Istana Motor, Usaha yang Mengalirkan Berkah

0
HAJI YANTO ISTANA MOTOR

Foto Ilustrasi - H Suyanto di depan Istana Motor dan kegiatan berbagi di momen Ramadan. (Foto - Risanta).

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas ekonomi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ada sebuah kisah tentang usaha yang tidak hanya tumbuh dalam angka dan transaksi, tetapi juga dalam nilai kemanusiaan.

Kisah itu hadir dari perjalanan Istana Motor Banjarmasin sebuah showroom mobil seken yang selama hampir dua dekade berdiri bukan hanya sebagai tempat jual beli kendaraan, tetapi juga sebagai ruang berbagi berkah bagi masyarakat.

Usaha ini berdiri sejak tahun 2006, diprakarsai oleh seorang pengusaha Banua, HM Suyanto. Dari sebuah showroom yang berlokasi di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah, Benua Anyar, wilayah Banjarmasin Timur, Istana Motor perlahan menapaki perjalanan panjangnya.

Dengan komitmen pada kejujuran dan kualitas, showroom ini dikenal menyediakan mobil bekas yang telah melalui proses seleksi ketat,bebas dari bekas tabrakan besar, tidak pernah terendam banjir, serta bukan kendaraan bekas rental.

Kepercayaan masyarakat pun tumbuh seiring waktu. Dari satu pelanggan ke pelanggan lain, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dalam dunia jual beli kendaraan bekas yang sering kali diwarnai keraguan, Istana Motor justru meneguhkan dirinya sebagai tempat yang menjaga integritas.

Namun perjalanan sebuah usaha tidak selalu hanya tentang pertumbuhan bisnis. Ada nilai yang lebih dalam yang sering menjadi fondasi sebuah keberhasilan, yakni rasa syukur.

Bagi HM Suyanto dan keluarga besar Istana Motor, usaha bukan sekadar sarana mencari rezeki, tetapi juga jalan untuk menebarkan manfaat bagi orang lain.

 

H Suyanto bersama Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR saat kegiatan Buka Puasa Bersama di Kediaman Wali Kota Banjarmasin. (Foto – Risanta).

Nilai inilah yang paling terasa setiap datangnya bulan Ramadan.

Di bulan yang penuh keberkahan itu, suasana di sekitar showroom tidak hanya diisi aktivitas jual beli mobil. Halaman tempat usaha berubah menjadi ruang kebersamaan.

Ribuan warga berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Tawa anak-anak yatim terdengar di antara deretan kursi. Paket-paket sembako dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap.

Ramadan menjadi pengingat bahwa rezeki yang diperoleh dari usaha sejatinya memiliki hak orang lain di dalamnya.

Tradisi berbagi ini telah berlangsung bertahun-tahun. Bagi masyarakat sekitar kawasan Benua Anyar, kehadiran Istana Motor bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial mereka. Setiap Ramadan, harapan akan kebersamaan itu kembali hidup.

Sebab keberhasilan sejati bukan hanya tentang berapa banyak kendaraan yang terjual, tetapi seberapa luas manfaat yang dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitar.

Sebuah usaha akan menjadi besar bukan hanya karena skala bisnisnya, tetapi karena kemampuannya menghadirkan kebaikan bagi sesama.

 

Pimpinan Show Room Istana Motor, H Suyanto, didampingi Ketua DPRD Kalsel H Supian HK dan Ustadz H Fahruddin Nur, saat menyerahkan secara simbolis bantuan dan zakat kepada sejumlah lembaga dan tempat ibadah. (Foto – Olpah Sari).

Apa yang dilakukan oleh keluarga besar Istana Motor adalah cerminan dari nilai yang sangat dijunjung dalam tradisi masyarakat Banjar, bahwa rezeki adalah amanah, dan amanah itu harus mengalir kepada yang membutuhkan.

Maka setiap kali Ramadan tiba, semangat berbagi kembali menjadi napas dari perjalanan usaha ini.

Dari showroom sederhana yang berdiri pada tahun 2006, hingga kini menjadi salah satu pemain lama dalam bisnis otomotif di Banjarmasin, Istana Motor tetap memegang keyakinan yang sama, bahwa usaha yang baik adalah usaha yang membawa berkah.

Berkah yang tidak berhenti pada keuntungan, tetapi mengalir dalam senyum orang-orang yang merasakan manfaatnya.

Dan dari sebuah sudut di Benua Anyar, kisah itu terus berjalan tentang sebuah usaha yang tumbuh bersama masyarakat, tentang kerja keras yang disertai rasa syukur, dan tentang keyakinan sederhana bahwa ketika rezeki dibagikan, ia justru akan kembali dengan keberkahan yang lebih luas.(Olpah Sari).

Olpah Sari – Jurnalis -Economic Travelling.Com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!