Rindu Ulama Bersepeda Dari Sumut-Sekumpul-Samarinda
Abdul Razak bersyukur bisa singgah di Masjid Shiratal Mustaqiem (masjid tertua di kota Samarinda).
Abdul Razak Pamit Pulang Kembali Ke Serdang Bedagai
Perjalanan panjang dan impian Muhammad Abdul Razak dari Serdang Bedagai, Sumatera Utara, ke Sekumpul Martapura dan berakhir di Samarinda akhirnya terwujud sudah. Pria yang selalu mengenakan keffiyeh bertolak jelang akhir tahun 2024 dari kampung halamannya dengan bersepeda dan kini berada di Samarinda, Kalimantan Timur.
Abdul Razak sendiri mengaku bersyukur karena mampu melewati ribuan kilometer menyeberang dari Sumatera ke Jawa dan sampai ke pulau Kalimantan dengan mengayuh sepeda ontel tua. Sebuah perjalanan yang terbilang luar bagi pria yang usianya sudah tak muda lagi, gowes dengan sepeda ontel.
“Perjalanan menuju impian terkadang harus diperjuangkan dengan jalan panjang dan terjal. Namun ulun bersyukur ketika tiba di Banjarmasin disambut dengan penuh kekeluargaan hingga bisa berada di lautan jamaah Haul Guru Sekumpul, pengalaman rohani yang membuat jiwa merasa tenang dan ada kesejukan di Martapura,” kenang Abdul Razak, saat menikmati kopi panas di teras Masjid Al Misbah, Samarinda, Rabu (15/01/2025).
Abdul Razak sendiri merasa terharu dengan sambutan warga Banjarmasin, Martapura hingga kota-kota yang ia lalui gowes dalam perjalanan atau traveling religinya. Semua menyambut hangat dirinya hingga akhirnya roda ban sepeda berhenti di sebuah masjid di kota Tepian, Samarinda, Kalimantan Timur.
Sayang upayanya bertemu ulama seperti Guru Udin Samarinda belum kesampaian.Meskipun begitu pria sederhana ini tidak kecewa, karena dia percaya suatu saat bisa bertemu kembali dengan salah satu murid dari Almarhum Abah Guru Sekumpul.

Perjalanan religinya pun dilanjutkan dengan mengunjungi sejumlah masjid di Samarinda. Mulai Masjid Al Misbah hingga Masjid Shiratal Mustaqiem (masjid tertua di kota Samarinda). Tak hanya itu Abdul Razak juga meneruskan kebiasaan lamanya, mengunjungi sejumlah majelis taklim.Termasuk yang terakhir ke Pengajian Tuan Guru Rusdi Samarinda.
“Alhamdulillah ulun bisa mengikuti acara pengajian disini di kediaman Guru Rusdi dan bertemu para Habaib serta muhibbin lainnya.Himung ulun batamuan bubuhan Banjar di Samarinda yang menganggap ulun seperti saudara sendiri, sungguh pengalaman yang tak terlupakan,” ucap Abdul Razak, yang memilih menginap di Masjid Al Misbah selama travelling religi di Samarinda.

Selama di Samarinda Abdul Razak banyak bertemu jamaah dan komunitas sepeda tua. Di sela-sela waktu dia pun menyempatkan diri bersilaturahmi dengan sejumlah komunitas sepeda serta jamaah masjid yang disinggahi. Sebagian besar mengenal dirinya lewat pemberitaan di media yang mengisahkan perjalanan religinya bersepeda.
“Perjalanan ini memang ulun niatkan semata-mata untuk Allah. Karena kecintaan serta kerinduan kepada ulama. Alhamdulillah semua dimudahkan termasuk dipertemukan dengan orang-orang baik, termasuk para wartawan. Sehingga semua rintangan dan beratnya perjalanan terasa ringan karena niat tulus ini,” tuturnya mengemasi sejumlah barangnya.
Satu bulan lebih berada di perantauan memang membuat Abdul Razak merindukan kembali kampung halamannya di Serdang Bedagai, Sumatera Utara.Serdang Bedagai Sendiri adalah Kabupaten di Sumatera Utara dengan ibukota Sei Rampah.
Nama Serdang Bedagai diambil dari dua Kesultanan yang pernah memerintah di daerah ini yakni Kesultanan Serdang dan Padang Bedagai. Keinginan untuk dimekarkannya Kabupaten Deli Serdang sebenarnya telah cukup lama muncul dikalangan masyarakat Kabupaten Deli Serdang.

