Kopdit Karya Kasih Dorong Anggota Semakin Cerdas Credit Union

0
KOPERASI TRISIA - SUROTO

Nasumber, Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) dan konsultan independen dalam berbagai kegiatan kebijakan sosial-ekonomi dan koperasi nasional dan internasional.(Foto - Olpah Sari).

Di tengah derasnya perubahan zaman, tantangan ekonomi digital, hingga meningkatnya persaingan lembaga jasa keuangan, KSP Kopdit Karya Kasih memilih satu langkah penting.

Koperasi ini menguatkan kembali pemahaman anggota terhadap jati diri Credit Union (CU).

Melalui seminar bertema “Reideologi Credit Union”, yang dipandu lansung Ketua Koperasi KSP Karya Kasih,Junaedi, koperasi ini ingin memastikan anggotanya tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi tumbuh menjadi anggota yang semakin cerdas, sadar, dan memahami nilai dasar Credit Union.

Seminar yang digelar Sabtu (16/05/2026) di Aula Syalom Gereja Katolik Banjarmasin itu berlangsung hangat dan interaktif.

Pengurus, pengawas, anggota, hingga pemerhati koperasi tampak antusias mengikuti rangkaian diskusi yang mengupas arah masa depan gerakan Credit Union di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang semakin dinamis.

Bukan sekadar seminar biasa, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama tentang pertanyaan mendasar, masihkah Credit Union berjalan sesuai ruh perjuangannya, atau perlahan bergeser menjadi sekadar lembaga simpan pinjam?.

 

Foto suasana kegiatan Seminar Reideologi Credit Union bersama Kopdit Karya Kasih Banjarmasin. (Foto – Olpah Sari).

Ketua Panitia Seminar, Trisia Ratnawati, mengatakan kegiatan ini sengaja digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat kembali pemahaman anggota terhadap ideologi dan identitas Credit Union.

Menurutnya, di tengah modernisasi dan perkembangan teknologi keuangan, anggota perlu memahami bahwa CU tidak hanya berbicara tentang pinjaman dan simpanan, tetapi juga pendidikan, solidaritas, serta pemberdayaan ekonomi bersama.

“Reideologi Credit Union menjadi penting agar gerakan koperasi tidak kehilangan ruhnya. Credit Union lahir bukan hanya untuk simpan pinjam, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup anggota melalui pendidikan dan kebersamaan,” ujar Trisia.

Dalam seminar tersebut, peserta diajak memahami kembali nilai-nilai dasar Credit Union, mulai dari swadaya, solidaritas, pendidikan anggota, demokrasi ekonomi, hingga tanggung jawab bersama dalam membangun kesejahteraan komunitas.

Pembicara seminar, Suroto, penggiat Credit Union nasional asal Klaten, Jawa Tengah, menegaskan bahwa Credit Union harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya sebagai gerakan ekonomi rakyat berbasis anggota.

Menurut Suroto, tantangan terbesar gerakan Credit Union hari ini adalah menjaga keseimbangan antara modernisasi dan ideologi dasar koperasi.

“Modernisasi itu penting, tetapi jangan sampai meninggalkan ideologi dasar Credit Union. Kepercayaan anggota, pendidikan, dan semangat gotong royong harus tetap menjadi fondasi,” tegasnya di hadapan peserta seminar.

 

Para pengurus Koperasi KSP Karya Kasih Banjarmasin seperti Kristin Mariyani, Dewi Setiawati,Rory Handriano dan anggota lainnya menyimak serius seminar ini. (Foto – Olpah Sari).

Ia mengingatkan, Credit Union tidak boleh hanya diukur dari besarnya aset atau jumlah pinjaman yang disalurkan. Lebih dari itu, keberhasilannya harus terlihat dari sejauh mana anggota menjadi lebih mandiri secara ekonomi, memahami pengelolaan keuangan, dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik.

Semangat seminar juga dirasakan para peserta. Hartini, salah seorang peserta, mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai makna sebenarnya dari gerakan Credit Union.

Menurutnya, seminar semacam ini penting agar anggota tidak hanya memahami koperasi sebagai tempat meminjam uang, tetapi juga ruang belajar untuk membangun masa depan ekonomi keluarga.

“Kami jadi semakin paham bahwa Credit Union bukan hanya soal pinjaman. Ada pendidikan, kebersamaan, dan semangat saling membantu agar anggota sama-sama maju,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan untuk melahirkan anggota yang semakin cerdas Credit Union.

Selain itu anggota yang tidak hanya aktif secara administrasi, tetapi juga memahami nilai, prinsip, dan arah perjuangan koperasi.

Melalui seminar “Reideologi Credit Union”, KSP Kopdit Karya Kasih ingin menegaskan satu pesan penting koperasi yang kuat lahir dari anggota yang terdidik, sadar, dan memahami ruh gerakan bersama.

Sebab di tengah zaman yang berubah cepat, menjaga jati diri menjadi sama pentingnya dengan bertumbuh.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!