Bank Kalsel, Inklusi Keuangan, dan Energi Ekonomi Baru Banjarmasin
Oleh: Olpah Sari
Banjarmasin sedang menapaki usia lima abad. Sebuah perjalanan panjang yang membentuk kota ini sebagai pusat perdagangan, jasa, dan aktivitas ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan.
Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, tantangan pembangunan kota bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat.
Salah satu fondasi penting dalam pembangunan ekonomi modern adalah akses terhadap layanan keuangan.
Masyarakat yang terhubung dengan sistem keuangan formal memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha, mengelola pendapatan, serta meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.
Kesadaran tersebut menjadi bagian dari langkah Bank Kalsel melalui program “Hari Jadi Penuh Untung Kota Banjarmasin” dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500.
Program ini mengajak masyarakat menjadi bagian dari ekosistem layanan keuangan melalui pendaftaran sebagai Agen Laku Pandai (ADINK) Bank Kalsel.
Bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan, Bank Kalsel memberikan kemudahan berupa pembebasan deposit senilai Rp1 juta serta tambahan reward berupa voucher belanja Rp100 ribu.
Program ini berlaku khusus bagi 50 nasabah pertama yang melakukan pendaftaran Agen Laku Pandai di Kantor Cabang Utama Bank Kalsel Banjarmasin selama periode 21 September hingga 24 Oktober 2026.
Sekilas program tersebut terlihat sebagai sebuah apresiasi dalam rangka perayaan hari jadi kota.
Namun, bila dilihat dari perspektif pembangunan ekonomi daerah, langkah ini memiliki makna yang lebih luas. Bank Kalsel sedang memperluas jangkauan layanan perbankan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Menghubungkan Masyarakat dengan Ekonomi Formal
Inklusi keuangan menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan ekonomi.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK dan BPS, tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memiliki akses terhadap layanan keuangan formal.
Namun, tantangannya masih berada pada kualitas pemanfaatan layanan tersebut. Memiliki akses rekening atau layanan perbankan belum cukup apabila masyarakat belum memahami bagaimana menggunakan fasilitas keuangan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi.
Dalam konteks tersebut, Agen Laku Pandai memiliki peran strategis. Model layanan ini mendekatkan fungsi perbankan melalui jaringan masyarakat yang berada langsung di lingkungan ekonomi lokal.
Melalui Agen Laku Pandai, warga dapat melakukan berbagai transaksi seperti pembukaan rekening, setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, hingga transaksi digital lainnya tanpa harus selalu datang ke kantor bank.
Pendekatan tersebut sangat relevan bagi daerah dengan karakter geografis seperti Kalimantan Selatan. Aktivitas ekonomi masyarakat tersebar dari kawasan perkotaan hingga wilayah perdesaan yang membutuhkan pelayanan keuangan yang mudah dijangkau.
Bank Daerah sebagai Mitra Pertumbuhan Ekonomi
Peran bank pembangunan daerah memiliki karakter yang berbeda dengan lembaga keuangan komersial lainnya.
Bank daerah memiliki tanggung jawab untuk tumbuh bersama masyarakat dan menjadi bagian dari pembangunan ekonomi lokal.
Bank Kalsel selama ini memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi Banua. Melalui berbagai inovasi layanan, bank milik pemerintah daerah ini terus memperkuat hubungan antara sektor keuangan dengan kebutuhan masyarakat.
Kehadiran jaringan ADINK menjadi salah satu instrumen untuk memperluas pelayanan tersebut.
Agen perbankan bukan sekadar tempat transaksi, melainkan pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal sistem keuangan yang lebih aman, cepat, dan modern.
Bagi pelaku UMKM, keberadaan layanan keuangan yang mudah dijangkau dapat membantu memperlancar transaksi usaha. Bagi masyarakat umum, akses tersebut memberikan pilihan yang lebih praktis dalam mengelola kebutuhan keuangan sehari-hari.
Dari Perayaan Menuju Gerakan Ekonomi
Momentum Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500 memberikan ruang bagi berbagai pihak untuk menghadirkan program yang memiliki dampak sosial ekonomi.
Bank Kalsel memilih jalur inklusi keuangan sebagai bagian dari kontribusinya.
Program “Hari Jadi Penuh Untung Kota Banjarmasin” menunjukkan bahwa perbankan daerah dapat mengambil peran lebih luas dalam membangun ekosistem ekonomi masyarakat.
Kemajuan ekonomi daerah tidak hanya diukur melalui angka pertumbuhan, investasi, atau pembangunan infrastruktur. Kekuatan ekonomi juga tumbuh dari kemampuan masyarakat mengakses peluang, mengembangkan usaha, dan memanfaatkan teknologi keuangan.
Perjalanan Banjarmasin menuju masa depan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat. Bank Kalsel memiliki ruang besar untuk menjadi salah satu penggerak dalam perjalanan tersebut.
Lima abad Banjarmasin menjadi pengingat bahwa kota ini dibangun melalui perdagangan, kerja keras masyarakat, dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan.
Kini, transformasi digital dan inklusi keuangan menjadi bagian baru dari perjalanan ekonomi Kota Seribu Sungai.
*Penulis adalah Jurnalis & Pemimpin Umum Media Economic Travelling.Com.
