Pemandu Wisata Profesional Wajib Bersertifikat

0
SERTIFIKASI PEMANDU WISATA

Pemandu yang tersertifikasi tidak hanya meningkatkan reputasi destinasi, tetapi juga memberi dampak langsung pada kualitas layanan dan pengalaman wisatawan.(Foto- LSP PARESTA).

Sertifikasi kompetensi pemandu wisata kini menjadi fokus utama dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata.

Sertifikasi kompetensi pemandu wisata menjadi fokus utama pengembangan SDM pariwisata 2026 untuk meningkatkan profesionalisme, kualitas pelayanan, dan daya saing destinasi berstandar nasional/internasional.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pemandu wisata di Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PARESTA, menggelar Uji Kompetensi dan Sertifikasi dengan Skema Pemandu Ekowisata Muda .

Kegiatan yang berlangsung di Wisma Utjik Bromo , Selasa (12/05/2026) diikuti sebanyak 50 peserta atau asesi mengikuti serangkaian uji kompetensi yang mencakup tes tulis, wawancara, observasi, dan demonstrasi praktik.

Perwakilan Kementerian Pariwisata, Frianty Kartika Widhi (Fifi) mengungkapkan sertifikasi pemandu wisata bukan sekadar formalitas.

“Sertifikasi menunjukkan keahlian yang dimiliki seorang pemandu. Melalui program kolaborasi kompetensi kerja bidang kepariwisataan 2026, kami berharap peserta dapat direkomendasikan sebagai kompeten. Sertifikat Garuda Emas yang diterbitkan berlaku selama tiga tahun,” ujarnya.

 

Eko Mujiono Direktur LSP PARESTA dan Ririen LSP PARESTA, bersama Perwakilan Kemenpar,Frianty Kartika Widhi serta Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Kabupaten Probolinggo, Umi Subiyantiningsih.(Foto – LSP PARESTA).

Pentingnya sertifikasi juga ditegaskan Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Kabupaten Probolinggo, Umi Subiyantiningsih.

“Banyak destinasi wisata di sekitar Gunung Bromo. Pemandu wisata yang memiliki sertifikat kompetensi tidak hanya mampu mendampingi wisatawan, tetapi juga memberikan informasi yang akurat dan menciptakan pengalaman berkesan,” kata Umi.

Ia menekankan, kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi nyata dengan LSP PARESTA dan Kemenpar untuk meningkatkan kualitas pemandu lokal.

Eko Mujiono, SE, MM, Direktur LSP PARESTA sekaligus Ketua ASPPI DPD Jatim, menambahkan bahwa profesionalisme pemandu wisata dimulai dari diri sendiri.

“Sebelum melaksanakan tugas, pemandu harus memastikan penampilan rapi, bersih, dan menampilkan sikap hospitality. Assessment ini menilai kemampuan peserta melalui berbagai metode, termasuk praktik langsung,” jelasnya.Eko

Eko yang didampingi Ririen Soewondo (Manager Administrasi & Umum), Aan (Tri Sulihanto, Manager Sertifikasi), dan Samsul Muaruf (Manager Mutu) menambahkan Uji Kompetensi menekankan tujuh keterampilan utama yang harus dimiliki pemandu wisata, yakni kemampuan interpretasi budaya dan sejarah, komunikasi multibahasa, manajemen perjalanan, pemahaman peta, penanganan keluhan, serta kompetensi interpersonal yang memadai.

“Keahlian ini menjadikan pemandu wisata sebagai profesional pariwisata yang mampu menciptakan pengalaman wisata yang menyenangkan dan mendidik,” pungkasnya.

Eko Mujiono juga menginformasikan bahwa kolaborasi dengan Kemenpar akan berlanjut pada 20 Mei 2026 di Kabupaten Banyuwangi dengan skema Pemandu Gunung. Diperkirakan 50 peserta akan mengikuti sertifikasi pada kegiatan berikutnya.

Dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan domestik dan internasional, sertifikasi pemandu wisata menjadi kebutuhan mendesak.

Pemandu yang tersertifikasi tidak hanya meningkatkan reputasi destinasi, tetapi juga memberi dampak langsung pada kualitas layanan dan pengalaman wisatawan.

Keahlian profesional ini diharapkan mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya.

Kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga kualitas manusia yang menjadi ujung tombak layanan.

Kompetensi yang terstandarisasi menjadi salah satu fondasi penting untuk mencetak pemandu wisata profesional yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!