Ketika 2.500 Pasang Sepatu Dibagikan Untuk Anak Banjarmasin
Foto - Diskominfotik Banjarmasin.
Upaya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah terus dilakukan melalui berbagai intervensi sosial yang menyasar sektor pendidikan.
Di Kota Banjarmasin, kolaborasi Pemerintah Kota Banjarmasin dan Korem 101/Antasari diwujudkan melalui penyaluran 2.500 pasang sepatu bagi siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebagai langkah untuk menjaga keberlanjutan partisipasi sekolah anak.
Program Bhakti Korem 101/Antasari untuk Anak Bangsa tersebut digelar di Gedung Sultan Suriansyah dan dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, serta dipimpin langsung oleh Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus. Bantuan disalurkan kepada siswa dari 42 sekolah di wilayah Kota Banjarmasin.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda menyatakan, pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik menjadi bagian penting dalam strategi peningkatan kualitas pendidikan daerah.
Menurutnya, biaya pendidikan tidak hanya terkait komponen formal seperti uang sekolah, tetapi juga kebutuhan pendukung yang memengaruhi kehadiran dan kenyamanan belajar siswa.
“Intervensi sederhana seperti bantuan perlengkapan sekolah dapat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga dan menjaga anak tetap berada di bangku sekolah,” ujar Ananda.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Banjarmasin menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan karena memiliki dampak langsung terhadap kualitas tenaga kerja dan daya saing ekonomi daerah dalam jangka panjang.
Sementara itu, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus menilai keterlibatan TNI dalam program sosial pendidikan merupakan bagian dari kontribusi strategis dalam pembangunan SDM.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan mendukung pembentukan generasi produktif di masa depan.
“Pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Apa yang dilakukan hari ini akan menentukan kualitas generasi mendatang,” kata Brigjen Ilham Yunus.
Program pembagian sepatu ini sejalan dengan Asta Cita, delapan misi strategis nasional yang menempatkan penguatan kualitas SDM sebagai prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Dari perspektif kebijakan publik, intervensi pada usia sekolah dinilai memiliki tingkat pengembalian ekonomi yang tinggi karena berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan penurunan risiko kemiskinan struktural.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan TNI dalam kegiatan ini menunjukkan pendekatan pembangunan yang terintegrasi. Meski berskala mikro, program tersebut dinilai memiliki dampak jangka panjang dalam memperkuat kualitas pendidikan dan menyiapkan basis tenaga kerja daerah yang lebih kompetitif.
Sebanyak 2.500 pasang sepatu yang disalurkan diharapkan mampu mengurangi hambatan non-akademik dalam proses belajar mengajar. Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi SDM sebagai modal utama pertumbuhan berkelanjutan.(Ridzky Husna).
