Pesona Sehari Kirab Waisak Dari Candi Pelaosan

0
ABBY KIRAB UTAMA

Pesona Kereta Kencana dalam Kirab Waisak, yang menjadi daya tarik wisata di Jawa Tengah

Indonesian culture is truly remarkable and diverse. I am in awe of the rich traditions and artistry of Indonesia. I am proud to be an Indonesian. Begitu seru Abby saat mengirimkan chat whatsapps saat berada di Jawa Tengah, pekan lalu.

Perempuan yang dikenal sebagai salah satu traveler perempuan Indonesia pun mengirimkan beberapa foto terkait suasana kirab Waisak dari Candi Pelaosan di Desa Bugisan menuju Candi Sojiwan di Desa kebondalem kidul Prambanan Klaten. Ia pun bercerita bagaimana keunikan dan keindahan kirab dalam rangka Hari Raya Waisak 2569 BE atau tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Sangha Mahayana Indonesia.

“Sebagai orang Indonesia I am proud to be culture yang beragam dan betapa indahnya kehidupan beragamanya. Perjalanan kami kali ini adalah melihat langsung kirab Waisak dari Candi Pelaosan di Desa Bugisan menuju Candi Sojiwan di Desa kebondalem kidul Prambanan Klaten, Jawa Tengah,” tulis Abby.

Founder Elang Khatulistiwa Indonesia ini sangat terkesan dengan kirab yang kurang lebih dua ribu Umat Buddha dari berbagai wilayah di Indonesia dengan meniki kereta kencana , andong dan berjalan kaki kurang lebih dua setengah kilometer. Kirab tersebut dipimpin Ketua Umum Sangha Mahayana Indonesia Bhiksu Kusalasasana.

 

Traveler Perempuan Indonesia, Abby, ikut jalan kaki menyaksikan Kirab Waisak dari Candi Pelaosan di Desa Bugisan menuju Candi Sojiwan di Desa kebondalem kidul Prambanan Klaten.

“Indonesia’s culture is a source of pride.Beruntungnya bisa menyaksikan prosesi dari candi Pelaosan berjalan kirab membawa relik yaitu sisa dari jasad dari Budha yang dibawa dengan kereta kencana dari pelaosan ke candi sojiwan. Karena juga disaksikan langsung ribuan wisatawan yang ingin melihat kirab tahunan ini,” ucapnya.

Abby sendiri sempat bertemu dengan Rengga Dumadi, salah satu perwakilan acara dari Ambarawa. Pria ini pun banyak bercerita tentang rangkaian kirab membawa relik hingga kegiatan lainnya berupa ucapan selamat hari Raya Waisak.

 

Kebersamaan dalam Kirab Waisak.

Mengutip ucapan Sekjen Sangha Mahasana Indonesia Bhiksu Sakya Sugata seperti dituturkan Rengga Dumadi, Candi Sojiwan dipilih sebagai kegiatan peringatan hari Raya Waisak tahun 2025 agar semua candi dapat aktif kembali.

“Kami berterimakasih dukungan semua pihak acara ini berjalan lancar. Apaagi kegiatan kirab diapresiasi baik masyarakat khususnya penggiat pariwisata. Panitia pun sangat luar biasa.Karena ini juga menjadi momen penting untuk promosi wisata Indonesia.Kami berterima kasih dengan kawan-kawan penggiat pariwisata dan pemerintah daerah dengan dukungannya,” kata Rengga Dumadi.

 

Abby bersama Rengga Dumadi, salah satu perwakilan acara dari Ambarawa.

Senada dengan itu salah satu penggiat pariwisata dan pendidikan, Andi Sukandi sangat mengapresiasi kegiatan rangkaian prosesi Tri Suci Waisak yang berpusat di Prambanan khususnya Candi Sojiwan dan Candi Plaosan.

“Ini istimewa, karena dunia bisa melihat bahwa Indonesia itu memiliki keindahan budaya dan tradisi yang terjaga dengan baik dengan keberagaman dalam bingkai persatuan dan kesatuan.Tentu ini semakin menarik wisatawan untuk hadir dan menyaksikan salah satu acara disini,” pungkasnya.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!