Serambi Surau, Ketika Air Bersih Bertemu Kepedulian Sosial

0
SERAMBI SURAU

Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi menyerahkan bantuan kepada pengurus Langgar Nurrahman Nurrahim, Jalan Gerilya Komplek Peradapan, Kecamatan Banjarmasin Selatan. (Foto - Humas PAM Bandarmasih).

Di tengah hiruk pikuk kota, perhatian terhadap ruang-ruang kecil masyarakat sering kali luput dari sorotan. Padahal di tempat-tempat sederhana seperti langgar atau musala lingkungan, denyut kehidupan sosial warga justru berlangsung paling nyata.

Dari sanalah nilai kebersamaan, pendidikan agama, hingga solidaritas antarwarga tumbuh. Karena itu, setiap bentuk perhatian terhadap ruang-ruang tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar bantuan materi.

Kegiatan Serambi Surau yang digagas PAM Bandarmasih di Langgar Nurrahman Nurrahim, Jalan Gerilya Komplek Peradapan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, menjadi contoh bagaimana perusahaan pelayanan publik dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Bantuan yang diberikan memang tidak spektakuler. Namun bagi pengelola langgar dan warga sekitar, dukungan itu terasa nyata dan menyentuh kebutuhan yang selama ini mereka hadapi.

Atap langgar yang bocor, fasilitas sederhana seperti kipas angin, hingga kebutuhan operasional ibadah menjadi persoalan yang sering dialami tempat ibadah skala lingkungan.

Masalahnya terlihat kecil, tetapi bagi jamaah yang setiap hari menggunakan langgar tersebut, kondisi itu sangat menentukan kenyamanan beribadah.

Ketua langgar setempat bahkan menyebut bantuan tersebut sebagai berkah Ramadan. Ungkapan sederhana ini menunjukkan satu hal penting yakni tentang masyarakat tidak selalu menuntut bantuan besar, tetapi mereka menghargai perhatian yang tulus.

Dalam konteks kota seperti Banjarmasin, keberadaan langgar bukan sekadar tempat ibadah. Langgar adalah pusat interaksi sosial masyarakat Banjar. Di tempat itulah anak-anak belajar mengaji, warga berdiskusi tentang lingkungan, dan berbagai kegiatan sosial digelar.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa kawasan perkotaan dengan kepadatan tinggi membutuhkan ruang sosial berbasis komunitas agar kohesi masyarakat tetap terjaga. Langgar dan musala menjadi salah satu simpul penting dalam menjaga keseimbangan sosial tersebut.

Dalam perspektif redaksi, nilai penting program seperti Serambi Surau. Ia bukan hanya kegiatan sosial rutin, melainkan simbol kedekatan antara lembaga pelayanan publik dan masyarakat yang dilayaninya.

Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang penyediaan air bersih, PAM Bandarmasih tentu memiliki tanggung jawab utama dalam memastikan distribusi air kepada warga.

Namun pelayanan publik modern menuntut lebih dari sekadar fungsi teknis. Perusahaan publik juga diharapkan memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan tempat mereka beroperasi.

Langkah kecil seperti memperbaiki langgar, membantu fasilitas ibadah, atau hadir di tengah masyarakat pada bulan Ramadan menunjukkan wajah lain dari pelayanan publik: pelayanan yang manusiawi.

Tentu saja masyarakat berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada satu lokasi saja. Masih banyak langgar dan musala di berbagai sudut kota yang membutuhkan perhatian serupa.

Jika program ini diperluas, dampaknya bukan hanya memperbaiki fasilitas ibadah, tetapi juga memperkuat hubungan antara institusi publik dan masyarakat.

Keberhasilan sebuah perusahaan pelayanan publik tidak hanya diukur dari jumlah pelanggan atau panjang jaringan pipa air yang dibangun. Keberhasilan juga terlihat dari sejauh mana perusahaan tersebut mampu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Serambi Surau memberi pesan sederhana namun kuat: pelayanan publik yang baik tidak hanya mengalirkan air ke rumah-rumah warga, tetapi juga menumbuhkan kepedulian di tengah masyarakat. Dan dari kepedulian itulah kepercayaan publik tumbuh. (Tim Redaksi).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!