Kredit Perbankan di Kalsel Tumbuh 6,71 Persen

0
AGUS MAIYO

Foto Ilustrasi - Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo sedang memberikan paparan potret sektor jasa keuangan Kalsel terkini. (Foto - M.Irfani).

Otoritas Jasa Keuangan menyatakan kinerja sektor perbankan di Kalimantan Selatan pada awal 2026 tetap berada dalam kondisi stabil dengan pertumbuhan kredit yang masih positif.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, mengatakan hingga Januari 2026 penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Selatan tercatat mencapai Rp82,29 triliun atau tumbuh 6,71 persen secara tahunan (year on year).

“Kinerja lembaga jasa keuangan di Kalimantan Selatan masih stabil dengan profil risiko yang tetap terjaga dan likuiditas yang memadai,” kata Agus Maiyo, saat menggelar Media Update di Banjarmasin, Jumat (13/03/2026)

Ia menjelaskan, kualitas kredit juga masih terkendali dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berada di level 2,63 persen, masih di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator.

Agus Maiyo membeberkan dari sisi penggunaan, pertumbuhan kredit tertinggi berasal dari kredit investasi yang melonjak 28,16 persen. Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 6,78 persen, sedangkan kredit modal kerja mengalami kontraksi sebesar 8,23 persen.

“Penyaluran kredit investasi terbesar tercatat berada di Banjarmasin dengan nilai mencapai Rp19,05 triliun,:” bebernya.

Selain itu, pembiayaan kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga terus meningkat dengan porsi mencapai 26,86 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan di daerah tersebut.

Di sisi penghimpunan dana masyarakat, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 5,68 persen secara tahunan. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan dana giro sebesar 11,97 persen, disusul tabungan 3,92 persen dan deposito 0,74 persen.

Secara spasial, penghimpunan dana masyarakat terbesar berada di Kota Banjarmasin dengan nilai mencapai Rp61,2 triliun atau sekitar 62,42 persen dari total DPK di Kalimantan Selatan.

Menurut Agus Maiyo, stabilitas sektor perbankan ini juga didukung oleh kinerja perekonomian daerah yang tetap tumbuh positif. Pada kuartal IV 2025, ekonomi Kalimantan Selatan tercatat tumbuh 5,46 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan ekonomi daerah yang terjaga turut mendorong aktivitas intermediasi perbankan sehingga penyaluran kredit tetap berkembang,” ujarnya.

OJK memastikan akan terus memperkuat pengawasan dan mendorong inklusi keuangan agar sektor jasa keuangan tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(Muhammad Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!