Menikmati Libur Tahun Baru di Kalimantan Selatan

0
Kalsel Park

Foto Ilustrasi -Home berbasis alami selalu menjadi pilihan wisatawan dan bagus dikembangkan. Contohnya salah satu Cafe Site of Kalsel Park-Mandiangin yang membawa nuansa ala Eropa. (Foto-Olpah Sari).

Pesona Sungai, Alam, dan Budaya yang Menenangkan

Libur Tahun Baru kerap identik dengan keramaian kota besar dan destinasi populer yang padat wisatawan. Namun, bagi mereka yang mendambakan pengalaman berwisata yang lebih tenang, bermakna, dan sarat nilai budaya, Kalimantan Selatan (Kalsel) menawarkan alternatif yang layak dipertimbangkan.

Dikenal sebagai Provinsi Seribu Sungai, Kalimantan Selatan menghadirkan harmoni antara peradaban sungai, kekayaan alam Pegunungan Meratus, serta tradisi masyarakat Banjar yang masih terjaga hingga kini. Momentum libur Tahun Baru menjadi waktu ideal untuk menikmati Kalsel sebagai destinasi wisata yang ramah keluarga, aman, dan berkarakter.

Siring Sungai Martapura, Wajah Wisata Urban Banjarmasin

Siring Sungai Martapura di Banjarmasin menjadi magnet utama wisatawan saat libur panjang. Kawasan ini merepresentasikan denyut kehidupan kota sungai: klotok berlalu-lalang, warga bersantai di bantaran, serta deretan kuliner khas Banjar yang menggoda selera.

Pada malam hari, siring tampil lebih hidup dengan pencahayaan kota dan suasana yang ramah bagi wisata keluarga. Susur sungai menjadi aktivitas favorit, menawarkan perspektif berbeda dalam menikmati kota Banjarmasin.

 

Salah satu wisatawan bersepeda di depan Siring Menara Pandang, yang menjadi ikon wisata kota Banjarmasin.

Pasar Terapung Lok Baintan Warisan Budaya yang Bertahan

Tak jauh dari Banjarmasin, Pasar Terapung Lok Baintan di Kabupaten Banjar menyuguhkan pengalaman wisata budaya yang autentik. Sejak dini hari, aktivitas jual beli di atas perahu kecil atau jukung menjadi atraksi yang merekam jejak peradaban sungai masyarakat Banjar.

Di tengah gempuran modernisasi, pasar terapung tetap hidup sebagai simbol ketangguhan tradisi. Bagi wisatawan, kunjungan ke Lok Baintan bukan sekadar rekreasi, melainkan juga pembelajaran tentang ekonomi rakyat berbasis kearifan lokal.

 

Liburan paling berkesan mengunjungi Pasar Terapung Lok Baintan.

Pegunungan Meratus dan Loksado, Wisata Alam yang Menyegarkan

Bagi pencinta wisata alam, kawasan Loksado di Pegunungan Meratus menjadi destinasi unggulan. Daya tarik utama berupa arung jeram bambu di Sungai Amandit, air terjun alami, serta bentang alam hutan tropis yang masih asri.

Wisata Loksado juga membuka ruang interaksi dengan masyarakat adat Dayak Meratus, menjadikannya destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat nilai sosial dan budaya. Pada libur Tahun Baru, kawasan ini cocok bagi wisatawan yang ingin memulai tahun dengan energi alam dan ketenangan.

Tahura Sultan Adam, Alternatif Wisata Keluarga

Taman Hutan Raya Sultan Adam di Mandiangin menjadi pilihan favorit wisata keluarga. Kawasan konservasi ini menawarkan udara sejuk, area piknik, jalur trekking ringan, serta panorama alam yang mudah dijangkau dari Banjarbaru dan Banjarmasin.

Tahura Sultan Adam juga menjadi ruang edukasi lingkungan yang relevan, khususnya bagi wisatawan yang membawa anak-anak.

Delegasi internasional saat mengunjungi salah satu situs Geopark Meratus di Tahura Sultan Adam Mandiangin.(Foto-Humas Bank Indonesia).

Wisata Religi Martapura Refleksi di Awal Tahun

Martapura, selain dikenal sebagai kota intan, juga menjadi pusat wisata religi. Ziarah ke makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mengisi libur Tahun Baru dengan refleksi spiritual. Selain wisatawan bisa berziarah ke makam Tuan Guru KH Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul, di  Sekumpul , Martapura.

Wisata religi di Kalsel menghadirkan suasana yang tertib, khusyuk, dan bersahaja, sejalan dengan karakter masyarakat Banjar yang religius.

Akses dan Kenyamanan Wisata

Kalimantan Selatan dapat diakses melalui Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru. Infrastruktur jalan antardestinasi relatif baik, dengan dukungan transportasi darat dan sungai. Pemerintah daerah bersama pelaku pariwisata juga terus mendorong penggunaan pemandu wisata lokal demi keamanan dan kualitas pengalaman wisata.

Wisatawan disarankan merencanakan perjalanan lebih awal, memperhatikan kondisi cuaca, serta mematuhi aturan keselamatan terutama saat berwisata alam dan sungai.

Kalimantan Selatan menawarkan wajah pariwisata yang berbeda, tidak hingar-bingar, tetapi kaya makna. Sungai, hutan, dan budaya berpadu membentuk pengalaman wisata yang menyentuh sisi kemanusiaan.

Di tengah tren wisata massal, Kalsel hadir sebagai ruang jeda,tempat menyambut Tahun Baru dengan ketenangan, kearifan lokal, dan kehangatan masyarakatnya.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!