Banjarmasin Kenalkan Sastra Sejak Dini
Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR sangat akrab dan berfoto bersama sejumlah siswa di sela-sela kegiatan Lomba. (Foto - Media Center Banjarmasin).
Sekolah dasar di Banjarmasin kini menjadi tempat bagi anak-anak untuk mulai mengenal sastra dan mengekspresikan kreativitas sejak dini.
Hal itu terlihat jelas dalam gelaran Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD tingkat Kota Banjarmasin 2026 di Sekolah Kristen Galilea, Selasa (12/5).
Ratusan siswa tampak antusias mengikuti lomba menulis cerita, mendongeng, musikalisasi puisi, hingga pantomim.
Suasana penuh tawa dan kreativitas menggantikan kesan kaku acara formal. Anak-anak bukan hanya bersaing untuk menang, tetapi juga belajar mengekspresikan imajinasi dan memahami nilai budaya melalui karya mereka.
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, yang hadir untuk melihat langsung kegiatan ini, menekankan bahwa mengenalkan sastra sejak usia dini sangat penting.
“Anak-anak yang terbiasa menulis, membaca, dan mendongeng sejak sekolah dasar akan lebih kreatif, kritis, dan peka terhadap budaya sekitar,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Ryan Utama, menambahkan bahwa festival ini bukan sekadar lomba, tapi ruang eksplorasi.
“Di sini, anak-anak belajar memadukan imajinasi dengan karakter. Mereka diajak memahami bahwa sastra bisa menjadi cara mengekspresikan ide, menyampaikan perasaan, dan menghargai karya teman-temannya,” katanya.
Ajang ini diikuti 150 siswa dari 67 sekolah, dengan berbagai cabang lomba yang memberi kesempatan pada semua anak untuk menunjukkan bakatnya.
Aktivitas seperti menulis cerita atau mendongeng bukan hanya soal nilai, tetapi sarana membangun kepercayaan diri dan rasa ingin tahu sejak kecil.
Dengan pengenalan sastra yang konsisten di sekolah, anak-anak Banjarmasin diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, berbudaya, dan memiliki karakter kuat.
Kreativitas dan apresiasi seni yang ditanamkan sejak dini diyakini akan menjadi fondasi bagi kemampuan berpikir kritis dan inovatif mereka di masa depan.(Ridzky Husna).
