Mengunjungi Kampung Merah Putih Jafry Zam-Zam Gang Karya

0
KAMARATIH JUARA 2 UTAMA

Di balik kesederhanaannya, Kamaratih Jl Jafry Zam Zam Gang Karya RT.50, Teluk Dalam, Banjarmasin, menyimpan keunikan dan daya tarik tersendiri, termasuk merawat bagus sebuah kebersamaan.

Kampung Merah Putih  yang  Harmoni Sungai Indahnya Lampion Merah Putih

Di tengah hiruk pikuk Kota Banjarmasin, ada satu kampung yang menyimpan kisah kebersamaan dan kreativitas warganya. Namanya Kampung Kamaratih (Kampung Merah Putih), terletak di Jalan Jafri Zam-Zam Gang Karya, RT 50, Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah. Kampung yang berada di bantaran sungai kecil penghubung anak Sungai Kerokan menuju muara Sungai Barito itu baru saja meraih juara kedua Lomba Kampung Merah Putih 2025.

Sekilas, kampung ini tak jauh berbeda dengan permukiman Banjar lain yang tumbuh di tepian sungai. Namun siapa sangka, di balik kesederhanaannya, Kamaratih menyimpan keunikan dan daya tarik tersendiri. Di satu sisi, ia masih mempertahankan wajah permukiman alami khas Banjar yang mandiri dan berakar pada budaya sungai. Di sisi lain, keberadaannya berdampingan dengan kawasan perumahan baru hasil karya pengembang, menciptakan kontras yang menarik.

Kreativitas dari Tangan Warga

Meski tidak dipoles oleh pembangunan megah, Kamaratih justru menonjol lewat semangat warganya. Mereka bergotong royong menyulap kampung menjadi miniatur kehidupan yang bernafaskan Pancasila. Setiap sudut dihiasi karya kreatif, lampion merah putih bergelantungan, spot foto dan photobooth sederhana hadir di RT 50, dan yang paling istimewa, sebagian lampion dibuat dari botol plastik bekas. Dari barang yang dianggap sampah, warga menyulapnya menjadi hiasan cantik penuh makna kebersamaan.

“Kampung ini sangat terjaga toleransi antarwarga, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan,” ujar Ketua RT 50,  Agus Rina Astuti, kepada awak media, Selasa sore (16/9/2025).

 

Suasana kampung Merah Putih yang berbeda memberikan kesan teduh bagi yang mengunjunginya.

Tak hanya soal dekorasi, kekuatan Kamaratih ada pada kolaborasi lintas generasi. Anak-anak muda, warga dewasa, hingga para tetuha saling mengisi.

“Setiap acara dan kegiatan rutin dijalankan bersama, ini menegaskan bahwa kampung kami ini memang hidup karena semangat gotong royong yang dirawat bertahun-tahun,” sambung Mba Rina sapaan akrab Ketua RT 50.

Harmoni dan Kebersamaan

Lingkungan yang bersih, tanaman hias yang tertata rapi, serta suasana aman yang senantiasa terjaga adalah bukti nyata kekompakan warga. Lebih dari itu, Kamaratih juga menjadi ruang bagi toleransi. Warga dengan beragam latar belakang hidup berdampingan, saling menghargai perbedaan, dan bahu-membahu menjaga harmoni.

Bagi warga, keberhasilan meraih juara bukan semata tentang prestasi lomba. Lebih dari itu, penghargaan ini adalah pengakuan bahwa semangat persatuan dan kebersamaan mereka mampu melahirkan sesuatu yang membanggakan.

“Alhamdulillah, memang ada bangga bisa meraih juara dan apa yang kami kerjakan bersama menuai hasil.Walaupun pada intinya bukan juara targetnya tapi bagaimana merekatkan kebersamaan dan kegotong-royongan.Ini akan kami tularkan ke anak cucu kami disini,” terang Intan Komalasari didampingi tokoh masyarakat lainnya, A. Salim Fakhri.

 

Salah satu keunikan adalah pengunjung maupun tamu dibawa bernostalgia ke sebuah teras yang disulap jadi Fhoto Booth.

 

Akhir yang Bahagia

Kini, Kamaratih bukan lagi sekadar kampung di bantaran sungai. Ia menjelma sebagai simbol kebersamaan, kreativitas, dan harmoni yang berakar pada nilai-nilai Pancasila. Lampion-lampion merah putih yang bergelantungan di gang sempit menjadi saksi bahwa dari tangan sederhana lahir karya yang menyatukan.

Warga pun berharap semangat ini terus menyala, bahkan setelah euforia lomba mereda.

“Sejatinya bagi kami anak muda di kampung ini, Kamaratih bukan hanya rumah, tapi juga keluarga besar yang hidup dari gotong royong, tumbuh dalam harmoni, dan percaya bahwa kebersamaan akan selalu membawa cahaya kebahagiaan dalam sebuah silaturahmi di kampung,” tutur Noor R Yasmin, salah satu pemuda di kampung tersebut.

Dari tepian sungai kecil di Teluk Dalam, Banjarmasin, Kampung Kamaratih menegaskan satu hal, bahwa juara sejati bukan hanya soal trofi, melainkan tentang bagaimana warga menjaga persatuan, merawat lingkungan, dan menghidupkan semangat kebangsaan. Dan di situlah, Kamaratih menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.(Ridzky Husna).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!