal luas.

Yang ada justru ruang-ruang kecil, di rumah baca sederhana, kelas gratis yang kadang hanya dihadiri beberapa anak, dan percakapan-percakapan sederhana yang perlahan mulai berani keluar “I try…”

Dan dari hal kecil itulah saya belajar satu hal penting, yang tumbuh bukan hanya kemampuan bahasa, tapi keberanian.

Hari ini, BESTY sudah berkembang. Ada lebih dari 70 anggota yang terlibat di dalamnya. Bagi saya, ini bukan sekadar angka. Ini adalah tanda bahwa ada banyak anak muda Banua yang diam-diam sedang mencari ruang untuk tumbuh, untuk belajar, dan untuk berani bicara.

Dan dari komunitas inilah muncul EduCamp di Manggasang yang siapmemberikan kontribusi positif bagi anak-anak muda di Banua (daerah).

Nanti di Manggasang tidak seperti ruang kelas pada umumnya. Tidak ada deretan meja. Tidak ada papan tulis yang kaku. Yang ada justru tanah terbuka, udara yang masih bersih, dan suasana yang membuat siapa pun lebih mudah untuk bernapas lega.

Di tempat seperti itu, kami tidak sedang “mengajar” dalam arti biasa. Kami sedang mencoba menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup.

Karena di BESTY, kami percaya satu hal sederhana bahasa tidak tumbuh dari hafalan, tapi dari keberanian untuk digunakan.

Dalam benak saya di setiap sesi EduCamp, ada proses yang selalu menghangatkan hati.

Ada yang awalnya diam, hanya tersenyum ketika diminta berbicara. Ada yang menunduk, takut salah ucap. Tapi pelan-pelan, suasana berubah.

Dari ragu menjadi mencoba, lalu dari diam menjadi berbisik.Hingga akhirnya, dari takut menjadi berani.Barangkali di fase ini saya pribadi merasa inti dari pendidikan yang sesungguhnya.

BESTY EduCamp kami rancang bukan sebagai kelas formal. Tidak ada tekanan harus sempurna. Tidak ada ketakutan akan kesalahan. Yang kami bangun justru ruang aman untuk mencoba.

Ada permainan bahasa, diskusi ringan, kerja kelompok, hingga momen-momen kecil yang sering kali diisi tawa. Semua itu bukan sekadar aktivitas, tapi cara untuk membuat anak-anak merasa bahwa belajar bahasa Inggris itu bisa menyenangkan.

Saya tahu, dari luar, apa yang kami lakukan mungkin terlihat sederhana. Bahkan mungkin dianggap kecil.

Tapi bagi kami, setiap anak yang hari itu berani mengucapkan satu kalimat dalam bahasa Inggris tanpa takut, adalah sebuah langkah besar.

Karena di balik satu kalimat itu, ada rasa takut yang berhasil dilawan. Ada keraguan yang perlahan runtuh. Ada keberanian yang mulai tumbuh.

BESTY dengan 70+ anggotanya mungkin masih kecil di mata banyak orang. Tapi dari sini, kami percaya sesuatu sedang tumbuh di Banua.

Dan kami akan terus berjalan pelan, konsisten, dan dengan satu harapan yang tidak pernah berubah, setiap anak Banua punya kesempatan yang sama untuk berani bicara, dalam bahasa apa pun, tanpa rasa takut.

Penulis adalah Praktisi Pendidikan & Tour Guide Mandiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!