Yamin Temukan “PR” di Siring Banjarmasin
Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR menyusuri kawasan Siring Menara Pandang Banjarmasin . (Foto - Media Center Banjarmasin).
Selepas menghadiri kegiatan Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi #6, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR tidak langsung pulang.
Jumat malam hingga Sabtu dini hari (14/03/2026), ia memilih berjalan menyusuri kawasan Siring Menara Pandang Banjarmasin ruang publik yang selama ini menjadi salah satu wajah wisata kota.
Namun yang ditemukannya bukan hanya keramaian warga menikmati malam, melainkan juga sejumlah persoalan lama yang kembali terlihat jelas ketika kota mulai lengang.
Didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, Yamin meninjau satu per satu fasilitas di kawasan tersebut.
Hasilnya cukup jelas terlihat ada beberapa titik di ruang publik yang menjadi ikon kota itu mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Dermaga yang menjadi tempat bersandar perahu wisata terlihat mulai mengalami kerusakan. Sejumlah kursi duduk di sepanjang jalur pedestrian juga ditemukan dalam kondisi rusak.
Bahkan di beberapa bagian, terdapat dugaan fasilitas sengaja dipotong oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Ini ruang publik, tempat masyarakat berkumpul. Fasilitasnya harus aman dan nyaman,” ujar Yamin di sela peninjauan.
Selain kerusakan fasilitas, perhatian juga tertuju pada kondisi pepohonan di sekitar kawasan. Ranting-ranting yang mulai menjalar dinilai perlu segera ditata ulang agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung, terutama pada malam hari.
Menurut Yamin, kawasan Siring Menara Pandang bukan sekadar lokasi wisata biasa. Tempat ini adalah salah satu simbol wajah kota yang paling sering dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.
Karena itu, ia meminta Disbudporapar Kota Banjarmasin segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin untuk memperbaiki fasilitas yang rusak.
Sementara penataan pepohonan diminta melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin agar kawasan tetap tertata rapi dan aman.
“Kita ingin kawasan ini tetap nyaman bagi masyarakat. Jadi perlu perbaikan dan penataan kembali,” tegasnya.
Peninjauan dini hari itu seolah memberi pesan sederhana bahwa ruang publik tidak cukup hanya dibangun, tetapi juga harus dijaga.
Bagi Yamin, wajah kota bukan hanya terlihat dari gedung-gedung baru, tetapi dari bagaimana pemerintah merawat tempat-tempat yang setiap hari menjadi ruang bertemu warganya.(M.Irfani).
