Ketika Ketum ASPPI Jadi Pemandu Wisata Dadakan Aqila Backpaker

0
AGUS UTAMA 1

Belitung Timur – Penampilan biasa, bersahaja dan sederhana, terkadang justru tidak dianggap oleh siapa saja. Tak heran banyak orang mengabaikan sosok seperti ini, yang notabene sebenarnya seorang yang istimewa dan multitalenta. Setidaknya hal ini terpotret dari sosok seorang Agus Fahlevi, Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI).Bagaimana tidak, gara-gara penampilannya yang biasa-biasa saja, banyak yang orang terkecoh dengannya.

Hal ini pula yang membuat kisah lucu sekaligus bikin tersipu orang yang menganggapnya biasa saja. Seperti yang diungkapkan kepada sejumlah awak media, termasuk Economic Travelling.Com. Maklum saja selama ini pria asal Belitung Timur ini termasuk sosok muda yang dikenal dekat dengan kalangan media, terutama Tourism Journalist.

Ceritanya saat Sekolah Alam Aqila Tanjungpandan Belitung mengadakan program Aqila Bacpacker ke kawasan Geosite yang ada di UGG Belitong akhir Januari 2022 lalu.Namun perjalanan edukasi wisata alam berbasis Geopark ini, ternyata tidak ada pemandu wisata yang biasa menemani kelompok wisatawan.Bisa dibayangkan perjalanan edukasi wisata yang memberikan manfaat untuk generasi muda akan terasa hambar bahkan terkesan membosankan.

Namun perjalanan wisata tersebut benar-benar mengagetkan sejumlah guru dan peserta tour geopark yang direncankan ke tiga destinasi geosite (bebatuan purbakala) di Belitong. Karena sebelumnya mereka tidak mengira pria yang ikut dalam rombongan dan memandu perjalanan adalah Agus Fahlevi. Apalagi mereka baru tahu belakangan kalau yang memandu mereka bukan orang sembarangan, melainkan Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI).

 

Karenanya mereka menyambut antusias Agus Fahlevi menjadi “pemandu wisata dadakan” perjalanan kegiatan Aqila Backpacker.Mereka sebelumnya tidak diberitahu kalau pria humoris ini akan ikut rombongan. Bahkan pengeloa geosite sempat dibuat kelimpungan dengan kehadiran praktisi pariwisata nasional hadir diantara rombongan dan bercerita banyak tentang wisata berbasis alam ini.

“Beberapa hari lalu sebenarnya saya dapat info bahwa anak-anak Aqila mengadakan program Aqila Backpacker mengujungi beberapa geosite yang ada di UGG Belitong, dalam rangka juga mensuport G20. Kami sendiri yakin anak-anak ini juga antusias mencari informasi, akhirnya saya kepikiran kalau di geosite kan sudah ada pemandu lokal, tapi diperjalanan siapa yang memandunya,” cerita Agus.

Pihak sekolah pun awalnya sempat tidak percaya, apa benar seorang Agus Pahlevi mau jadi pemandu Aqila Backpaker.Maklum saja, selevel pimpinan tertinggi sebuah organisasi besar pelaku pariwisata nasional sangat jarang mau menjadi pemandu perjalanan.

“Karena kami juga punya ikatan batin dan psikis dengan Aqila, anak-anak kami juga bersekolah di Aqila.Akhirnya  saya berinisiasi menawarkan menjadi pemandu sambil sharing selama perjalanan. Hehehe awalnya pihak sekolah belive or not. serius gak sih? saya bilang serius biar anak-anak juga senang. Karena memang disatu sisi sebagai orang lebih dulu lahir dari generasi sekarang, jadi punya tanggung jawab untuk generasi akan datang, memposisikan generasi kita dengan yang generasi sekarang itu ya salah satunya dengan cara berbagi kepada anak-anak tentang Belitong agar lebih kenal, dan mereka mendapatkan informasi sesuai dengan diharapkan,” tutur Agus, yang dikenal di Bangka Belitung sebagai “pembawa virus kebaikan pariwisata”.

Agus sendiri menyebutkan posisi Belitung sebagai tempat berlangsung forum G20. Forum ini adalah Kelompok Dua Puluh adalah forum antar pemerintah yang terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa (UE) yang rencananya pada bulan September 2022 juga akan digelar di Belitung, menurutnya dari pemerintah memang direkomendasikan beberapa geosite ke Bapenas untuk wisata.

“Untuk itu harus ada kerja keras dan sinergisitas agar dapat memenuhi standar yang sesuai dengan standar dalam sebuah internasional meeting, kalau kondisi Belitong (pulau Belitung) saat ini.”  sebut pria kandidat Doktor ini .

 

Agus Fahlevi sendiri sangat optimis Belitung menjadi kawasan yang sesuai keinginan pemerintah. Karena itulah dirinya  yakin sepanjang ada niat, termasuk  butuh keseriusan mulai  pemeritah, masyarakat dan pengelola tempat wisatanya, semua akan berjalan sesuai harapan.

“Karena waktu berjalan terus, setidaknya pada bulan enam harus siap semua, tiga bulan berikutnya tinggal melengkapi kekurangannya,” ujarnya optimis.

Optimistis Agus Fahlevi cukup beralasan, mengingat sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ,Sandiaga Uno memberikan perhatian bagi Bangka Belitung. Salah satunya membuat empat zona destinasi wisata di Belitung. Kepulauan Bangka Belitung sendiri masuk dalam Program Integrasi Berkelanjutan dan didukung penuh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Berdasarkan catatan Integrasi tersebut melibatkan Hutan Kemasyarakatan Seberang Bersatu (Ekowisata dan Agroforestery) yang diharapkan semakin mampu menambah destinasi unggulan di Belitung.

Sekedarnya diketahui Kepulauan Bangka Belitung yang unik diakui dunia dan United Nations Educational, Sscientific and Cultural Organization (UNESC0) menyatakan 17 objek wisata di Geopark Belitung sebagai geopark dunia.Hal ini membuktikan 17 objek wisata ini ada keunikan dari segi aspek geologis, biologis dan budaya. Tak heran jika negeri laskar pelangi salah satu daerah tujuan wisata dunia selain Bali dan NTB serta Jawa Tengah. (Olpah Sari Risanta).

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!