GEKRAFS Kalsel Sabet Kinerja Terbaik Se-Indonesia
Ketua DPW GEKRAFS Kalsel H Andi Fitri SE MM dan Sekretaris DPW, Novyandi Saputra dengan tropy penghargaan Anugerah Kinerja Organisasi Terbaik se-Indonesia kategori Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). (Foto - Andi Fitri).
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kalimantan Selatan meraih Anugerah Kinerja Organisasi Terbaik se-Indonesia kategori Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).
Penghargaan tersebut diberikan oleh Dewan Pimpinan Pusat GEKRAFS sebagai bentuk apresiasi atas kinerja organisasi daerah yang dinilai aktif dalam mendorong perkembangan ekonomi kreatif.
Penghargaan sendiri diberikan bertepatan dengan Penutupan Rakernas GEKRAFS Sabtu (07/03/2026) di di Novotel Pulomas, Jakarta.
Penutupan Rakernas sendiri di hadiri Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco, Menteri Ekraf Teuku Rafli , Menteri Pemuda Olahraga Erick Tohir , Wakil Menteri Pemuda Olahraga Taufik Hidayat , Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar, Utusan Presiden untuk Pemuda dan Seni, Raffi Ahmad, Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman, hingga anggota DPR RI Melly Goeslow dan Rieke Diah Pitaloka.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas berbagai program dan kegiatan yang dijalankan DPW GEKRAFS Kalimantan Selatan dalam memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah.
Selama beberapa tahun terakhir, organisasi ini aktif membangun kolaborasi antara komunitas kreatif, pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

DPW GEKRAFS Kalsel dinilai berhasil menghadirkan sejumlah program yang mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, mulai dari pembinaan pelaku usaha kreatif, pengembangan jejaring komunitas, hingga promosi produk kreatif lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Tak hanya itu GEKRAFS Kalsel juga aktif dalam kampanye ekonomi kreatif dengan program goes to school goes to campus dan goes to pesantren.
Ketua DPW GEKRAFS Kalimantan Selatan H Andi Fitri SE MM mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi organisasi untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi kreatif di daerah.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak serta menghadirkan program yang berdampak nyata bagi pelaku ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (08/03/2026).

Ia menambahkan, potensi ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan sangat besar karena didukung oleh kreativitas generasi muda, kekayaan budaya lokal, serta berkembangnya berbagai subsektor industri kreatif seperti kuliner, fesyen, desain, fotografi hingga konten digital.
Sebagai organisasi yang mewadahi pelaku ekonomi kreatif, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional terus mendorong lahirnya inovasi serta memperkuat daya saing produk kreatif Indonesia di tingkat nasional maupun global.
Penghargaan ini diharapkan menjadi momentum bagi GEKRAFS Kalimantan Selatan untuk semakin aktif mengembangkan program pemberdayaan ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri kreatif di Indonesia.

Sementara dalam momen yang sama H. Andi Fitri SE MM resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kalimantan Selatan setelah sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I beberapa haro lalu.
Penetapan kepemimpinan Andi Fitri ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) langsung oleh Ketua Umum Kawendra Lukistian pada kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GEKRAFS 2026.Dengan diterimanya SK tersebut, Andi Fitri secara resmi memimpin DPW GEKRAFS Kalimantan Selatan untuk periode kepengurusan 2026-2029.
Andi Fitri menyampaikan komitmennya untuk membawa GEKRAFS Kalsel semakin aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki potensi besar di berbagai subsektor kreatif yang perlu terus dikembangkan melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
“GEKRAFS akan menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku ekonomi kreatif di Banua. Kami ingin mendorong lahirnya inovasi, memperkuat jaringan, serta meningkatkan daya saing produk kreatif daerah,” pungkasnya.(Olpah Sari).
