Selangkah Permanen Bank Kalsel Syariah Tahun 2027

0
BANK KALSEL TOP 2

Foto Ilustrasi - Salah satu aktivitas di Kantor Bank Kalsel. (Foto-Humas Bank Kalsel).

Invansi usaha terus dilakukan Bank Kalsel sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah yang bergerak dinamis. Perusahaan perbankan ini semakin memperkuat lini layanan termasuk usaha berbasis syariah.

Rencananya jika tak ada aral mereka memproyeksikan akan ada bank baru dibawah induk Bank Kalsel. Bank itu adalah Bank Kalsel Syariah, yang didorong sebagai entitas permanen yang terpisah dari induknya.

Setidaknya jika itu teralisasi maka Bank Kalsel, melengkap sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) telah melakukan konversi menjadi Bank Syariah, atau memiliki Unit Usaha Syariah (UUS). Tercatat ada beberapa BPD yang sudah melakukan itu seperti Bank Aceh Syariah, yang merupakan hasil konversi dari Bank Aceh, dan Bank BPD DIY Syariah, yang merupakan Unit Usaha Syariah dari Bank BPD DIY.

Upaya Bank Kalsel ini mendapat support Bank Sulselbar yang juga berencana untuk melakukan konversi ke sistem syariah. Saat ini Bank ini juga berencana melakukan konversi menjadi bank syariah sepenuhnya, namun masih dalam tahap pengkajian dan menunggu persetujuan dari OJK.

Direktur Utama, Fachrudin  dalam berbagai kesempatan menyebutkan jika mereka menginginkan adanya Bank Kalsel Syariah. Diakuinya selama ini mereka sudah memiliki Bank Kalsel Syariah sebagai bagian dari usaha induknya.

 

Petugas Bank Kalsel melayani nasabah di sebuah Kantor Cabang Pembantu di Kalsel. (Foto-Olpah Sari).

Tentunya menurut Fachrudin transformasi ini butuh proses dan waktu.Salah satu persyaratan utamanya juga dari segi Modal Inti Minimum Rp.3 Triliun. Hal ini sejalan dengan penetapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa syarat utama, termasuk permodalan minimal, izin usaha, serta pemenuhan persyaratan kepemilikan dan manajemen.

Selaras dengan itu, Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti mengungkapkan, secara umum sebagai induknya Bank Kalsel telah memiliki Modal Inti Minimum Rp.3,5 Triliun. Karenanya mewujudkan entitas Bank Kalsel Syariah yang permanen harus tersedia modal usaha minimal Rp6 triliun yang dimiliki Bank Kalsel.

“Alhamdulillah kita untuk target Rp.3 Triliun sudah tercapai. Karenanya Bank Kalsel mentargetkan ke depannya Rp.6 Triliun, sehingga bisa mewujudkan mandirinya Bank Kalsel Syariah,” ujar Mitra Damayanti kepada awak media.

Manajemen Bank Kalsel sendiri optimis bisa mewujudkan penambahan Bank Kalsel Syariah yang sudah permanen  di tahun 2027, jika menengok unsur salah satu persyaratan bisa digenjot yakni Modal Inti Minimum.

Kendati masih menjadi unit usaha dari induk utamanya, Bank Kalsel Syariah tumbuh bagus.Tercatat di tahun 2024 lalu bank ini menunjukkan pertumbuhan positif dan sehat, dengan Aset Bank tumbuh Rp30,11 triliun pada Oktober 2024, meningkat 7,62% secara tahunan (YoY).

Bank Kalsel Syariah memiliki laba  bersih Bank Kalsel tumbuh 18,16% menjadi Rp298,06 miliar pada tahun 2024. Selain itu, kredit dan pembiayaan syariah menunjukkan pertumbuhan positif, dengan target peningkatan sebesar 11,91% YoY, menunjukkan optimisme terhadap potensi bisnis dan perluasan layanan syariah.

Sementara di tahun 2025 pertumbuhannya menunjukkan tren positif. Laba bersih Bank Kalsel Syariah per Maret 2025 mencapai Rp121,12 miliar, tumbuh 21,24% secara tahunan (yoy).(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!