Pada tahun 1992 hal tersebut telah menjadi kajian tersendiri bagi Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang yang memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk yang begitu besar untuk satu kabupaten.
Sejak terbentuknya pemerintahan daerah yang baru, Sei Rampah merupakan ibukota Kabupaten Serdang Bedagai sebagai pusat pemerintahan. Jaraknya dengan kota-kota kecamatan sangat bervariasi antara 7 km sampai dengan 51 km. Disamping itu Kecamatan Sei Rampah sebagai pusat kota, Kecamatan Perbaungan juga merupakan kota pusat perdagangan di Kabupaten Serdang Bedagai yang diandalkan dimana kedua kecamatan ini menjadi indikator pertumbuhan pembangunan yang dilaksanakan.
“Memang saat ini ulun rindu jua dengan keluarga di kampung halaman. Mudahan suatu saat urang-urang Banjar bisa maelangi Serdang Bedagai. Daerah Serdang Bedagai merupakan daerah yang terletak di daerah pantai. “Tak kan Melayu Hilang di Bumi, Bumi Bertuah Negeri Beradat”, ulun pun merasa Kalimantan ini kampung halaman kedua yang selalu ulun rindukan,” tuturnya.

Abdul Razak sendiri Kamis (16/01/2025) akan kembali ke kampung halamannya dengan kembali mengayuh sepeda ontel tua. Rencananya dari Balikpapan menyeberang ke Surabaya lewat kapal dan menyeberang kembali ke Bakauheni, Lampung, dan melanjutkan ke Medan dan Serdang Bedagai.
“Ulun atas nama pribadi dan kawan ulun Chandra Nasution (pulang duluan), mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat badingsanak pian-pian semua.Mohon maaf kalau ada tingkah laku ulun kurang berkenan.Doakan kembali ulun agar bisa kembali ke Sekumpul Martapura dan Samarinda,” ujarnya tak kuasa menahan haru meninggalkan Samarinda.

Kini cerita panjang perjalanan religi seorang berakhir dan menorehkan kisah yang terpatri, dalam sejarah merindukan ulama, dari Martapura hingga Samarinda. Waktu memang mengharuskan seorang Muhammad Abdul Razak, pesepeda asal Sumut harus pulang kembali dan berharap datang kembali.
“Setidaknya, traveling religi yang dilakukan oleh Bang Abdul Razak saat momentum Haul kita maknai bagaimana kesungguhan militansi orang orang Banjar pada masa lalu dengan segala keterbatasan melakukan migrasi melampuai negeri dan pulau,” kata Datuk Taufik Arbain, Sekjen DPP Kerukunan Bubuhan Banjar Sa-dunia.
Menurut pria bergelar Doktor, sosok baik dan pantang menyerah seorang Abdul Razak memberikan pelajar penting.Bagaimana kecintaan terhadap ulama dan penghormatannya direfleksikan lewat kesungguhannya menempuh ribuan kilometer ke Sekumpul Martapura dan napak tilas religi dilanjutkan hingga ke Samarinda.
“Kita mengapresiasi sekali, dengan tekad dan keyakinan menjemput rezeki dari Allah baik berupa harta, ilmu, agama dan kemuliaan serta jabatan. Ulun kira semangat itu kita hargai terlebih goalnya adalah mendatangi dan menjemput nilai-nilai keagamaan seperti ziarah, silaturahmi dan menghadiri pengajian tak terhenti sampai d Martapura Kalsel, tetapi ke samarinda Kaltim,” ujarnya sembari mendoakan agar perjalanan Abdul Razak lancar sampai kampung halaman.(Muhammad Irfani).

