Kejar Target KUR 2025, Ini Langkah Strategis Bank Kalsel
Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman bersama Dirut Bank Kalsel Fachrudin usai penandatanganan Mou dengan Jamkrida. (Foto-Humas Bank Kalsel).
Meskipun termasuk salah satu Bank Pembangunan Daerah yang tertinggi dalam distribusi Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bank Kalsel tidak berpuas diri.Bank ini pun terus menggenjot penyaluran KUR yang sudah menyentuh Rp.180 Miliar.Kendati demikian realisasi tersebut masih dibawah target yang mereka proyeksikan di tahun 2025, yakni sebesar Rp.1 Triliun.
Direktut Utama Bank Kalsel Fachrudin mengungkapkan saat ini pihaknya menyiapkan negoisasi perbaikan sistem.
“Sesuai arahan Menteri UMKM, kami lagi siapkan negosiasi perbaikan sistem. Kemudian menteri meminta bagian keuntungan penyaluran KUR agar digunakan untuk perbaikan sistem,” ujar Fachrudin.
Mengacu arahan Menteri Maman Abdurrahman, Fachrudin menuturkan, penyiapan struktur organisasi untuk perbaikan sistem, perlu dilakukan untuk mendorong peningkatan penyaluran.
“Selain itu, Menteri UMKM juga meminta dukungan pemerintah daerah, untuk penyiapan data UMKM. Hal ini agar tidak ada perbedaan antara data lapangan dan data yang diajukan ke perbankan. Input data tahun ini kami harapkan dapat ditingkatkan, karena selama ini masih kurang,” sambungnya/
Sebelumnya dalam Rapat Koordinasi Penyaluran KUR 2025 Regional Kalimantan, di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (18/06/2025), Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman meminta lima provinsi di Pulau Kalimantan segera mempercepat penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2025 karena hanya terealisasi sekitar Rp7,6 triliun.
Menteri Maman menyebutkan realisasi nasional sudah mencapai Rp116 triliun dari total plafon sebesar Rp300 triliun pada 2025.
“Proses pendistribusian harus tepat waktu dan tidak makan banyak waktu. Daerah diberikan amanah untuk dilaksanakan,” pesan Menteri Maman Abdurrahman.
Maman pun meminta khusus dari 100 persen plafon KUR itu, haruslah terealisasi sebanyak 60 persen kepada pelaku usaha sektor produksi, jangan hanya menyalurkan kepada sektor konsumtif guna mendorong UMKM sektor produksi lebih maju. (Olpah Sari).
